Belajar Kewirausahaan, Santri Akhir KMI Rihlah ke Cirebon, Subang, dan Bandung

👁️ 17 kali dibaca

Bandung — Dalam rangka memberikan bekal kemandirian bagi calon alumninya, Tazakka mengadakan program Rihlah Tarbawiyah Iqtishadiyah bagi Santri Akhir KMI 610 The Next Ibn Rushd. Mereka belajar kewirausahaan di beberapa tempat usaha di wilayah Cirebon, Subang, dan Lembang Bandung.

Selama 3 hari, mulai Senin (19/1/25) hingga Rabu (21/1/25) mereka berkunjung ke PT Surabraja dan CV Mutiara Rotan di wilayah Cirebon. Kemudian di Agus Lio Ban Group di Subang, dan juga ke Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang. Kesempatan tersebut dimaksimalkan para santri kelas VI untuk belajar tentang tantangan dan peluang usaha di masyarakat sebagai bekal mereka nanti pasca lulus dari Tazakka.

Di hari pertama, usai menempuh perjalanan Batang-Cirebon, para santri yang dibimbing Ustadz Haris Adam Islahuddin dan Ustadz Ahdan Zuhdi bertemu langsung dengan Ustadz Sefi Khirijil Yaman, Sekretaris Komite PT SBCR Surabraja. Beliau memberikan pelajaran tentang produksi dan pemasaran produknya berupa kecap, saos, sirup, dan gula batu yang marketnya sudah menyebar ke seluruh nusantara, bahkan ada yang diekspor ke luar negeri.

Siang harinya, mereka beralih ke CV Mutiara Rotan milik Ustadz Jamaluddin. Para santri pun berkesempatan belajar bagaimana beliau merintis usahanya memproduksi perabotan rumah tangga dengan bahan rotan hingga bisa memasarkan produknya di Indonesia serta mengekspor ke luar negeri seperti ke Perancis, Italia, dan Belanda serta negara Eropa lainnya.

Di hari kedua, mereka berpindah ke wilayah Subang dengan berkunjung ke pusat bengkel mobil dan ban mobil terbesar disana yaitu Agus Lio Ban yang telah memiliki beberapa cabang. Disitu para santri mendapatkan pengalaman belajar manajemen pemasaran dan pengembangan bisnis bengkel mobil dan penjualan ban hingga bisa bekerjasama dengan perusahaan ban dan onderdil ternama di Indonesia maupun luar negeri.

Keberhasilan Ustadz Agus Maulana yang merupakan alumni PM Darussalam Gontor dalam usahanya tersebutlah yang mengantarkannya saat ini menjadi Ketua Umum Forum Bisnis Alumni Gontor (Forbis). Keberhasilannya juga sebagai bukti bahwa santri juga mampu bersaing dalam dunia bisnis dengan beragam tantangan dan peluangnya.

Terakhir, mereka berpindah ke daerah Lembang, Bandung Utara. Mereka berkunjung ke KPSBU Lembang dan ditemui oleh Pak Uus, Menejer KPSBU. Koperasi ini telah berhasil mengelola peternakan dan pengolahan susu sapi perah dengan lebih dari 7000 anggota.

Beragam produk susu sapi telah berhasil dipasarkan dengan produksinya mencapai 100 ton lebih per hari. KPSBU Lembang juga berhasil menjadi wadah bagi peternak lokal untuk memperkuat posisi tawar dan memasarkan hasil susu mereka. Bahkan, mereka memiliki laboratorium penguji kualitas susu, layanan dokter hewan 24 jam, pabrik pakan ternak (ransum), serta unit pendingin besar.

Selain belajar tentang kewirausahaan dan dunia ekonomi, 45 santri kelas VI yang ikut dalam rombongan tersebut juga berkunjung ke beberapa lembaga pendidikan diantaranya ke Fakultas Teknik Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Ponpes Al-Ihya’ Subang, Ponpes Al-Jumhuriyah Bandung, dan berkunjung ke Masjid Al-Jabbar Bandung.

Dengan kegiatan ini, diharapkan para santri kelas VI yang sebentar lagi akan menjadi alumni dan kembali ke masyarakat mendapatkan bekal tentang jiwa wirausaha, kemandirian, wawasan praktis, serta mentalitas tangguh untuk menjadi produsen, bukan sekadar konsumen, setelah lulus.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *