Tazakka — Sebanyak 42 orang guru pengabdian baru di KMI Pondok Modern Tazakka mengikuti program penataran guru baru yang dimulai pada hari Rabu (1/4) di Aula Rabithah.
Pembukaan penataran guru dihadiri oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Modern Tazakka, K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., Pimpinan sekaligus Direktur KMI, K.H. M. Bisri, S.H.I., M.Si., Wakil Pengasuh, K.H. Oyong Shufyan, Lc., M.A., Ph.D., Wakil Direktur KMI, H. Hakim As Shidqi, M.Pd.I., dan Ustadz Rohul Akbar, S.E., M.H., serta beberapa guru anggota Majelis Guru dan asatidz panitia.

Sebagai kalimat pembuka, Kiai Bisri mengingatkan kembali kepada seluruh guru peserta penataran bahwa ada tiga risalah pengabdian, yaitu: Mengajar, khidmah membantu pondok, dan belajar mengembangkan diri.
“Tugas utama kalian adalah mengajar di KMI, tentunya sesuai dengan pilihan pelajaran dan kemampuan yang dimiliki masing-masing. Kedua adalah khidmah membantu pondok. Nantinya kalian akan dibagi tugas di beberapa departemen maupun bagian. Dan terakhir adalah belajar. Belajar tentang menejemen pondok ini, sekaligus belajar tentang wawasan dan pengetahuan lain untuk mengembangkan kapasitas diri guru masing-masing” jelas Kiai Bisri.

Mengakhiri sambutannya, Kiai Bisri mengajak para guru untuk menjadi solusi dalam sebuah dinamika kehidupan pendidikan dan pengajaran di PM Tazakka. “Dalam dinamika kehidupan pondok ini banyak sekali masalah, dan kami ingin kalian menjadi problem solving dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Mudah-mudah diatur dan diarahkan, jangan malah menambah beban dan masalah bagi pondok” tegasnya.
Adapun Kiai Anang dalam keynote speechnya menegaskan bahwa mulai saat ini, para guru tidak hanya menjadi guru atau pengajar, tetapi juga menjadi seorang pendidik. Dan itu merupakan salah satu kekhususan di pondok pesantren.

“Kalian di pondok ini sebagai guru bukan hanya sebagai pengajar, tapi juga menjadi pendidik, menjadi mu’allim dan murabbi. Karena bukan hanya transfer ilmu dan pelajaran, tapi juga bertugas untuk mentransfer nilai-nilai dan filosofi kehidupan kepada santri. Karena di luar pondok, guru hanya bertugas sebagai pengajar saja. Maka, tugas kalian sebagai pendidik adalah kekhususan bagi guru di pondok pesantren” papar Kiai Anang.

Beliau pun kemudian menekankan bahwa tugas menjadi pendidik adalah salah satu tugas yang telah dilakukan oleh para nabi dan rasul. Bahkan pola pendidikan para nabi dan rasul banyak tertuang dalam Al-Quran yang kemudian merubah peradaban manusia. “Para nabi dan rasul mendidik umat dengan merubah pola pikir, cara pandang, dan mindset para sahabat. Sehingga umat muslim menjadi kuat dan hebat” jelasnya.
Melanjutkan arahan dan nasehatnya, Kiai Anang juga berpesan bahwa tugas nabi dan seorang guru sebagai pewaris nabi adalah mewariskan keilmuan. Maka, paling tidak ada 3 hal yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, yaitu: ilmu, akhlak, dan keteladanan.

“Sebagai guru harus nampak intelek di depan santri. Seorang guru harus memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang luar, maka harus banyak membaca dan terus belajar agar memiliki wawasan yang luas,” pintanya.
“Dan sebagai seorang pendidik, kalian harus menjadi suri tauladan yang baik dengan akhlak yang sempurna. Tanpa akhlak, kalian tidak akan pernah menjadi teladan. Karena santri akan melihat gurunya sebagai teladannya” tegas beliau.

Selain mendapatkan materi worldview pengabdian dari Bapak Pimpinan, selama dia hari ke depan para guru baru juga akan mendapatkan beberapa materi seperti bagaimana menjadi guru yang ideal, metode pengajaran klasik dan modern, class management, dan juga worldview kepengasuhanan santri yang akan disampaikan oleh Wakil Pengasuh, Wakil Direktur, dan Majelis Guru.
Selanjutnya, selama lima hari berikutnya mulai Sabtu (4/4) hingga Rabu (8/4) bersama seluruh guru PM Tazakka, para guru pengabdian akan mengikuti kegiatan Tazkiyah Guru: Leadership Training for Leaders Pondok Modern Tazakka dalam rangka menyamakan persepsi guru dalam menghadapi tahun pelajaran baru 2026-2027.




