Zakat Untuk Beasiswa

Zakat Untuk Beasiswa

TAZAKKA – Mulai Ramadhan 1435 atau 2013, Lazis Tazakka (Laztaz) meluncurkan program Beasiswa Kader Umat (BKU), untuk jenjang santri di Pondok Pesantren, hingga jenjang S1, S2, dan S3, serta beasiswa untuk program tahfidzul Quran. 

 

Sejak itu hingga kini, Laztaz terus galakkan pro­gram BKU  disamping program pem­berdayaaan lainnya seperti program-program­ ekonomi dan kesehatan.­ “Namun, program BKU dan kesehatan menjadi program unggul­an” ujar Direktur Laztaz, Hj. Eva Maria Ulfah, S.Ag., M.Si.­

Dalam kaitan program BKU, kata Eva Pimpinan Pondok telah menca­nangkan program 100 sarjana baik S1, S2 ataupun S3 hingga tahun 2025. “Tazakka melihat bahwa bea­siswa ini merupakan investasi sumber daya manusia untuk masa depan, ini sangat strategis” ujarnya.

Saat ini, program BKU Laztaz telah membantu pembiayaan sekitar 50an pelajar dan mahasiswa. Dana beasiswa ini dihimpun dari 34 orang tua asuh dengan nominal mulai dari Rp. 20.000,- hingga Rp. 1.000.000,- setiap bulannya.

“Saat ini perolehan perbulan untuk­ program BKU saja sudah lebih dari 15 juta. Padahal target kami minimal 50 juta per bulan. Maka, kami berharap di tahun-tahun mendatang semakin banyak orang tua asuh yang akan bergabung di program ini” lanjutnya.

Kamal Fakhri, S.H.I, Wakil Direktur Laztaz menambahkan bahwa saat ini ada 27 santri  yang dapat­ BKU. “Yaitu 5 orang di Pondok Modern Gontor Putra, 6 orang di Pondok Modern Gontor Putri dan 16 lainnya belajar di PM Tazakka” terangnya.

Laztaz juga menjalin kerjasama dengan Universitas Sains Al-Quran (UNSIQ) Wonosobo. “Ada 20 orang mahasiswa S1 Fak. Syariah yang dapat BKU, tapi mereka harus plus tahfidz dan belajar qiraat. Jadi, istilah­­nya 3 int 1, yaitu sarjana agama, hafal Quran dan bisa qiraat, itu langka­ lho” cetus Kamal.

BKU juga diberikan kepada guru-guru PM Tazakka untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3. Saat ini ada 5 mahasiswa S2 di STAIN Pekalongan.­

“Insya Allah semester depan akan daftarkan 3 orang lagi untuk S2 dan 2 orang untuk S3 baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri, dan ada pula yang dikuliahkan di Fakultas Kedokteran” lanjut Kamal.

Beaiswa tersebut diperuntukkan bagi para kader umat, baik yang secara khusus merupakan kader Pondok Modern Tazakka maupun­ kader lembaga lain, setelah mela­lui proses seleksi yang ketat. “Syaratnya ketat dan tidak boleh gagal di tengah­ jalan, kalau gagal maka disuruh mengembalikan seluruh biaya yang telah dikeluarkan” imbuh Kamal.

Menurut Subhi Mahmassani, S.H.I selaku Koordinator Bagian Ziswaf Yayasan Tazakka bahwa alokasi anggaran untuk program BKU ini cukup banyak, karena investasi SDM dianggap paling stra-tegis bagi Tazakka. “Total RAB untuk program BKU tahun 2015 sebesar Rp. 572.000.000,- dan semester ini saja Laztaz telah mengeluarkan dana sekitar Rp. 150an juta untuk program BKU” jelasnya.

Mulai tahun ajaran 2015-2016 ini, kata Eva, beasiswa untuk santri untuk masyarakat sekitar pondok akan ditambah, dan juga kepada 10 santri dari wilayah Indonesia Timur sesuai arahan Pimpinan Pondok.

Total RAB untuk program BKU tahun 2015 sebesar Rp. 572.000.000,- dan semester ini saja Laztaz telah mengeluarkan dana sekitar Rp. 150an juta untuk program BKU

 

-Subhi Mahmassani, S.H.I – Koordinator Bagian Ziswaf