KALANGAN PESANTREN JAJAKI KERJASAMA PENDIDIKAN DENGAN CHINA

KALANGAN PESANTREN JAJAKI KERJASAMA PENDIDIKAN DENGAN CHINA

XINJIANG – Beberapa kiai pesantren salafiyah dan ashriyah melakukan lawatan ke China selama satu pekan (13 – 20 Okt 2023). Rombongan dipimpin oleh Ketua ASFA Foundation Komjen Pol (Purn) Dr. H. Syafrudin.

Lawatan ke China ini meliputi Beijing, Xinjiang, Kashgar, Urumqi, Chengdu, Guangzou dan kota-kota lainnya.

Ketua ASFA Foundation Komjen Pol (Purn) Dr. H. Syafrudin menyampaikan harapannya untuk terjadinya tukar menukar pelajar dan mahasiswa antara Indonesia dan China. “Anak-anak muda muslim dari China bisa belajar di pesantren-pesantren dan perguruan tinggi pesantren di Indonesia, dan sebaliknya para santri bisa melanjutkan studinya di China, khususnya di bidang sains dan teknologi” ujarnya.

H. Syafrudin juga mengharapkan bahwa peluang-peluang kerjasama seperti ini agar terus dikembangkan bukan saja dengan China, tapi juga dengan negara-negara maju lainnya.

Menurut H. Syafrudin langkah ini penting ditempuh sebagai bagian dari upaya menyiapkan SDM pesantren di masa depan yang cakap secara sains dan teknologi namun memiliki akhlakul karimah. Langkah ini bagian dari upaya menyiapkan bangsa kita dalam menghadapi tantangan bonus demografi Indonesia di tahun-tahun mendatang.

Pimpinan Pondok Modern Tazakka KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D yang juga sebagai Sekjen Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) menyambut baik inisiasi penjajakan kerjasama dunia pesantren dengan China. Kiai Anang menyatakan bahwa ribuan pesantren yang tergabung dalam FPAG siap menyambut peluang ini dengan menerima santr-santri dari China atau mengirimkan kader terbaik pesantren studi ke China dalam bidang IT, kedokteran, pertanian, sains dan teknologi.

Ungkapan senada disampaikan pula oleh KH. Lukman Haris Dimyati selaku Sekjen Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) yang juga sebagai Pengasuh Pesantren Tremas. Pesantren-pesantren FKPM dan pesantren salafiyah siap untuk menyambut peluang ini.

Hal itu juga disampaikan oleh Rektor UNIDA Prof. Dr. KH. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A yang menyatakan bahwa pihaknya siap menjajaki peluang kerjasama pendidikan dengan China. Menurutnya, pihaknya siap menerima mahasiswa muslim China untuk belajar di UNIDA, begitu pun UNIDA dapat mengirimkan kader-kader terbaiknya untuk belajar ke China khususnya dalam bidang sains dan teknologi.

Lawatan ke China yang diinisiasi oleh Komjen Pol (Purn) Dr. H. Syafrudin terdiri dari para kiai pesantren. Nampak dalam rombongan yang ikut, antara lain: Habib Dr. Ali Hasan Bahar (Ketua Lazisnu PBNU), Irjen Pol (Purn) Mas Guntur Laope (Ketua Wakaf ASFA), Irjen Pol (Purn) Nur Widianto (Pembina Dunia Melayu Dunia Islam), KH. Anizar Masyhadi (Wakil Ketua Lazis ASFA), Prof. Dr. Sangidu (Ketua Departemen Antarbudaya UGM), KH. Akomadin Sofa (Ketua Forum Silaturahim Kiai Muda Jawa Tengah), KH. Said Aldi Al-Idrus (Ketua BKPRMI Dewan Masjid Indonesia), Habib Geys dai muda milenial, Ustadz Pangeran Arsyad, Lc (Lazis ASFA), dan Buyung Wijaya dari CEO Tawaf TV.

Dari kalangan media nampak: Ramanda Imawan Produser Eksekutif Tawaf TV dan Ecep Suwardaniyata (Wapemred TV One).***