GIHES 2026: 100 Tahun Gontor Menjawab Tantangan Pendidikan Masa Depan

👁️ 18 kali dibaca

Satu abad perjalanan Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi momentum untuk membawa pengalaman pendidikan pesantren ke dalam percakapan global melalui Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026. Digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, 5-6 September 2026, forum ini mempertemukan ratusan pimpinan lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan dari berbagai negara dengan mengusung tema “Exploring and Revealing the Pesantren Education System.”

Selama satu abad, Gontor mengembangkan sistem pendidikan yang tidak hanya menempatkan proses belajar di ruang kelas, tetapi juga menjadikan kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari pendidikan. Integrasi ilmu, nilai, kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, dan kehidupan bersama menjadi karakter penting dalam sistem pesantren yang terus dikembangkan dari generasi ke generasi.

GIHES 2026 membawa pengalaman tersebut ke ruang dialog yang lebih luas. Puluhan narasumber nasional dan internasional dari berbagai latar belakang membedah sistem pendidikan pesantren melalui perspektif akademik, kebijakan, dan praktik pendidikan. Berbagai pengalaman dari sejumlah negara turut memperkaya pembahasan mengenai bagaimana pendidikan dapat membentuk manusia yang memiliki kapasitas intelektual sekaligus karakter dan ketangguhan menghadapi perubahan.

Tantangan pendidikan masa depan semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, dinamika sosial, hingga kebutuhan terhadap kepemimpinan dan kemampuan beradaptasi. Dalam konteks tersebut, pembahasan mengenai pendidikan holistik menjadi relevan karena pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan peserta didik yang menguasai pengetahuan, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki nilai, karakter, kemandirian, dan kemampuan hidup bersama.

Melalui GIHES 2026, peringatan 100 Tahun Gontor tidak hanya menjadi penanda perjalanan sejarah, tetapi juga ruang untuk membaca kembali pengalaman pendidikan pesantren dalam konteks dunia yang terus berubah. Pertemuan ratusan tokoh dan berbagai perspektif pendidikan tersebut menempatkan sistem pesantren sebagai bagian dari diskursus pendidikan global sekaligus membuka ruang dialog mengenai arah pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *