Tazakka – (18/9), Badan Wakaf Indonesia (BWI) melakukan visitasi lapangan implementasi Technical Note (TN) on Waqf Core Principles (WCP) di Wakaf Tazakka. Kegiatan diawali dengan pertemuan antara jajaran BWI, yaitu Bapak Dede Haris Sumarno, S.E., M.M. (Ketua Divisi Pemberdayaan dan Pengawasan Nazhir), Ibu Dr. Kartini, S.Ag., M.Pd. (Anggota Divisi Pemberdayaan dan Pengawasan Nazhir), serta M. Raji (Staf BWI) dengan Pimpinan Pondok Modern Tazakka, K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., K.H. M. Bisri, S.H.I., M.Si., serta jajaran Departemen Wakaf Tazakka di Ruang Tengah Gedung Robithoh.


Dalam kesempatan tersebut, Bapak Dede Haris Sumarno menjelaskan bahwa implementasi WCP memiliki tujuan strategis, di antaranya memperkuat tata kelola lembaga wakaf agar lebih transparan, akuntabel, dan berkesinambungan. Selain itu, WCP juga membantu peningkatan efisiensi, kepatuhan syariah, serta pengelolaan aset wakaf yang lebih profesional dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. “Tazakka dengan segala pengembangannya harus bersiap untuk menjadi role model dalam sistem wakaf,” tegasnya.

Pimpinan Pondok Modern Tazakka, K.H. Anang Rikza Masyhadi, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan dari BWI. Beliau menegaskan bahwa wakaf memiliki peran sentral dalam pembangunan peradaban bangsa. “Tazakka berharap dapat menjadi proyek percontohan dalam implementasi WCP. Apalagi Tazakka sedang mengembangkan konsep waqf-based holding company. Pertumbuhan pesantren tidak bisa mengandalkan hutang, tetapi harus ditopang oleh Ziswaf sebagai sumber dana berkelanjutan,” ungkapnya.


Usai agenda pertemuan, rombongan BWI melanjutkan kunjungan ke beberapa unit strategis Tazakka, di antaranya Kantor Ziswaf, Departemen Keuangan, serta PT. Tazko Indonesia Berkah. Acara kemudian ditutup dengan jamuan makan siang di kantor PT. Tazko Indonesia Berkah sekaligus penyampaian hasil validasi bukti TN WCP oleh tim BWI.




