PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN HOLISTIK PESANTREN

👁️ 46 kali dibaca

Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan kurikulum holistik, artinya seluruh ranah pendidikan baik kognitif, afektif, psikomotorik, spiritual, maupun sosial dididik dan diajarkan secara terpadu dan komprehensif. Sehingga konsekuensinya berdampak pada peran dan fungsi seorang guru di pesantren. Sehingga bisa dikatakan bahwa guru memiliki peran sebagai aktor sentral pendidikan.

Di pesantren, peran guru bukan sebagai guru atau pengajar semata, melainkan sebagai seorang murabbi. Guru bukan sekedar menjadi pengajar, tapi juga pendidik, pengasuh, termasuk sebagai pembimbing bagi seluruh santri. Tugasnya bukan sekedar mentransfer ilmu pengetahuan dan wawasan semata, tapi juga menanamkan nilai-nilai dan juga membiasakan amal. Sehingga bukan sekedar mendidik akal, tapi juga hati dan perilaku para santri.

Metode utama seorang guru dalam mendidik para santrinya adalah dengan uswah dan keteladanan. Uswah tersebut diteladankan dalam hal akhlak, perilaku, keilmuan dan wawasan, spiritual, keikhlasan, kkedisiplinan, bahkan sampai kepada kematangan mental dan emosional. Maka, guru dituntut untuk memiliki integritas dan kepribadian yang lebih tinggi dari para santrinya.

Untuk itu, penting bagi seorang guru untuk mengembangkan kompetensi dan kemampuan dirinya dengan terus belajar dalam banyak hal seperti keilmuan, wawasan, psikologi, metode mengajar, bahkan sampai kepada tingkatan spiritualitas. Ia juga harus terus mengembangkan diri dengan terus beradaptasi pada perkembangan zaman, mengevaluasi diri secara berkelanjutan, dan terus mengasah kemampuan pedagogisnya. Ini semua butuh keikhlasan, kesabaran, dan perjuangan.

Sekali lagi, peran guru dalam pendidikan holistik pesantren sangat besar. Ia harus menjadi pribadi yang utuh terlebih dahulu sebelum mendidik para santri secara utuh. Karena dalam kurikulum ini, guru bukan sekedar menyampaikan kurikulum kepada para santri, tetap guru juga menjadi kurikulum tersebut.

Penulis: Al-Ustadz Alam Mahardika, M..H.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *