TARI NUSANTARA SANTRI TAZAKKA PUKAU PEMIRSA APEL TAHUNAN 2025

👁️ 27 kali dibaca

Tazakka — Tari Nusantara yang ditampilkan para santri PM Tazakka memukau para penonton yang hadir dalam perhelatan Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PKA) 2025, pada Ahad (13/7) di lapangan sepakbola PM Tazakka.

Tari-tarian yang disajikan para santri mewakili 3 wilayah di Indonesia. Adalah Tari Sinanggar Tulo yang mewakili wilayah barat yaitu dari pulau Sumatra. Tari yang enerjik dan penuh keceriaan ini diiringi lagu Sinanggar Tulo.

Dari wilayah tengah diwakili dari salah satu tari di pulau Jawa, yaitu Tari Reog Ponorogo. Selain dimeriahkan para warok dan penari kuda lumping, ada pula atraksi dua barongan dan dua Reog besar yang beratnya hampir mencapai 30 kilogram. Selain itu, ada pula para penari Ganongan yang lincah dan gesit dengan beragam tariannya.

Adapun tari yang mewakili wilayah timur adalah Tari Papua yang indah, energik, lentur, dan sarat makna persaudaraan. Apalagi dibintangi langsung oleh santri asal Papua dan Maluku yang lihai, serta iringan lagu Pica-Pica yang riang, membuat tarian mereka semakin memukau para penonton.

Penampilan tari-tarian kemudian ditutup dengan Tari Pacu Jalur yang kini tengah mendunia yang diilhami dari seorang anak yang menjadi penari di ujung perahu dayung tradisional di wilayah Kuansing Riau. Saat ini, tarian tersebut tengah viral di dunia melalui tren “aura farming”.

Setiap tarian tidak hanya menampilkan koreografi yang khas, tetapi juga memperlihatkan kekayaan pakaian adat, musik tradisional, serta simbol-simbol daerah yang menjadi identitas bangsa dan juga Pondok Modern Tazakka yang saat ini santrinya berasal dari 28 provinsi di Indonesia.

Kehadiran penampilan tari Nusantara ini menjadi simbol nyata keragaman santri Tazakka yang datang dari berbagai penjuru Nusantara. Dengan balutan busana adat yang memukau dan miniatur ornamen budaya masing-masing daerah, para santri berhasil menghadirkan suasana kehangatan, persatuan, dan kebanggaan akan Indonesia dalam satu panggung kebersamaan.

Ust. Farel Alfariski selaku Pembimbing dan Penanggungjawab Tari Nusantara menuturkan makna tampilnya Tari Nusantara ini. “Pada penampilan Tari Nusantara ini sangat terasa bagaimana kebhinekaan itu diwujudkan secara nyata. Kita bisa menyaksikan santri-santri dari latar belakang budaya yang berbeda, bersatu menampilkan karya seni yang begitu indah. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi bentuk pembelajaran bagi mereka tentang toleransi, semangat persatuan, dan penghargaan terhadap budaya bangsa. Bagi saya, inilah salah satu potret Indonesia dalam keragaman santri Tazakka yang sangat membanggakan.” ujarnya.

Dengan berbagai sajian budaya tersebut, Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy 2025 bukan hanya menjadi ajang penyambutan santri baru, tetapi juga menjadi panggung ekspresi keberagaman dan semangat persatuan Indonesia di Pondok Modern Tazakka.

Selain Tari Nusantara, Apel Tahunan pagi itu juga menampilkan atraksi santri lainnya seperti Marching Band Alunan Nada Tazakka, Aeromodelling, Paralayang dan Paramotor, Beladiri dari Perbetaz, dan senam gymnastik oleh Persataz. Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan parade karnaval oleh utusan seluruh konsulat yang menampilkan ragam budaya daerah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *