Kunjungan Akademik dan Seminar Internasional Bahas Strategi Dakwah di Era Kecerdasan Buatan

👁️ 48 kali dibaca

Batang – Pondok Modern Tazakka menyelenggarakan kegiatan kunjungan akademik sekaligus Seminar Internasional bertema “Da’wah in a Changing World: Challenges, Strategic Horizons, and the Utilization of Artificial Intelligence” Selasa, 05 Mei 2026, bertempat di Aula Rabithah Pondok Modern Tazakka.

Kegiatan ini menghadirkan para tokoh dan pakar di bidang dakwah Prof. Abu Al-Fath Al-Bayanuni sebagai pakar pengembangan strategi dakwah asal Suriah, serta Mu’adz Al-Bayanuni. Seminar ini diikuti oleh guru dan pimpinan pesantren yang tergabung dalam FPAG (Forum Pesantren Alumni Gontor) Jawa Tengah dan FKPM (Forum Komunikasi Pesantren Muadalah) Jawa Tengah, yang antusias dalam mengkaji perkembangan dakwah di era modern.

Dalam sambutannya, KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya atas kehadiran tamu istimewa dari Suriah. Ia menilai kunjungan ini sebagai momentum berharga untuk mempererat ukhuwah ilmiah serta memperkaya wawasan keilmuan para guru dan santri.

Dalam pemaparannya, Syaikh Prof. Dr. Muhammad Abu Al-Fath Al-Bayanuni menjelaskan bahwa dakwah telah mengalami perjalanan panjang sejak masa Rasulullah SAW. Ia menekankan bahwa prinsip-prinsip dakwah yang dibangun pada era kenabian tetap relevan hingga saat ini, meskipun tantangan dan konteksnya terus berubah. Dakwah harus senantiasa berpegang pada nilai-nilai dasar Islam sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Syaikh Dr. Mu’adz Al-Bayanuni menyoroti pentingnya memanfaatkan teknologi modern, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), sebagai wasilah atau sarana dalam pengembangan dakwah. Menurutnya, AI dapat menjadi alat strategis untuk memperluas jangkauan dakwah dan meningkatkan efektivitas komunikasi, selama tetap berada dalam koridor etika Islam.

Acara yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan pemberian ijazah dalam bidang dakwah kepada para peserta sebagai bentuk keberkahan ilmu sekaligus penguatan sanad keilmuan. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi dai yang tidak hanya memahami prinsip dakwah secara mendalam, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara relevan di era modern.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *