UIN Jakarta dan FPAG Sepakati Kerja Sama, Perkuat Integrasi Keilmuan dan Pengembangan Pesantren

👁️ 10 kali dibaca

Jakarta — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) menggelar sarasehan dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bertema Strategi dan Tantangan Pendidikan serta Pengembangan Sumber Daya Insani di Pesantren. Kegiatan ini berlangsung di Aula Harun Nasution pada Selasa (21/4/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Kerjasama Kelembagaan, Prof. Din Wahid, M.A., Ph.D. Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ahmad Tholabi, S.Ag., S.H., M.H., M.A., Ketua Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) KH. Dr. Zulkifli Muhadli, S.H., M.M, Presiden Perhimpunan Pengasuhan Pesantren Indonesia (P2I) Dr. KH. M. Tata Taufik, M.Ag, Sekjend FPAG KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D.

Turut hadir pula Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Pesantren Mu’adalah (FKPM), KH. Luqman Haris Dimyati, Ketua Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) Dr. H. Maskuri, M.Pd, serta para pimpinan pondok yang tergabung dalam FPAG.

Dalam sesi sarasehan, hadir sebagai narasumber Prof. Din Wahid, Ph.D, Dr. KH. M. Tata Taufik, M.Ag, Dr. KH. L. Zulkifli Muhadli, S.H., M.M, KH. Luqman Haris Dimyati dan Dr. H. Maskuri, M.Pd. KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D bentindak sebagai moderator.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. menegaskan pentingnya kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi. “Kami membuka pesantren untuk bekerja sama dan berkolaborasi. Kita harus memperkuat integrasi antara sains dan agama, serta menghilangkan ego sektoral dengan berpikir untuk kemajuan Indonesia ke depan,” ujarnya.

Dalam pembukaan sarasehan moderator KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D menekankan pentingnya konsep kaderisasi di lingkungan pesantren sebagai fondasi keberlanjutan institusi pendidikan Islam.

Beliau menjelaskan bahwa dalam sistem pesantren terdapat dua model kaderisasi, yaitu kader bani (kader yang berasal dari keluarga pendiri pesantren) dan kader bina (kader yang dibentuk dan ditempa melalui proses pendidikan). Selain itu, dari aspek waktu keberlanjutan, kader dibagi menjadi muaqot (bersifat temporer) dan muabbad (bersifat permanen dan berkelanjutan).

Sementara itu, pembicara pertama, Dr. KH. Zulkifli Muhadli, S.H., M.M menyoroti pentingnya kebangkitan umat Islam pasca runtuhnya Kesultanan Utsmaniyah. Ia menegaskan bahwa umat Islam perlu kembali membangun peradaban melalui pendidikan dan kekuatan intelektual.

Dengan hadirnya pesantren mempunyai tanggungjawab baru untuk membangun kembali kejayaan melalui ilmu pengetahuan.

Pembicara kedua, Dr. KH. Tata Taufik, M.Ag menekankan nilai-nilai fundamental pesantren yang membentuk karakter santri.

Pesantren bukan hanya tempat belajar ilmu, tetapi tempat pembentukan adab, akhlak, dan spiritualitas yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Selanjutnya, Dr. H. Maskuri, M.Pd memaparkan perkembangan pondok pesantren Muhammadiyah yang terus beradaptasi dengan tantangan zaman dengan pondok pesantren di bawah Muhammadiyah berjumlah 445 pesantren.

KH. Luqman Haris Dimyati, menyoroti karakter khas pesantren salafiyah dan asyriyah yang menekankan nilai kebersamaan dan solidaritas.

Dalam pesantren, jika satu sakit maka semua merasakan sakit, dan jika satu bahagia maka semua ikut bahagia. Inilah ruh ukhuwah yang harus dijaga,” tuturnya.

Sebagai penutup, Wakil Rektor Bidang Kerjasama Kelembagaan, Prof. Din Wahid, M.A., Ph.D menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren.

Kolaborasi antara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan pesantren menjadi kunci penguatan sumber daya yang unggul.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat sinergi kelembagaan di bidang pendidikan dan penelitian.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam membangun pendidikan yang integratif antara tradisi pesantren dan pendekatan akademik modern, guna melahirkan sumber daya insani dilingkungan pesantren.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *