Pimpinan Buka Rannah Festival 2026 Secara Resmi

👁️ 26 kali dibaca

Pembukaan Rannah Festival 2026 yang mengusung tema “Pesantren Melahirkan Pemimpin Bangsa, Menguatkan Kepemimpinan dengan Landasan Al-Qur’an dan As-Sunnah” digelar pada Jumat (9/1) dan dihadiri oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Modern Tazakka, jajaran asatidz dan sayyidat, seluruh santri, serta santri MI Al-Asyraf. Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok Modern Tazakka memberikan sambutan sekaligus membuka Rannah Festival secara resmi.

Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Rannah Festival merupakan sarana pendidikan strategis bagi santri Tazakka dalam membentuk karakter kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Menurut beliau, pesantren memiliki peran besar dalam melahirkan calon pemimpin bangsa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual. Oleh karena itu, festival ini dirancang untuk menumbuhkan semangat literasi, memperluas wawasan keilmuan, serta menanamkan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Beliau juga menjelaskan kepada seluruh hadirin bahwa Rannah Festival menghadirkan beragam pameran edukatif, infografis keilmuan, serta book fair yang sarat dengan nilai intelektual. Secara khusus, beliau menganjurkan seluruh santri untuk membiasakan diri membeli dan membaca buku, karena buku merupakan jendela ilmu dan fondasi utama dalam membangun kepemimpinan yang berwawasan luas. Di akhir sambutan, beliau secara simbolis membuka Rannah Festival 2026 dengan memukul bedug sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan.

Usai prosesi pembukaan di panggung utama, Pimpinan bersama jajaran asatidz melanjutkan agenda ke Aula Rabithah guna meresmikan pameran maket dan replika, meliputi Replika Pondok Modern Tazakka, Masjidil Aqsha, Masjid Nabawi, serta Rumah Rasulullah SAW. Pada kesempatan tersebut, beliau juga mencoba teknologi Virtual Reality (VR) yang menghadirkan pengalaman interaktif dalam menelusuri sejarah Islam serta nilai-nilai kepemimpinan yang bersumber dari Al-Qur’an. Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan book fair, pameran kaligrafi, serta pameran infografis Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Rannah Festival 2026 yang berlangsung selama tiga hari ini turut dimeriahkan dengan berbagai perlombaan edukatif yang terbagi dalam empat divisi utama, yakni Divisi Al-Qur’an, Divisi Sunnah, Divisi Literasi Bahasa, dan Divisi Gabungan. Beberapa perlombaan yang diselenggarakan antara lain Lomba Cerdas Cermat (LCC), Language Dubbing, Hifdzil Qur’an, hingga lomba konten TikTok bertema Al-Qur’an dan Hadis, yang dirancang untuk melatih daya pikir kritis, kreativitas, serta kemampuan komunikasi santri.

Menurut K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., kegiatan festival ini memiliki urgensi tinggi dalam penguatan aspek kognitif dan akademik santri. Beliau berharap Rannah Festival dapat terus berkembang dan meningkat kualitasnya setiap tahun, baik dari sisi keragaman pameran, bazar, maupun inovasi program, sehingga mampu menjadi wahana strategis dalam memperkuat literasi keilmuan santri Tazakka serta menyiapkan generasi pemimpin bangsa yang berkarakter Qur’ani dan berlandaskan As-Sunnah.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *