Anshar Tazakka; KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A.

Anshar Tazakka; KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A.

Berdirinya Yayasan dan Pondok ­Modern Tazakka tak luput dari peran dan kontribusi banyak sekali orang. Setelah ide dan gagasan pendirian Pondok Modern Tazakka kami syiarkan, maka selanjutnya pada tahap perencanaan, pendanaan, pembangunan, pengembangan, manajemen dan kesinambungannya melibatkan banyak orang. Kaum muslimin dan muslimat yang telah berperan dan berkontribusi kepada Tazakka kemudian disebut Anshar Tazakka.

'Anshar' artinya adalah para penolong. Istilah 'Anshar Tazakka' terinspirasi dari ayat Al-Quran, ketika Nabi Isa AS bertanya kepada kaumnya: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk menegakkan agama Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong agama Allah, kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri."(Qs. Ali Imran [3]: 52)

Anshar juga merupakan sebutan untuk kaum muslimin di Madinah yang menerima dan membantu Rasulullah SAW, para sahabat dan umat Islam yang berhijrah dari Makkah menuju Madinah. Mereka yang berhijrah disebut Kaum Muhajirin.

Kaum Muhajirin dan Kaum Anshar inilah yang menjadi pilar utama dalam pengembangan dakwah Islam di Makkah dan Madinah, dan selanjutnya dari sanalah dakwah Islam berkembang ke seluruh penjuru dunia hingga kini dan Hari Kiamat kelak. Maka, kedudukan dan peran kaum Muhajirin dan Anshar sangatlah sentral dalam sejarah perkembangan dakwah Islam.

Anshar Tazakka terdiri dari berbagai kalangan umat Islam dan bangsa Indonesia. Dari sisi profesi mereka sangat beragam, mulai dari buruh, petani, pedagang di pasar, hingga pajabat baik di daerah maupun pusat. Selain itu ada pula dari kalangan profesional, pengusaha besar, dokter, notaris dan aparat penegak hukum seperti TNI, Polri dan lain-lain.

Dukungan penuh juga datang dari para ulama, habaib dan tokoh-tokoh masyarat dari berbagai macam latar belakang ormas maupun orpol. Karena Tazakka berdiri di tengah (wasatho), dengan semboyannya yang melekat: Menjadi Perekat Umat. 

Termasuk Anshar Tazakka adalah guru-guru dan keluarganya yang setia mengabdi dan mencurahkan segala yang dimilikinya untuk ikut mendidik, mengasuh dan mengajar para santri di pondok.

Dari sisi kontribusi para Anshar ­Tazakka memberikan dukungannya dengan berbagai cara. Ada yang melalui tenaga dan pikirannya, ada pula yang melalui pengaruh dan jabatannya. Dan tidak sedikit yang mewujudkan duku­ngannya melalui dana yang disalurkan dalam bentuk wakaf, zakat maupun ­infak biasa untuk menunjang pemba­ngunan ­sarana dan prasara pendidikan di Pondok ­Modern Tazakka.

Maka, seiring berjalannya waktu, ­Anshar Tazakka dengan sendirinya membentuk sebuah komunitas, yaitu kumpulan orang-orang dengan komitmen, visi misi dan cita-cita yang sama yaitu membangkitkan kembali nilai-nilai peradaban Islam melalui pendidikan, dakwah dan gerakan-gerakan sosial. Mereka saling bersinergi dan berkolaborasi untuk mengembangkan Tazakka dan umat pada umumnya.

Ikatan dan komitmen para Anshar Tazakka terus dibina dan dipelihara sehingga dapat menjadi seperti yang disabdakan oleh Rasul: "ar-ruuhu ­junuudun mujannadah": ruh mereka ibarat pasukan yang dibariskan. Ikatan mereka tidak didasarkan pada transaksional material, namun lebih didasarkan pada keterpanggilan dan kepedulian untuk ikut memajukan umat melalui Pondok Modern Tazakka.

Dalam konteks itu, loyalitas dan pembelaan mereka kepada Pondok sudah pada tingkat: bondo, bahu, pikir, lek perlu sak nyawane pisan. Para Anshar Tazakka itu memahami bahwa peran, kontribusi dan pembelaannya kepada pondok adalah bagian dari jihad fi ­sabililLaah.

"Dan orang-orang yang berjihad ­untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (Qs. ­Al-Ankabut [29]: 69).

Setiap saat, para santri, guru, penga­suh dan seluruh penghuni pondok mendoakannya seperti tercermin dalam ­lantunan doa yang dibacakan imam setiap habis shalat. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan taufik, hidayah, rahmat dan barokah-Nya kepada para Anshar Tazakka.

"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong agama Allah"(Qs. As-Shaff [61]: 14).Karenanya, menjadi Anshar Tazakka hakekatnya adalah menjadi anshar atau penolong agama Allah.

"Para anshar tazakka memahami bahwa peran, kontribusi dan pembelaannya kepada pondok adalah bagian dari jihad fi sabilillaah"

Berdirinya Yayasan dan Pondok ­Modern Tazakka tak luput dari peran dan kontribusi banyak sekali orang. Setelah ide dan gagasan pendirian Pondok Modern Tazakka kami syiarkan, maka selanjutnya pada tahap perencanaan, pendanaan, pembangunan, pengembangan, manajemen dan kesinambungannya melibatkan banyak orang. Kaum muslimin dan muslimat yang telah berperan dan berkontribusi kepada Tazakka kemudian disebut Anshar Tazakka.

'Anshar' artinya adalah para penolong. Istilah 'Anshar Tazakka' terinspirasi dari ayat Al-Quran, ketika Nabi Isa AS bertanya kepada kaumnya: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk menegakkan agama Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong agama Allah, kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri."(Qs. Ali Imran [3]: 52)

Anshar juga merupakan sebutan untuk kaum muslimin di Madinah yang menerima dan membantu Rasulullah SAW, para sahabat dan umat Islam yang berhijrah dari Makkah menuju Madinah. Mereka yang berhijrah disebut Kaum Muhajirin.

Kaum Muhajirin dan Kaum Anshar inilah yang menjadi pilar utama dalam pengembangan dakwah Islam di Makkah dan Madinah, dan selanjutnya dari sanalah dakwah Islam berkembang ke seluruh penjuru dunia hingga kini dan Hari Kiamat kelak. Maka, kedudukan dan peran kaum Muhajirin dan Anshar sangatlah sentral dalam sejarah perkembangan dakwah Islam.

Anshar Tazakka terdiri dari berbagai kalangan umat Islam dan bangsa Indonesia. Dari sisi profesi mereka sangat beragam, mulai dari buruh, petani, pedagang di pasar, hingga pajabat baik di daerah maupun pusat. Selain itu ada pula dari kalangan profesional, pengusaha besar, dokter, notaris dan aparat penegak hukum seperti TNI, Polri dan lain-lain.

Dukungan penuh juga datang dari para ulama, habaib dan tokoh-tokoh masyarat dari berbagai macam latar belakang ormas maupun orpol. Karena Tazakka berdiri di tengah (wasatho), dengan semboyannya yang melekat: Menjadi Perekat Umat. 

Termasuk Anshar Tazakka adalah guru-guru dan keluarganya yang setia mengabdi dan mencurahkan segala yang dimilikinya untuk ikut mendidik, mengasuh dan mengajar para santri di pondok.

Dari sisi kontribusi para Anshar ­Tazakka memberikan dukungannya dengan berbagai cara. Ada yang melalui tenaga dan pikirannya, ada pula yang melalui pengaruh dan jabatannya. Dan tidak sedikit yang mewujudkan duku­ngannya melalui dana yang disalurkan dalam bentuk wakaf, zakat maupun ­infak biasa untuk menunjang pemba­ngunan ­sarana dan prasara pendidikan di Pondok ­Modern Tazakka.

Maka, seiring berjalannya waktu, ­Anshar Tazakka dengan sendirinya membentuk sebuah komunitas, yaitu kumpulan orang-orang dengan komitmen, visi misi dan cita-cita yang sama yaitu membangkitkan kembali nilai-nilai peradaban Islam melalui pendidikan, dakwah dan gerakan-gerakan sosial. Mereka saling bersinergi dan berkolaborasi untuk mengembangkan Tazakka dan umat pada umumnya.

Ikatan dan komitmen para Anshar Tazakka terus dibina dan dipelihara sehingga dapat menjadi seperti yang disabdakan oleh Rasul: "ar-ruuhu ­junuudun mujannadah": ruh mereka ibarat pasukan yang dibariskan. Ikatan mereka tidak didasarkan pada transaksional material, namun lebih didasarkan pada keterpanggilan dan kepedulian untuk ikut memajukan umat melalui Pondok Modern Tazakka.

Dalam konteks itu, loyalitas dan pembelaan mereka kepada Pondok sudah pada tingkat: bondo, bahu, pikir, lek perlu sak nyawane pisan. Para Anshar Tazakka itu memahami bahwa peran, kontribusi dan pembelaannya kepada pondok adalah bagian dari jihad fi ­sabililLaah.

"Dan orang-orang yang berjihad ­untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (Qs. ­Al-Ankabut [29]: 69).

Setiap saat, para santri, guru, penga­suh dan seluruh penghuni pondok mendoakannya seperti tercermin dalam ­lantunan doa yang dibacakan imam setiap habis shalat. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan taufik, hidayah, rahmat dan barokah-Nya kepada para Anshar Tazakka.

"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong agama Allah"(Qs. As-Shaff [61]: 14).Karenanya, menjadi Anshar Tazakka hakekatnya adalah menjadi anshar atau penolong agama Allah.

"Para anshar tazakka memahami bahwa peran, kontribusi dan pembelaannya kepada pondok adalah bagian dari jihad fi sabilillaah"

About Tazakka

Admin Official Utama Website Pondok Modern Tazakka, mempublikasi tulisan dengan cinta dan keikhlasan dari Batang, Jawa tengah.

Sebelumnya

Konsep Kata Dalam Al-Quran; KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A.

Sesudahnya

Integritas Lingkungan Pesantren