Pimpinan Pondok Lantik Kabinet OPPM & Mabes KGP Masa Bakti 2026–2027

👁️ 25 kali dibaca

Tazakka — Wakil Pengasuh Pondok Modern Tazakka, K.H. Oyong Sufyan, Lc., M.A., Ph.D., resmi melantik Kabinet Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Markas Besar Koordinator Gerakan Pramuka (Mabes KGP) masa bakti 2026–2027 bertempat di halaman gedung Rabithah, Ahad (9/11).

Kabinet OPPM tahun ini menamakan dirinya “Produktif & Inspiratif”, dipimpin oleh Presiden Syukri Maulidul Adha, santri kelas 5B asal Batang, didampingi Wakil Presiden Zidni Ilmansyah, santri kelas 5B dari Pekalongan. Sementara itu, Mabes KGP dinahkodai oleh Ibrahim Dharmaesa, kelas 5C asal Bekasi sebagai Panglima, bersama Athilah Juang Syahbana dari Demak, santri kelas 5B, sebagai Wakil Panglima. Mereka terpilih dari hasil pemilu yang diadakan pekan lalu.

Melalui surat keputusan Wakil Pengasuh, para pemangku amanah tersebut ditetapkan sebagai nahkoda baru yang akan menggerakkan roda kepemimpinan OPPM dan Mabes KGP selama satu tahun ke depan. Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Tazakka, disaksikan oleh para asatidz, seluruh santri, dan tamu undangan.

Usai pelantikan Presiden OPPM terpilih kemudian melantik jajaran menteri beserta wakilnya yang berjumlah 19 Kementerian, serta melantik struktur lengkap Mabes KGP. Satu per satu para Menteri dipanggil ke atas panggung untuk diambil sumpah dan ikrar pengabdian.

Dalam nasehatnya, Pimpinan dan Pengasuh Pondok, K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa organisasi adalah bagian dari pola pendidikan di Tazakka. “Pola latihan kepemimpinan ini penting dan inilah yang menjadi core Tazakka. Mereka dilatih untuk mengurus organisasi selama 24 jam, latihan tapi beneran, beneran tapi latihan,” ujar beliau.

Sebagai simbol transisi kepemimpinan, Presiden Kabinet Lama menyerahkan mandat kepada Presiden yang baru, disusul dengan serah terima Kepemimpinan dari Panglima Mabes KGP sebelumnya kepada Panglima yang baru.

Acara pelantikan tersebut kemudian ditutup dengan seremoni pelepasan Kader Tazakka yang akan melanjutkan studi ke luar negeri, yaitu ke Mesir dan Spanyol, sebagai bentuk dukungan pondok terhadap pengembangan kader ulama dan cendekiawan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *