PIMPINAN BERI PENGARAHAN UJIAN LISAN KEPADA GURU DAN SANTRI AKHIR

👁️ 60 kali dibaca

Tazakka — Sebelum ujian lisan semester pertama dilaksanakan, Bapak Pimpinan Pondok Modern Tazakka, K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D. memberikan pengarahan kepada seluruh asatidz dan santri kelas VI dalam agenda Pengarahan Umum Ujian Lisan Semester II yang digelar pada Kamis (22/1) di Aula Rabithah.

Agenda tersebut selain diikuti oleh seluruh asatidz dan 136 Santri Akhir KMI, juga dihadiri oleh Pimpinan sekaligus Direktur KMI, K.H. M. Bisri, S.H.I., M.Si., Wakil Pengasuh, K.H. Oyong Shufyan, Lc., M.A., Ph.D., dan Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz. H. Hakim As Shidqi, M.Pd.I. dan Al-Ustadz. Rohul Akbar, S.E.I., M.H.

Agenda pagi itu diawali dengan pengarahan khusus terkait tugas menguji bagi Santri Akhir KMI yang akan menjadi penguji dan pembantu panitia yang disampaikan oleh Wakil Direktur KMI. Dan selanjutnya dibacakan pembagian tugas ujian lisan bagi asatidz dan santri kelas VI.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengarahan yang disampaikan oleh Direktur KMI, K.H. M. Bisri, S.H.I., M.Si. terkait nilai-nilai dan aturan disiplin penguji. Kiai Bisri menekankan kepada seluruh asatidz dan kelas VI agar berdisiplin dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugasnya masing-masing, khususnya yang bertugas menguji.

“Kita sudah sepakat bahwa displin adalah mahkota kita. Maka semua guru dan santri kelas VI yang bertugas menguji harus berdisiplin. Hadir tepat waktu, selesai juga pada waktu yang ditentukan, membuat persiapan (i’dad) ujian yang standar, pakaiannya standar, cukuran rambutnya pun harus standar” tegas Kiai Bisri.

Beliaupun menekankan tentang pentingnya kesungguhan dalam menguji. Karena dalam ujian ini bukan hanya santri yang diuji, tapi gurunya juga diuji, Direkturnya diuji, bahkan Pimpinannya juga diuji.

“Ya ujiannya guru-guru adalah kesungguhan dan keikhlasan. Kita ini tidak menganut paham upah obah, dibayar baru bekerja. Tapi kita ini sepi ing pamrih, rame ing gawe, mentalnya pejuang yang bekerja penuh integritas, loyalitas, dan totalitas” ujarnya.

Usai istirahat dan coffee break, acara kemudian dilanjutkan dengan pengarahan umum oleh Pimpinan Pondok. Dalam arahannya, Kiai Anang meminta agar kualitas ujian pada semester ini lebih baik dan lebih bagus dari sebelumnya.

Menurut beliau, ujian di pondok ini mengukur 3 kemampuan atau kompetensi santri yaitu pada ranah pengetahuan (knowledge), sikap dan perilaku (attitude), dan skil (skill).

“Utamanya mereka memang kita uji pengetahuan dan pemahaman pelajarannya. Tapi, selama ujian ini kita juga uji sikapnya mereka dalam menyikapi ujian seperti kejujuran, kesungguhan, dan motivasinya, termasuk skil mereka dalam berbicara, membagi waktu, dan menetapkan tujuan” jelas beliau.

Terkhusus Kiai Anang menekankan bahwa dalam ujian lisan, para santri perlu diuji dan digali kemampuan komunikasinya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan. Karena seorang pemimpin harus memiliki skil komunikasi yang bagus, verbalnya harus bagus, termasuk bahasa dan artikulasinya.

Usai acara, kemudian para Ketua Kelompok dari para asatidz berkumpul bersama penguji lainnya untuk pengarahan dan pembagian tugas penguji dan materi yang diujikan. Adapun kelas VI yang tidak menguji, berkumpul bersama paniti untuk pengarahan tugas membantu kepanitiaan.

Ujian lisan sendiri akan dilaksanakan selama 10 hari yang dimulai pada hari Selasa (27/1) yang akan datang. Dari informasi yang dihimpun oleh Media Center, pada ujian lisan semester kedua ini akan melibatkan 66 asatidz dan 56 santri kelas VI sebagai penguji yang tersebar dalam 35 ruang ujian.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *