TELAH DIBUKA AHSAN BAKERY AND CAKE

TELAH DIBUKA AHSAN BAKERY AND CAKE

TAZAKKA – Telah dibuka Toko Ahsan Bakery and Cake, Tazko Point Bandar pada Ahad, (11/4) yang ditandai dengan grand opening oleh Bapak Pimpinan Pondok.

Grand opening dihadiri seluruh unsur Pimpinan Pondok dan Yayasan, serta Mas Haryono dari owner Roti-ku sebagai mitra dan para undangan yang terdiri dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Ketua Yayasan H. Anta Masyhadi menyampaikan rasa syukur atas dibukanya toko roti ahsan ini. “Alhamdulillah, kita masih bisa terus tumbuh dan berkembang, ini fadhlun minalLaah yang harus kita syukuri selalu” ungkapnya.

Senada, Wakil Ketua Yayasan H. Teguh Suhardi menyampaikan kegembiraannya dengan hadirnya toko roti ahsan ini. Menurutnya, ini sebagai jawaban kepada umat bahwa Tazakka selalu peduli pada isu-isu kemandirian dan kebangkitan umat baik melalui jalur pendidikan, dakwah, sosial maupun ekonomi.

Sementara itu, Pimpinan Pondok KH. Anang Rikza Masyadi dalam tausiyahnya menyampaikan tentang konsep rezeki dan konsep makanan. Menurut Beliau, rezeki dan makanan itu harus memenuhi setidaknya tiga unsur, yaitu halal, thoyib dan berkah.

Kandidat doktor Linguistik Arab dari Suez Canal University Mesir itu lalu menyitir surat Al-Baqarah: 168 sebagai landasan konsep makanan yang halal, dan ayat 172 sebagai landasan konsep makanan yang thoyib (baik).

Halal itu ada dua, lanjut beliau, yaitu halal jenisnya dan halal prosesnya. Misalnya, daging ayam itu halal, tapi jika proses mendapatkannya atau menyembelih tidak benar, maka bisa menjadi tidak halal.

Beliau mencontohkan bahwa Ahsan Resto yang dikelola Tazko Point, misalnya, yang menu utamanya adalah herbal chicken yaitu ayam organik, menyembelihnya dengan cara yang halal, satu per satu dengan iringan basmalah dan takbir, lalu dibiarkan selama 3 menit baru masuk ke air panas. Padahal, standar halal MUI adalah maksimal 2,3 menit ayam yang disembelih itu baru akan mati.

“Jadi, untuk memastikan bahwa ayam itu benar-benar mati karena proses disembelih, bukan mati karena dimasukkan ke dalam air panas, nah yang seperti ini harus clear, karena menyangkut kehalalan suatu produk makanan” jelasnya.

Selain aspek halal, juga thoyib. Halal saja tidak cukup, lanjutnya, maka harus thoyib. Maka, jangan ada bahan atau proses pembuatan makanan yang mengandung unsur yang membahayakan konsumen.

“Unit usaha seperti ini bukan soal bisnis semata, tapi ini bagian tak terpisahkan dari komitmen keislaman dan keumatan kita, agar umat terpenuhi kebutuhan makanan yang benar-benar halal dan thoyib” tandasnya.

Selanjutnya, Kiai Anang menjelaskan pula tentang konsep ketiga yaitu keberkahan. Diantara letak keberkahannya adalah bahwa usaha ini berbasis wakaf, dan semua keuntungannya diperuntukkan untuk wakaf.

“Maka, ada slogan yang populer di sini, yaitu: Anda Belanja, Anda Berwakaf, bisa juga nanti yang masuk ke toko roti ini dan beli rotinya, slogannya menjadi: Nikmati rotinya, nikmati pahala wakafnya, kan keren” pungkasnya.

Sebelum penutup Kiai Anang menyampaikan terima kasih kepada Mas Haryono dari Owner Roti-ku atas kemitraan dan kerjasamanya.

“Roti Ahsan ini dirintis sejak 2015, tapi sudah overcapacity untuk memenuhi kebutuhan santri dan masyarakat sekitar, sementara animo dan kepercayaan meningkat, makanya kita gandeng Mas Haryono dan Roti-kunya untuk bersinergi dan berkolaborasi”.

Kiai Anang pun mengingatkan bahwa sesama pejuang dan apalagi pengusaha muslim, jangan saling bersaing, tapi bersinergilah dan berkolaborasilah.

“Jadi, tuntunan untuk berjamaah itu bukan hanya di shalat saja, tapi juga berjamaah dalam ekonomi” tegasnya.

Giliran sambutan dari Mas Haryono, ia menyatakan kegembiraannya bisa bermitra dan berkolaborasi dengan Tazakka dalam pengembangan usahanya.

“Apalagi, usaha ini dibingkai dengan wakaf, ditambah lagi penjelasan yang gamblang dan luas tentang hubungan bisnis dan wakaf, inilah yang menarik hati dan membuat saya tak bisa berkata tidak” katanya.

“Terus terang ini bisnis paling berat yang pernah saya tekuni, saya sudah membuka lebih dari 50 toko roti, tapi kali ini lain dengan hadirnya Ahsan Bakery and Cake ini, karena saya harus bermitra dan ikut berpikir keras mengembangkan sebuah bisnis dan produk yang awalnya menjadi kompetitor saya” imbuhnya.

Akan tetapi, lanjutnya, setelah saya renungi dengan pemahaman yang mendalam, akhirnya justru inilah model yang perlu dikembangkan, yaitu sinergi dan kolaborasi dan saling menguatkan.

Acara ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Bapak Pimpinan Pondok KH. Anizar Masyhadi. Sebelumnya, sejak ba’da Dzuhur dilakukan khataman Al-Quran oleh beberapa santri dan guru, dan ini menjadi tradisi yang dibangun di Tazakka bahwa semua entitas unit usaha selalu diawali dengan khataman Al-Quran.@ibrahim