FPAG Gelar Tajammuk Nasional di Ajang World Muslim Scout Jamboree 2025

👁️ 20 kali dibaca

Jakarta – Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) menggelar kegiatan Tajammuk di Bumi Perkemahan, lokasi pelaksanaan World Muslim Scout Jamboree 2025.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pimpinan pesantren, di antaranya Wakil Menteri Agama Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., Ketua Umum FPAG Dr. K.H. Zulkifli Muhadli, S.H., M.M., Presiden Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I) Dr. M. Tata Taufik, M.Ag., Ketua Asosiasi Universitas Pesantren Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., serta Sekjen FPAG K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 250 lembaga pesantren alumni Gontor yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Umum FPAG K.H. Zulkifli Muhadli menyampaikan bahwa jumlah pesantren alumni Gontor kini telah mencapai 1.500 dan terus bertambah setiap tahunnya. Menurut beliau, hal ini merupakan bukti nyata pertumbuhan dan perkembangan pesantren alumni Gontor yang signifikan.

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, dalam sambutannya menegaskan bahwa kiprah Gontor beserta alumninya telah memberi sumbangsih besar bagi bangsa, khususnya dalam membentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sementara itu, Prof. Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi menekankan pentingnya orientasi pesantren ke arah pendidikan tinggi. Ia menuturkan bahwa UNIDA Gontor saat ini tengah menyusun 100 buku yang mendokumentasikan sistem Pondok Modern Gontor, mulai dari disiplin, wakaf, hingga manajemen kelembagaan. “Naskah ini akan menjadi rujukan bagi pengembangan pesantren di masa depan,” ujar beliau.

Wakil Menteri Agama, Romo Syafi’i, juga menyampaikan dukungannya terhadap pesantren dan perguruan tinggi pesantren di Indonesia. Menurutnya, penguatan lembaga pendidikan pesantren adalah bagian dari amanat Undang-Undang Pesantren yang harus dikawal bersama.

Presiden P2I, Dr. M. Tata Taufik, turut menambahkan pentingnya penyusunan naskah akademik program studi Manajemen Pesantren, dengan praktik terbaiknya merujuk pada UNIDA Gontor.

Sekjen FPAG, K.H. Anang Rikza Masyhadi, menegaskan bahwa memasuki 100 tahun kedua Gontor, perlu dipikirkan warisan (legacy) baru yang bermanfaat bagi umat dan bangsa. “Seratus tahun pertama, kita telah melihat begitu banyak legacy Gontor. Maka, seratus tahun kedua harus kita siapkan legacy yang lebih besar lagi,” ungkapnya.

Setelah sarasehan, acara ditutup dengan lelang kaos bertandatangan Iwan Fals. Hasil lelang tersebut seluruhnya diwakafkan untuk pembangunan Gedung BPPM Gontor.

Pada malam harinya, para pimpinan pesantren dijadwalkan menghadiri acara penutupan World Muslim Scout Jamboree 2025 di lapangan utama Bumi Perkemahan Cibubur.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *