Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam asli Indonesia yang memiliki akar kuat di tengah masyarakat Muslim Indonesia. Pola pendidikan pesantren mengintegrasikan Tripusat Pendidikan yaitu: rumah, sekolah, dan masyarakat.
Maka, pesantren haruslah diasuh dan dipimpin oleh seorang Kiai sebagai sentral figur, menggunakan sistem asrama yang santrinya bermukim di dalamnya, menjadikan masjid sebagai titik pusat yang menjiwai seluruh pendidikan dan kegiatannya, serta mereka belajar kitab kuning (turos/klasik) ataupun dirasah Islamiyah dengan pola pendidikan Muallimin. Hal ini sesuai dengan amanat UU Pesantren Nomor 18 Tahun 2019.
Pondok Modern Tazakka adalah salah satu pondok pesantren yang telah mendapatkan pengakuan dan penyetaraan (Muadalah), baik dari dalam maupun luar negeri. Penggunaan kata ‘Modern’ bukan merujuk pada pergedungan, fasilitas maupun pakaiannya. Tetapi pada jiwa dan pemikirannya nya yang modern, yaitu berpikir dinamis, maju, progresif, tersistem, berdisiplin, dan teratur. Maka, meskipun ‘Modern’ Tazakka tetaplah ‘Pesantren’.
Tazakka memiliki pikiran yang modern dan maju. Hal itu nampak dari visinya yaitu menjadi lembaga pendidikan Islam yang mencetak kader-kader pemimpin umat, menjadi tempat ibadah, serta menjadi sumber ilmu pengetahuan Islam, bahasa Al-Quran, dan ilmu pengetahuan umun, dengan tetap berjiwa pesantren.
Visi tersebut dikuatkan dengan Visi Kaderisasi 2045 dan Visi Pergedungan 2045. Dalam Visi Kaderisasinya, Pondok Modern Tazakka mencanangkan program meluluskan kader-kadernya sebanyak 20 doktor, 50 master, dan 100 sarjana. Adapun dalam hal Pergedungan, pada tahun 2045 Tazakka telah memiliki pondok putri, perguruan tinggi, rumah sakit, international convention hall, pusat studi, dan pusat bisnis berbasis holding company.
Visi tersebut dalam rangkan mengupayakan dan menyempurnakan cita-cita para pendirinya, yaitu menjadikan Pondok Modern Tazakka kelak menjadi perguruan tinggi Islam bertaraf internasional yang menjadi pusat studi Islam, bahasa Al-Quran, sains dan teknologi, serta menjadi pusat peradaban Islam yang berwawasan global. Dengan cita-cita mulia ini, harapannya Tazakka mampu melahirkan generasi yang unggul dan berkualitas menuju terbentuknya khairu ummah.
Tazakka dalam misinya juga berupaya untuk membentuk peradaban bagi santri-santrinya. Maka, Tazakka terus mendidik dan mengajarkan santrinya tentang 3 hal pokok peradaban yaitu: Nilai-nilai, aktivitas sosial, dan ilmu pengetahuan. Nilai-nilai di Tazakka terefleksi dalam Panca Jiwa. Aktivitas sosial tercermin dalam tingkah laku dan akhlak sesuai moto pondok. Dan ilmu pengetahuan tertuang dalam visi dan misi yang selalu ditanamkan kepada seluruh santri hingga terbentuk pribadi ulama yang intelek.
Dari semua itu, maka layaklah pesantren disebut sebagai salah satu instrumen kuat yang membentuk dan menjadi pilar peradaban bangsa. Hal ini sesuai dengan visi utama dari Indonesia Emas 2045, yaitu terwujudnya Indonesia yang maju. Dalam visi tersebut, Indonesia harus mampu memanfaatkan bonus demografi pada masa 100 tahun NKRI tahun 2045 nanti.
Bonus demografi adalah peluang sekaligus tantangan bagi Bangsa Indonesia dan butuh tata kelola yang baik. Maka, kuncinya terletak pada pendidikan hari ini, karena dari sinilah masa depan dibentuk. Dan dalam konteks ini, pesantren memiliki peran penting untuk membina dan mendidik karakter santri, keilmuannya, wawasannya, kepemimpinannya, bahkan sampai kesalehannya.
Dengan demikian, sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah terbukti melahirkan generasi tangguh, pesantren punya peran dan kontribusi besar dalam mewujudkan Indonesia maju dengan dua indikator utamanya yaitu pengembangan ilmu pengetahuan dan penerapan sistem pendidikan yang berkualitas serta pendidikan kepemimpinan yang profetik. Sekali lagi, Pesantren punya peran besar sebagai pilar peradaban Indonesia maju menuju suksesi Indonesia Emas 2045.
Penulis: Al-Ustadz Alam Mahardika, M.H.




