K.H. Anizar Masyhadi, M.A.

K.H. Anizar Masyhadi, M.A. merupakan Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Batang, Jawa Tengah. Beliau dikenal sebagai pendidik dan pemimpin pesantren yang memiliki fondasi keilmuan yang kuat, pengalaman internasional yang luas, serta komitmen tinggi dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis nilai, kepemimpinan, dan peradaban.

Pendidikan & Keilmuan

Pendidikan pesantren beliau ditempuh di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, dan diselesaikan pada tahun 1999. Tradisi pendidikan Gontor yang menekankan integrasi antara ilmu, akhlak, dan kepemimpinan menjadi fondasi awal dalam perjalanan intelektual dan pengabdian beliau.

Selepas itu, beliau melanjutkan studi ke Timur Tengah dan menimba ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, salah satu pusat keilmuan Islam tertua dan terkemuka di dunia. Pendidikan magister diselesaikan di Suez Canal University, Mesir. Saat ini, beliau tengah menempuh studi doktoral di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas akademik dan kontribusi keilmuan yang lebih luas.

Pengalaman Organisasi

Dalam perjalanan pengabdian, K.H. Anizar Masyhadi, M.A. telah mengemban berbagai amanah strategis di tingkat nasional maupun internasional. Pada tahun 2006, beliau dipercaya mengemban tugas sebagai Sekretaris Duta Besar Republik Indonesia di Damaskus, yang memberikan pengalaman diplomasi serta memperluas jejaring globalnya.

Selama masa studi di Mesir, beliau aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi kemahasiswaan, yang berperan penting dalam membentuk wawasan kepemimpinan, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta jaringan internasional yang kuat.

Di bidang sosial dan kemanusiaan, beliau pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Lazis Assalam Fil Alamin (ASFA), Jakarta, serta terlibat aktif dalam penguatan dakwah, pendidikan, dan pengembangan kelembagaan Islam. Saat ini, beliau juga mengemban amanah sebagai pengurus di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat serta menjadi pengurus pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Melalui kiprah pendidikan, sosial, dan kepemimpinan yang berkelanjutan, beliau terus berupaya mengembangkan model pesantren modern yang berakar pada tradisi keilmuan Islam, sekaligus responsif terhadap tantangan global dan kebutuhan umat di era kontemporer.