Pondok Modern Tazakka Gelar Ujian Lisan Semester I Tahun Ajaran 2025/2026

👁️ 23 kali dibaca

Tazakka – Pondok Modern Tazakka kembali menyelenggarakan ujian lisan semester pertama tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung selama sebelas hari, mulai Kamis (14/8) hingga Ahad (24/8), dan menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian evaluasi belajar santri.

Ujian kali ini diikuti oleh santri kelas 2 hingga kelas 5 KMI. Sementara itu, santri kelas 1 dan 1 Intensif masih mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Adapun untuk ujian lisan bagi santri kelas 1 dan 1 Intensif dijadwalkan akan berlangsung pada bulan September mendatang.

Sebanyak 29 ruang kelas digunakan sebagai tempat pelaksanaan ujian. Setiap ruang dipimpin oleh para asatidz yang bertugas sebagai penguji, dengan jumlah total 56 penguji. Selain itu, santri kelas 6 yang berjumlah 44 orang juga turut serta membantu menjadi penguji, sebagai bentuk latihan tanggung jawab dan pengabdian kepada pondok.

Materi yang diujikan mencakup beberapa bidang utama. Untuk Bahasa Arab, para santri diuji dalam percakapan (at-takallum), muthola’ah, nahwu, shorf, tamrin lughah, mahfudzot, mufrodat, serta terjemah. Pada Bahasa Inggris, ujian meliputi speaking, reading, grammar, vocabulary, dan translation. Sementara itu, untuk Al-Qur’an, santri diuji dalam tilawah, tajwid, hafalan surat-surat pilihan, praktik ibadah, hingga doa-doa harian.

Ujian lisan ini bukan hanya bertujuan mengukur capaian akademik, tetapi juga untuk melatih keberanian, ketelitian, serta kepercayaan diri santri dalam menyampaikan jawaban secara langsung. Dengan demikian, ujian ini diharapkan mampu menguatkan kemampuan komunikasi santri dalam bahasa asing sekaligus memperdalam pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.

Dalam arahannya kepada para penguji, K.H. M. Bisri, S.H.I., M.Si. mengingatkan agar seluruh proses ujian dijalankan dengan niat yang ikhlas. “Segala pekerjaan akan bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah. Termasuk dalam menguji, mendidik, maupun belajar. Mari kita senantiasa memperbarui niat agar setiap amal kita tidak sia-sia. Selain itu, perbanyaklah dzikir, karena dzikir dapat membuat hati tenang. Hati itu seperti tubuh yang butuh asupan, dan asupannya adalah dzikir,” pesannya.

Kami memohon doa dari para penonton dan wali santri agar santri kita dimudahkan dalam menjalani ujian lisan ini, diberikan kekuatan lahir batin, serta meraih hasil yang terbaik dan penuh keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *