Direktur KMI Resmi Buka Ujian Tulis Semester II di Pondok Modern Tazakka

👁️ 35 kali dibaca

Direktur KMI Pondok Modern Tazakka secara resmi membuka pelaksanaan Ujian Tulis Semester II Tahun Pelajaran 2025/2026 dalam apel pembukaan yang diikuti oleh seluruh santri dan guru KMI, Senin (9/2).

Dalam sambutannya, Direktur KMI menekankan pentingnya kesiapan mental, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam menghadapi ujian. Ia mengingatkan santri agar mewaspadai dua sifat yang menjadi penghambat terbesar kesuksesan, yaitu lemah (al-‘ajz) dan malas (al-kasal), sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ:

“Allahumma inni a‘udzu bika minal-‘ajzi wal-kasal”
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Direktur KMI menjelaskan bahwa sifat lemah tidak hanya bermakna ketidakmampuan, tetapi juga mencakup sikap takut mencoba, mudah menyerah, dan kehilangan keberanian untuk berkembang. Sementara itu, malas merupakan sikap menunda-nunda, menyia-nyiakan waktu, dan menghindari tanggung jawab, yang pada akhirnya menghambat prestasi dan merusak masa depan.

“Jika lemah dan malas dibiarkan menguasai diri, seseorang akan sulit meraih prestasi, kehilangan kepercayaan, dan melewatkan banyak peluang besar dalam hidup,” tegas beliau di hadapan para santri.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ujian di pondok bukan sekadar mengukur hafalan dan pemahaman akademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter. Ujian melatih santri untuk melawan rasa malas, menguatkan mental, melatih kesabaran, menumbuhkan kesungguhan, serta membangun tanggung jawab dan ketangguhan pribadi.

Direktur KMI juga mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, melainkan oleh kegigihan, kerja keras, dan kesungguhan dalam berusaha. Menurutnya, masa depan dibangun oleh mereka yang berani melawan rasa takut, bangkit dari kelemahan, serta konsisten dalam usaha dan doa.

“Ujian adalah momentum untuk membuktikan siapa yang bersungguh-sungguh dan siapa yang mudah menyerah. Hadapilah dengan semangat, keberanian, kejujuran, dan tawakal kepada Allah,” pesannya.

Apel pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat, menjadi awal dari rangkaian ujian yang tidak hanya menguji kemampuan intelektual santri, tetapi juga mengasah mental, integritas, dan kualitas jiwa mereka.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *