Pimpinan Madinatul Bu’uts Al-Islamiyah Sambut Santri Tazakka Peserta Dauroh Bahasa Arab di Al-Azhar Kairo Mesir

👁️ 9 kali dibaca

Kairo, Senin 22 September 2025 – Madinatul Bu’uts Al-Islamiyah dengan penuh kehormatan menerima kedatangan rombongan santri Pondok Modern Tazakka, Indonesia, yang akan mengikuti Program Dauroh Bahasa Arab di bawah naungan Al-Azhar Asy-Syarif. Rombongan tersebut terdiri dari 29 santri dan seorang Pembimbing, Ustadz Richi Yuni Fridihanto yang akan tinggal di asrama Madinatul Bu’uts selama program berlangsung.

Dalam sambutan resminya, Pimpinan Madinatul Bu’uts Al-Islamiyah, Prof. Dr. Ishom Qodhi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para santri dan menegaskan komitmen Al-Azhar dalam mendukung mahasiswa asing. “Kami bangga menyambut kalian di rumah kedua kalian, di jantung Al-Azhar. Semoga keberadaan kalian di sini menjadi pengalaman yang bermanfaat, memperkuat ilmu, dan penuh keberkahan,” ujarnya. Beliau juga menekankan bahwa Madinatul Bu’uts senantiasa membuka pintu bagi kegiatan akademik yang mendukung misi Al-Azhar dalam menyebarkan Islam moderat ke seluruh dunia.

Program Dauroh ini akan berlangsung dari 22 September hingga 13 Oktober 2025, dengan fokus pada pembelajaran intensif bahasa Arab. Para santri diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi bahasa, memperluas wawasan keilmuan, serta memperkaya pengalaman budaya di lingkungan Al-Azhar.

Mewakili rombongan, Ustadz Richi menyampaikan rasa terima kasih kepada Pimpinan Madinatul Bu’uts atas sambutan dan bimbingan yang diberikan. “Kami merasa terhormat menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus atas sambutan hangat serta atas bimbingan Prof. Dr. Ishom Qodhi, dan atas kesempatan yang diberikan bagi para santri kami untuk tinggal di asrama Madinatul Bu’uts selama mengikuti program di Al-Azhar,” ungkapnya.

Acara penyambutan ini menjadi bukti nyata komitmen Al-Azhar Asy-Syarif dalam memberikan perhatian dan dukungan penuh kepada mahasiswa asing, termasuk dari Indonesia, guna memperkokoh peran mereka sebagai duta ilmu dan dakwah Islam moderat di dunia internasional. @Aqil Avisena

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *