Padang – Rangkaian kegiatan Konferensi Wakaf Internasional resmi dimulai pada Jumat, 14 November 2025, diawali dengan program Sertifikasi Nadzir Wakaf ke-IX yang diprakarsai oleh Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG). Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta dari berbagai lembaga pengelola wakaf. Sertifikasi berlangsung di Gedung Anai, Hotel Truntum, Padang, Sumatera Barat.

Rangkaian konferensi tahun ini menjadi momentum istimewa karena diselenggarakan sebagai bentuk kolaborasi sekaligus dalam rangka memperingati 80 tahun Provinsi Sumatera Barat dan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Sinergi ini menegaskan peran wakaf yang telah mengakar dalam peradaban pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat di Indonesia.

Sertifikasi Nadzir Wakaf dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Bapak Ahmad Zakri, S.Sos., M.Si., Sekjen FPAG K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., serta Wakil Ketua BWI Dr. K.H. Tatang Astaruddin, M.Si. Dalam sambutannya, Asisten Pemprov menegaskan bahwa penguatan kapasitas nadzir merupakan kebutuhan mendesak. “Wakaf adalah aset strategis umat. Dengan nadzir yang kompeten, manfaatnya akan semakin luas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekjen FPAG, K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa sertifikasi ini tidak hanya bertujuan memenuhi standar kompetensi, tetapi juga membangun kesadaran baru tentang profesionalisme pengelolaan wakaf. “Kita ingin memastikan bahwa wakaf dikelola oleh sumber daya yang profesional sehingga dapat diamanahkan secara modern, produktif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memastikan bahwa wakaf tidak hanya dipahami sebagai ritual ibadah, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan yang menuntut profesionalisme, tata kelola yang baik, serta visi keberlanjutan. Melalui sertifikasi ini, para nadzir diharapkan mampu mengembangkan lembaganya secara lebih akuntabel, produktif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Puncak Konferensi Wakaf Internasional akan berlangsung selama 15-16 November 2025, bertempat di Hall Truntum. Pada rangkaian utama ini, para peserta akan mengikuti berbagai sesi yang menghadirkan narasumber terkemuka dari dalam maupun luar negeri. Kehadiran para ahli dan praktisi internasional diharapkan dapat memperluas perspektif pengelolaan wakaf serta mendorong terciptanya inovasi dalam tata kelola wakaf produktif di Indonesia.




