Dalam rangka meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran bahasa Arab, KMI Pondok Modern Tazakka mengadakan Seminar Bahasa Arab dalam program Visiting Expert Teacher (VET) dengan menghadirkan Dr. Nuruddin Sayyid Ma’ruf Abdurrahman Syafe’i dari Al-Alson Higher Institute Kairo Mesir, Senin (4/8) di Aula Rabithah.

VET dibagi dalam dua sesi. Pertama dilaksanakan pagi hari dan diperuntukkan bagi santri yang diikuti oleh seluruh anggota Kementerian Bahasa OPPM, beberapa anggota kementerian OPPM lain, Pengurus Bahasa Rayon, dan anggota Jam’iyyatul Khutoba’ sebagai Duta Bahasa. Adapun sesi kedua pada siang hingga sore diikuti seluruh wali kelas dan beberapa guru bahasa Arab utusan beberapa pesantren lain.
Dalam sambutan pembukaannya, Kiai Anang menyampaikan pentingnya belajar bahasa Arab. Sebagai Doktor Linguistik, bahasa Arab sangatlah kaya dan memiliki beragam metode untuk mempelajarinya. Maka, apa yang akan disampaikan oleh Dr. Nuruddin adalah upaya memperkaya metode pengajaran bahasa Arab.

Adapun Dr. Nuruddin membuka materinya dengan menggali hikmah dan pengalamannya belajar bahasa Arab. Ia menyampaikan bahwa keterpanggilannya untuk membuat metode yang ia namakan metode Al-Mi’raji bukanlah jalan mudah, dimana masa mudanya ia tidak pernah belajar bahasa Arab secara detail.
“Namun akhirnya saya mendapatkan hidayah setelah mengkaji beberapa kalimat dalam Al-Quran dan Hadis Nabi, hati dan pikiran saya terpanggil untuk mempelajari bahasa Arab dengan metode tertentu agar mudah dipahami oleh orang-orang. Karena kita akan bisa menikmati indahnya bahasa Arab saat kita semua mampu memahami makna di dalamnya” jelasnya.
Bahkan, beliau memberikan perhatian besar tentang pembelajaran bahasa Arab bagi penutur non Arab. Maka, melalui metode Al-Mi’raji yang ia desain, ia berharap dapat membantu para pengajar dan pembelajar bahasa Arab untuk bisa menguasai ilmu bahasa Arab beserta ilmu alat yang menyertainya.

Dr. Nuruddin dalam metodenya membagi dalam 8 level. Setiap levelnya terdiri dari 3 sampai lima buku. “Total untuk menguasai metode ini ada 32 buku yang harus dipelajari. Di dalamnya ada materi dan dilengkapi dengan beragam latihan soal” jelasnya.
Wakil Direktur KMI, H. Hakim As-Shidqi, M.Pd. pun memberikan kesan positif tentang pelaksanaan VET pada materi Bahasa Arab tersebut. Menurutnya, melalui VET kali ini para guru, khususnya para wali kelas dapat memperkaya dan menambah wawasannya dalam skema pengajaran materi Bahasa Arab.

Senada, Ust Muhammad Farid Subchan, M.Ag. yang merupakan salah satu wali kelas dan pengajar Balaghah merasa senang bisa menambah pengalaman belajar tentang metode Al-Mi’raji tersebut. “Beberapa bulan lalu kami belajar metode di Oman, hari ini tambah ilmu lagi dengan mengambil metode Al-Mi’raji dari Dr. Nuruddin. Semoga memberikan manfaat besar bagi kami dan guru lainnya dalam mengajarkan bahasa Arab dan pelajaran bahasa lainnya” ungkap Farid.

Selain di Tazakka, Dr. Nuruddin juga berkesempatan untuk berbagi ilmu di beberapa pesantren seperti PP MTA Karanganyar, PP Darul Amanah Kabunan Kendal, IMBS Pekajangan, PP Al-Manaar Pemalang, dan beberapa pesantren lainnya di Pulau Sulawesi dan Kalimantan.




