Tazakka — Pondok Modern Tazakka menggelar Ujian Masuk KMI Gelombang Pertama, Ahad (11/1). Ujian tersebut diikuti oleh 90 orang calon santri yang mengikuti ujian secara online maupun offline.
Acara diawali dengan seremoni pembukaan yang dilaksanakan di Masjid Az-Zaky dan diikuti oleh seluruh peserta ujian dan asatidz penguji. Seremoni juga dihadiri oleh Bapak Pimpinan dan Pengasuh Pondok Modern Tazakka, K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., Direktur KMI, K.H. M. Bisri, S.H.I., M.Si., Wakil Pengasuh, K.H. Oyong Syufyan, Lc., M.A., Ph.D., serta Para Wakil Direktur KMI.


Dalam sambutannya, Direktur KMI, Kiai Bisri menyambut semua peserta atas kedatangannya di Pondok Modern Tazakka. Bahkan, karena pelaksanaan ujian bersamaan dengan gelaran Festival Al-Quran dan Sunnah, beliau mempersilahkan para calon santri beserta walinya untuk melihat seluruh kegiatan dan pameran di area festival.
Kiai Bisri juga menyampaikan data peserta ujian. Pada gelombang pertama kali ini ada 92 calon santri yang telah bersiap ikut ujian, 77 orang mengikuti secara offline di PM Tazakka hari itu, dan 15 orang lainnya ikut secara daring karena domisilinya yang berada di luar Jawa.
“Dari data yang dihimpun panitia, dari 92 calon santri tersebut berasal dari 15 Provinsi dan 43 Kota/Kabupaten. Mereka ada yang berasal dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, bahkan dari Papua” paparnya.
Adapun Kiai Anang dalam tausiyah dan pengarahannya menyampaikan bahwa Pondok Modern Tazakka adalah pondok wakaf, artinya pondok sudah diwakafkan kepada umat dan bukan lagi menjadi kepemilikan pribadi Kiai maupun keluarganya. Maka, seluruh umat IsIam, termasuk para calon santri dan walinya yang hadir saat ini memiliki kewajiban untuk menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan pondok ini.
Beliau kemudian melanjutkan pengarahannya dengan menjabarkan sistem pendidikan di PM Tazakka. Menurutnya, dalam mendidik para santrinya secara integratif, komprehensif, dan mandiri.
Beliau pun menjelaskan bahwa integrarif artinya kurikulum pendidikan dan pengajaran dilakukan dengan pendekatan intra, ekstra, dan ko kurikuler dalam satu kesatuan. Komprehensif berarti bersifat menyeluruh dengan mengasah kemampuan santri dari seluruh aspek, baik intelektualitas, spiritualitas, mentalitas, serta fisik. Adapun makna mandiri, bahwa sebagai lembaga pendidikan, Pondok Modern bersifat mandiri, demikian pula organisasi, pendanaan, sistem, kurikulum, hingga manusia-manusianya semuanya mandiri.
Kiai Anang lalu berpesan kepada para wali calon santri bahwa pondok bukanlah bengkel yang tugasnya memperbaiki ‘barang yang sudah rusak’. “Maka jangan salah niat memasukkan anaknya ke pondok. Karena pondok ini hidup berlandaskan nilai-nilai, bukan sekedar bengkel penitipan anak nakal” tegasnya.
Maka, Kiai Anang pun menyampaikan bahwa kunci sukses memondokkan anak di pesantren adalah kata ‘TITIP’. “TITIP itu singkatan dari Tega, Ikhlas, Tawakkal, Ikhtiar, dan Percaya. Mondokkan anak harus tega, karena mereka di pondok tetap akan diajari dan dididik. Harus ikhlas, termasuk ikhlas diajar dan dididik. Tawakkal dan ikhtiar dengan doa dan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pondok. Dan terakhir adalah percaya kepada pondok” pungkasnya.


Ujian masuk sejatinya sudah dimulai sejak hari Jum’at lalu (9/1) dengan materi ujian Psikotest dan Tes Potensi Akademik yang dilakukan secara daring. Adapun pada hari ini, semua calon santri mengikuti interview dan ujian lisan dengan materi Al-Quran, Ibadah, dan ditutup dengan ujian Imla’.


Rentetan ujian kemudian ditutup dengan shalat Dzuhur, makan siang, dan seremonial penutupan serta pengumuman kelulusan yang diumumkan secara online di akun pendaftaran PPSB masing-masing


