Semarang, 11 Agustus 2025 — Suasana Gedung Kuliah Terpadu, Lantai 2, Politeknik Negeri Semarang, dipenuhi semangat dan kebanggaan pada Awarding Day Indonesia International Invention Expo (IIIEX) 2025. Klub Sains Pondok Modern Tazakka berhasil mengharumkan nama lembaga dengan raihan Gold Medal pada kategori Environmental Technology melalui karya inovatif santri kelas 4, dan Silver Medal pada kategori Renewable Energy Technology yang diciptakan santri kelas 6.

Rangkaian acara puncak penghargaan berlangsung mulai pukul 10.00–12.00 WIB untuk sesi pertama awarding, kemudian dilanjutkan istirahat singkat pukul 12.00–12.45 WIB. Sesi kedua awarding kembali digelar hingga pukul 18.00 WIB. Para peserta hadir dengan seragam atau almamater masing-masing, menandai identitas dan kebanggaan institusi yang diwakili.
Inovasi yang dibawakan Tazakka dalam kategori Environmental Technology menonjolkan penerapan prinsip ilmiah yang sederhana namun memiliki dampak luas di masyarakat. Sementara itu, karya pada kategori Renewable Energy Technology menampilkan solusi kreatif terhadap tantangan energi masa depan yang ramah lingkungan dan efisien. Dua capaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan sains di Tazakka mampu melahirkan ide-ide orisinal dan bernilai aplikatif.

Ustadz David Prasetyo, Supervisor Klub Sains Pondok Modern Tazakka, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Prestasi ini adalah buah dari kerja keras, kesabaran, dan kreativitas santri yang tidak pernah lelah berproses. Sejak awal kami menekankan bahwa tujuan mengikuti kompetisi bukan semata-mata mengejar medali, melainkan mengasah kemampuan berpikir kritis, problem solving, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Alhamdulillah, hari ini kita bisa meraih keduanya sekaligus: pembelajaran berharga dan prestasi gemilang,” ujarnya.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh santri untuk terus mengembangkan potensi dan keberanian mereka dalam berinovasi. Pondok Modern Tazakka berkomitmen mempertahankan tradisi prestasi melalui pembinaan yang terstruktur, kolaboratif, dan berbasis penelitian. Dengan demikian, setiap santri memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sains, teknologi, dan kemaslahatan umat.




