Tazakka, 2 Agustus 2025 – Lapangan Sepak Bola Pondok Modern Tazakka malam itu berubah menjadi panggung megah penuh cahaya dan semangat. Ribuan pasang mata menyaksikan Panggung Gembira, sebuah acara tahunan yang dipanitiai oleh seluruh Santri Akhir 2025, The Next Ibn Rushd. Namun di balik kemeriahan seni dan hiburan, tersembunyi nilai-nilai yang jauh lebih dalam: pendidikan, kepemimpinan, dan kemandirian.

Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Modern Tazakka, K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa acara ini bukan semata pagelaran seni. “Yang kita saksikan malam ini adalah pendidikan, bukan sekadar pertunjukan,” tegas beliau di depan 12.000 penonton. Menurutnya, seluruh konsep, teknis, hingga detail pelaksanaan Panggung Gembira yang sepenuhnya dirancang oleh para santri, serta ide, inovasi, bahkan improvisasi yang ditampilkan merupakan hasil dari proses berpikir dan bekerja kolektif para santri akhir.

Meski hanya memiliki waktu kurang dari tiga pekan untuk persiapan, para santri menunjukkan dedikasi luar biasa. Setiap elemen pertunjukan dirancang secara profesional namun tetap memancarkan semangat kekeluargaan khas pesantren. “Mari kita bersyukur. Mereka inilah aset di masa depan, calon-calon pemimpin umat dan bangsa,” tambah Kiai Anang penuh bangga.

Lebih dari sekadar acara hiburan, Panggung Gembira menjadi representasi nyata dari sistem pendidikan yang diterapkan Pondok Modern Tazakka. Sebuah sistem holistik yang menyatukan aspek akademik, karakter, keterampilan sosial, dan spiritualitas dalam satu tarikan napas. Pendidikan di Tazakka, menurut Kiai Anang, adalah pendidikan yang komprehensif, integralistik, dan mandiri.

Komprehensif, karena Pondok Modern Tazakka memberikan porsi seimbang antara ilmu umum dan ilmu agama, masing-masing mendapat porsi 100%. Tak hanya aspek kognitif yang diasah, tetapi juga psikomotorik dan afektif: keterampilan dan sikap. Integralistik, karena kegiatan intra, ko, dan ekstrakurikuler dirangkai menjadi satu kesatuan proses pendidikan yang saling mendukung.

Apa yang ditampilkan dalam Panggung Gembira adalah bentuk konkret dari pendidikan kepemimpinan. Ada proses memimpin dan dipimpin, mengatur dan diatur. Di situ terjadi sinergi, kolaborasi, negosiasi, dinamika, hingga akhirnya lahir karya nyata yang bisa dinikmati dan sekaligus menginspirasi. “Ini latihan tapi beneran, beneran tapi latihan,” ucap Kiai Anang, menggambarkan betapa serius namun tetap edukatifnya proses ini.
Panggung Gembira bukan hanya tentang penampilan; ia adalah cermin dari proses panjang pembentukan karakter. Di balik kostum dan gerakan, tersimpan nilai-nilai ketekunan, kerja sama, dan keberanian mengambil tanggung jawab. Inilah laboratorium kepemimpinan yang tidak hanya membentuk keterampilan manajerial, tetapi juga nilai integritas.

Sebagai penutup, Panggung Gembira 2025 sejatinya bukan hanya milik santri akhir, melainkan milik seluruh elemen yang ada di Pondok Modern Tazakka. Sebuah bukti bahwa pendidikan tak hanya berlangsung di kelas, tetapi juga di panggung, di lapangan, dan dalam setiap ruang kehidupan santri. Ini adalah tontonan yang menuntun, dan tuntunan yang layak ditonton.




