Tazakka — Kabinet Progresif Transformatif Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Markas Besar Koordinator Gerakan Pramuka Pondok Modern Tazakka Masa Bakti 2025–2026 menyampaikan laporan pertanggungjawabannya secara terbuka selama dua hari, mulai Sabtu (8/11) sampai Ahad (9/11).





Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya digelar di Masjid Az-Zaky, LPJ Terbuka kali ini dilaksanakan di halaman Gedung Rabithah. Karena digelar di luar ruangan, menjadikan suasana lebih meriah, apalagi panitia menghadirkan panggung megah serta dukungan videotron menjadikan pelaksanaan LPJ tahun ini tampil lebih modern dan menarik perhatian seluruh santri.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bapak-bapak Pimpinan, Ketua Yayasan, para asatidz, Kabinet Lama, Kabinet Baru, serta seluruh santri Pondok Modern Tazakka. Bahkan di hari kedua, acara juga dihadiri oleh guru-guru MI dan TPQ Al-Asyraf, sayyidat Tazakka, Anshar, utusan dari pesantren lain, serta beberapa wali santri kelas 5 dan 6.

Acara dimulai dengan prosesi masuk Kabinet Lama dan Baru secara bersamaan dengan penuh wibawa, disusul pembacaan ayat suci Al-Quran, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Oh Pondokku yang penuh khidmat.
Pelaksanaan LPJ dibagi menjadi empat sesi yang tersusun rapi dan sistematis. Selama dua hari tersebut, laporan disampaikan oleh para menteri dari 19 kementerian, dan ditutup oleh LPJ dari Panglima Mabes KGP dan Presiden OPPM.
Setiap kementerian memaparkan program, capaian kinerja setahun, laporan keuangan, paparan data dan analisisnya, evaluasi, serta ide gagasan yang konstruktif bagi pejabat masa bakti berikutnya.
Di akhir tiap sesi, kegiatan selalu ditutup dengan evaluasi, pengarahan, dan arahan dari Pimpinan dan Pengasuh Pondok Modern Tazakka, K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D. Dalam arahannya, beliau menegaskan kembali pentingnya organisasi santri sebagai bagian dari sekolah pendidikan kepemimpinan di Tazakka.


Beliau menyampaikan, “OPPM dan KGP adalah latihan kepemimpinan. Latihan tapi beneran, beneran tapi tetap latihan. Melalui organisasi ini, santri dibina, ditempa, dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin umat di masa depan—pemimpin yang berkarakter, berilmu, dan siap berkhidmat.” ujarnya.
Kiai Anang juga berpesan bahwa semua kemajuan terlahir dari sebuah imajinasi. “Maka sebagai pemimpin, kalian harus mampu berimajinasi dan memiliki imajinasi besar. Oleh karenanya, otak kalian juga harus besar, berpikir gagasan besar, dan melakukan kerja-kerja besar” tambahnya.
Puncak LPJ berlangsung pada hari kedua, ditandai dengan penyampaian laporan terakhir dari Panglima Mabes KGP oleh Ananda Alfito Zafif dan wakilnya, Ananda Indra Maulana dan dilanjutkan dengan LPJ Presiden oleh Ananda M. Afkar Alika Putra Ahmudi bersama wakilnya, Ananda Lalu Giyats Abdi Rabbih.


Agenda kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Kabinet Baru OPPM & Mabes KGP serta penandatanganan surat mandat serta serah terima jabatan dari Kabinet Lama kepada Kabinet Baru sebagai simbol resmi dimulainya masa kepengurusan yang baru.

Dengan berakhirnya rangkaian LPJ ini, Pondok Modern Tazakka kembali meneguhkan komitmennya dalam membentuk kader pemimpin masa depan melalui proses kaderisasi yang sistematis, terstruktur, dan penuh nilai pendidikan. Serta menjadikan OPPM sebagai school of leadership bagi para santri-santrinya.




