Wakil Sekjen Lembaga Riset Islam Al-Azhar As-Syarif Kunjungi Tazakka

👁️ 14 kali dibaca

Tazakka – Pondok Modern Tazakka kembali mendapat kehormatan menerima kunjungan ulama Al-Azhar As-Syarif. Kali ini, Wakil Sekretaris Jenderal Lembaga Riset Islam Al-Azhar As-Syarif, Syaikh Dr. Mahmud Al-Hawwary berkunjung ke Pondok Modern Tazakka untuk memberikan kuliah umum di hadapan seluruh santri dan asatidz, Jum’at (19/9).

Kehadiran Syaikh Mahmud Al-Hawwary disambut hangat oleh Bapak-bapak Pimpinan, Ketua Yayasan Tazakka, serta Kepala-kepala Departemen dan juga para alumni Al-Azhar di Gedung Rabithah.

Selepas ramah tamah, beliau menuju Masjid Az-Zaky untuk menunaikan shalat Jum’at sekaligus bertindak sebagai khatib. Dalam khutbahnya, beliau menjelaskan tentang pentingnya tazkiyatun nafs atau penyucian diri dengan mengutip ayat Al-Quran surat Al-A’la ayat 14 yang menjadi dasar penamaan Pondok Modern Tazakka.

Bahkan melalui mimbarnya Syaikh Mahmud menyatakan bahwa salah satu tugas para nabi adalah melakukan penyucian diri, selain membacakan ayat-ayat Allah dan mengajarkan Al-Quran serta Sunnah.

Seusai shalat Jum’at, beliau kemudian menyampaikan kuliah umum di hadapan seluruh santri, asatidz, dan jamaah dengan tema: “Metodologi Nabi Saw dalam Mendidik Para Sahabat”

Sebelum kuliah umum disampaikan, Pimpinan Pondok K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D. terlebih dahulu menyampaikan sambutan selamat datang. Beliau menyatakan kebahagiaannya dengan kehadiran para masyayikh Al-Azhar. Apalagi sedari dulu Al-Azhar adalah referensi utama bagi umat muslim di seluruh dunia.

“Ini adalah kunjungan guru kepada muridnya, kunjungan para masyayikh Al-Azhar yang akan selalu hadir untuk ikut membina para santri dan guru di Pondok Modern Tazakka ini. Bahkan, pada tahun ini kita dikirim dosen dari Al-Azhar untuk mengajar di pesantren ini” ungkapnya.

Beliau juga menekankan apa yang disampaikan oleh Syaikh Mahmud dalam khutbah Jum’atnya bahwa tazkiyatun nafs adalah sebuah proses penting bagi setiap manusia. Baik menyucikan diri, jasad, hati, pikiran, bahkan pandangan.

Dalam kuliah umumnya, Syaikh Mahmud menjelaskan bahwa Rasulullah diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Maka, beliau sendiri pun menjadi teladan terbaik dalam hal akhlak dan kepribadian.

Syaikh Mahmud Al-Hawwary menyebutkan bahwa dalam mendidik para sahabat, Nabi Muhammad memiliki satu sifat yang harus ditiru oleh umat saat ini yaitu sifat bijaksana. “Kebijaksanaan Nabi terekam jelas dalam sikap dan tutur kata beliau” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan dalam mendidik para sahabat adalah menggunakan hikmah dan nasihat. Metode yang digunakan juga selalu menyesuaikan dengan individu dan situasi yang tepat. Sehingga pendidikan dapat diterima dengan baik dan efektif.

“Saat mendidik Abu Bakar, Rasul cenderung lembut dan santun. Tetapi, saat beliau mendidik Umar bin Khattab, beliau lebih tegas namun tetap bijaksana. Berbeda lagi saat Rasul memberikan pendidikan kepada anak-anak, beliaupun menggunakan pendidikan yang lemah lembut penuh kasih sayang. Dengan demikian mereka mampu memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik” pungkasnya.

Di akhir acara, Bapak Pimpinan K.H. Anizar Masyhadi, M.A., berkenan memberikan closing statement. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Al-Azhar, khususnya kepada Grand Syaikh Al-Azhar yang telah memberikan perhatian besar kepada pesantren-pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

Kiai Anizar juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Al-Azhar yang telah mengirim beberapa utusannya untuk mengajar di beberapa pesantren. “Salah satunya adalah Syaikh Muhammad Basyir Fadl yang akan mengajar di Tazakka selama 3 tahun kedepan” jelasnya.

Usai kuliah umum, Syaikh Mahmud menghadiri jamuan makan siang bersama Bapak Pimpinan dan asatidz senior. Agenda kunjungan ditutup dengan tur kampus Tazakka.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *