LAZIS ASFA LUNCURKAN BEASISWA DI UNIVERSITAS AL-AZHAR KAIRO

LAZIS ASFA LUNCURKAN BEASISWA DI UNIVERSITAS AL-AZHAR KAIRO

KAIRO – Lazis Assalam fil Alamin (ASFA) melaksanakan peluncuran (launching) beasiswa untuk mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo, Ahad (6/8). Acara dihadiri oleh Ketua ASFA Foundation Komjen Pol (Purn) Dr. Syafrudin Kambo dan Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Salamah Daud.

Acara yang digelar di Gedung Al-Azhar Convention Center (ACC) tersebut dihadiri oleh 2500 mahasiswa Indonesia dari jengang S1-S3.

ASFA Foundation melalui Lazis ASFA menyalurkan 250 beasiswa kepada mahasiswa Indonesia yang studi di Al-Azhar untuk tingkat S1, S2 dan S3. Beasiswa itu diprioritaskan bagi para kader pesantren dan lembaga pendidikan Islam, sehingga selesai studi mereka akan kembali ke pesantren dan menguatkan kelembagaan dan mutu pendidikan di pesantren.

Hadir dalam acara tersebut Duta Besar RI Dr. Lutfi Rauf, Penasehat Grand Syaikh Urusan Mahasiswa Asing, Prof. Dr. Nahlah Sobri As-Suaidy, Sekjen Akademi Riset Al-Azhar, Prof. Dr. Nadhir Ayyad, Wakil Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Pusat Prof. Dr. Muhammad Husein Al-Mahrasawi yang juga mantan Rektor Al-Azhar, Penasehat Grand Syaikh Ambassador Abdurrahman Musa dan Prof. Dr. Abdu Daim, Wakil Rektor Al-Azhar Bidang Pascasarjana Prof. Dr. Mahmud Sidiq, Rektor UNIDA Gontor Prof. Dr. KH. Hamid Fahmi Zarkasyi, Ketua Dewan Pengawas Syariah Lazis ASFA KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., dan Ketua Nadzir Wakaf ASFA Irjen Pol (Purn) Mas Guntur Laupe, MH serta jajaran pengurus Yayasan ASFA lainnya.

Baca juga: Lembaga Zakat Dan Wakaf Nigeria Kunjungi Tazakka

Ketua ASFA Foundation Haji Syafrudin Kambo dalam keynote speakernya mengingatkan tentang peluang dan tantangan bangsa Indonesia menghadapi bonus demografi pada 2030 hingga 2045.

Menurutnya, pemuda hari ini memiliki nilai strategis karena merekalah yang nanti akan mengisi ruang-ruang peran kebangsaan pada 2045. Karenanya, mereka perlu disiapkan dari sekarang.

Haji Syafrudin menegaskan bahwa ASFA Foundation salah satu fokusnya adalah pengembangan sumber daya manusia bangsa Indonesia.

Beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Al-Azhar Kairo adalah kader-kader pesantren dan lembaga pendidikan Islam, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sumber daya insani di masa depan dan memperkuat kelembagaan.

Senada, Rektor Al-Azhar Prof. Salamah Daud menegaskan bahwa Al-Azhar memberi beasiswa kepada seluruh mahasiswanya dari berbagai bangsa, termasuk dari Indonesia. Menurutnya, Al-Azhar menyambut baik setiap mahasiswa yang ingin menimba ilmu agar kelak mereka dapat menyebarkan risalah Islam yang wasatiyah yang diajarkan oleh Al-Azhar.

Rektor Al-Azhar mengapresiasi peran Lazis ASFA melalui beasiswa-beasiswa yang diberikan kepada para mahasiswa.

Baca juga: Santri Tazakka Adakan Perfotoan Bersama

Menurutnya, memberi beasiswa kepada mahasiswa pada hakekatnya adalah sedang berinvestasi kebaikan untuk dunia akhirat, yang pahalanya terus akan mengalir dan tiada terputus. Hal tersebut karena membekali mahasiswa dengan ilmu dan pengetahuan, yang dapat menjamin keberlangsungan peradaban agama Islam.

Rektor Al-Azhar juga mengapresiasi dan membanggakan mahasiswa Indonesia yang menurutnya memiliki banyak keunggulan, terutama pada kesungguhannya dalam belajar dan pada ketinggian akhlak dan sopan santunnya.

Apresiasi yang sama juga diungkapkan oleh Penasehat Grand Syaikh Prof. Dr. Nahlah As-Shaidy. Kerjasama seperti ini yaitu antara Al-Azhar dan ASFA dapat menjadi model kolaborasi strategis dalam membangun SDM umat di masa depan.

Al-Azhar menurutnya, adalah lembaga pendidikan bereputasi tinggi, yang terus melahirkan para ilmuwan dan ulama sejak lebih dari 1000 tahun yang lalu.

Sementara itu, Sekjen Akademi Riset Al-Azhar Prof. Nadhir Ayyad menyimpulkan bahwa melalui peran-peran seperti yang dilakukan oleh Al-Azhar dan Lazis ASFA, menunjukkan bahwa peran-peran strategis keumatan khususnya pengembangan dan percepatan SDM sebaiknya dilakukan bersama dan kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak khususnya lembaga filantropi.

Prof. Al-Mahrasawi juga menyatakan bahwa umat Islam mestinya menjadi umat yang cerdas, karena wahyu pertama dalam Al-Quran adalah perintah membaca.

Baca juga: Tazakka Gelar Apel Tahunan

Prof Al-Mahrosowi mendorong para mahasiswa untuk banyak membaca sehingga memiliki khazanah ilmu yang cukup untuk melakukan peran-peran di masa depan.

Launching beasiswa ASFA ini dirangkai dengan seminar-seminar selama tiga hari yang mengusung tema: Pemikiran dan Peradaban Islam: Peran Alumni Al-Azhar dalam Membangun Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045.

Acara dimeriahkan dengan penghargaan dan hadiah berupa umroh dari Lazis ASFA kepada lulusan Al-Azhar jenjang S1 hingga S3 yang mendapatkan predikat summa cumlaude.

Lazis ASFA juga memberikan hadiah dan doorprize kepada mahasiswa yang dibagikan dalam bentuk voucher untuk pembelian buku dan kitab guna meningkatkan kualitas akademik.

Seminar yang menghadirkan narasumber ahli dari Indonesia dan Mesir tersebut, ditutup dengan makan siang bersama.

Menurut Wakil Ketua Lazis ASFA KH. Anizar Masyhadi, acara tersebut terlaksana dengan baik dan sukses, dihadiri oleh para petinggi Al-Azhar berkat kolaborasi antara Lazis ASFA, KBRI Kairo dan Al-Azhar, serta IKPM Kairo sebagai event organizernya.***