Tazakka, Batang — Senin (17/11/2025) — Sebagai bagian dari persiapan menyeluruh menuju ujian praktik mengajar Tarbiyah ‘Amaliyah, para Siswa Akhir KMI 2026 Pondok Modern Tazakka mengikuti rangkaian kegiatan Micro Teaching yang berlangsung selama tiga hari, Sabtu–Senin (15–17 November 2025).
Kegiatan diawali dengan review buku Tarbiyah ‘Amaliyah yang dibimbing langsung oleh para Musyrif. Selanjutnya, para santri mengikuti sesi Micro Teaching dan ditutup dengan agenda Naqdu Tadris sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap proses latihan mengajar.

Wakil Direktur KMI, Ustadz H. Hakim As-Shidqi, M.Pd.I, turut hadir membimbing para santri di tengah kesibukan beliau. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa Micro Teaching merupakan agenda inti KMI untuk mematangkan kesiapan santri akhir menjelang dunia pendidikan dan kepemimpinan.
“Ini adalah proses penting untuk menguji kesiapan kalian memasuki Tarbiyah ‘Amaliyah. Kemampuan mengajar, memimpin, dan berkomunikasi harus terlatih sejak dini,” ujarnya.
Sebanyak 8 dari 137 santri akhir terpilih menjadi model teacher dan dibagi ke dalam dua mata pelajaran inti, yaitu Muthala’ah dan English Lesson. Mereka berlatih menyampaikan materi, mengelola kelas, mengatur waktu, serta menampilkan performa mengajar yang efektif. Para Musyrif juga memberikan best practice sebagai contoh standar pengajaran yang diharapkan di KMI.

Micro Teaching menjadi bagian dari pola pendidikan kepemimpinan Pondok Modern Tazakka, di mana kecakapan akademik harus sejalan dengan kemampuan mengajar, komunikasi, mental leadership, serta keteladanan. Karena itu, ujian praktik mengajar bukan hanya syarat kelulusan, tetapi juga sarana penting dalam proses kaderisasi guru dan pemimpin masa depan.

Dengan rangkaian latihan intensif ini, para Siswa Akhir KMI 2026 diharapkan memasuki Tarbiyah ‘Amaliyah dengan kesiapan maksimal—siap tampil sebagai generasi yang berilmu, percaya diri, dan berkomitmen mengabdi kepada umat sebagaimana visi Pondok Modern Tazakka.




