Mufti Damaskus Kembali Kunjungi Tazakka

Mufti Damaskus Kembali Kunjungi Tazakka

 

TAZAKKA – Mufti Damaskus yang juga Rektor Univ. Al-Fatah Al-Islamy Damaskus, As-Syaikh Prof. Dr. Abdul Fatah Bizm mengunjungi Pondok Modern Tazakka, Sabtu sore (5/5). Kunjungan Syaikh Bizm dilakukan setelah menghadiri undangan High Level Consultation of Muslim Sholars on Wasatiyat Islam (Konsultasi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Muslim tentang Wasatiyah Islam), atas undangan Utusan Khusus Presiden utk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Prof. Dr. Din Syamsuddin, di Bogor (1-3 Mei).

"Beliau, Syaikh Bizm adalah salah satu dari 45 ulama sedunia yang diundang ke KTT di Bogor, 1-3 Mei, setelah itu kita minta beliau mampir ke Tazakka karena dulu pada tahun 2011 beliau salah seorang peletak batu pertama Masjid Az-Zaky" ujar Kiai Anizar kepada redaksi Koran Mini Tazakka.

Menurut Kiai Anizar, kunjungan Syaikh Bizm kali ini adalah kunjungan kedua ke Tazakka. "Pertama pada 15 Januari 2011, dimana saat itu peletakan batu pertama Masjid Az-Zaky, beliau bersama rombongan Delegasi Liga Perguruan Tinggi Islam se-Dunia setelah Konferensi di UNIDA Gontor, dan hari ini setelah hampir 7 tahun beliau hadir kembali di sini" lanjutnya.

Sesaat setelah menginjakkan kakinya kembali di Tazakka, Syaikh Bizm terlihat sangat terharu dan bahagia. "Saya sangat sangat bersyukur dan haru sekaligus bangga bahwa 7 tahun lalu saya datang ke tempat ini belum ada apapun, masih pepohonan dan hutan, tetapi hari sudah tumbuh pergedungan dan yang paling penting telah tumbuh manusia-manusia yang akan dibutuhkan di masa depan, rasanya baru kemarin" ungkap sang mufti yang juga seorang pakar ushul fiqh dan hadis.

"Saya yakin ini adalah salah satu tanda dari adanya unsur taufik Allah SWT di pondok ini, dan taufik tidak akan terjadi kecuali ada keikhlasan di sini, maka pertahankanlah keikhlasan itu agar taufik Allah SWT tetap mengucur untuk pondok ini" imbuhnya.

Syaikh Prof. Dr. Abdul Fatah Bizm didaulat mengimami shalat Maghrib berjamaah dengan seluruh santri di Masjid Az-Zaky, dan dilanjutkan dengan kuliah umum mengupas tafsir tentang makna istiqomah sebagaimana dalam surat Fushilat ayat 30-35 yang dibacanya pada saat shalat Maghrib.

Menurut Syaikh, istiqomah dalam iman harus berwujud dalam ucapan dan tindakan, dan hal itu akan menjadi sebab turunnya rahmat dan berkah Allah dan para malaikat pun ikut mendoakan.

"Maka, saya berpesan agar di pondok ini dikelola secara istiqomah, guru yang istiqomah mengajar dan murid yang istiqomah belajar, lihatlah nanti apa yang akan terjadi, jangan takut jangan bersedih karena Allah dan para malaikat akan turun menabur rahmat" paparnya.

Pimpinan Pondok KH. Anang Rikza Masyhadi dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada Syaikh Bizm. "Beliau ini dari Damaskus jauh datang ke Indonesia, langsung maraton selama tiga hari berdiskusi dengan ulama sedunia, tentu letih sekali, tapi beliau masih berkenan hadir ke Tazakka ini padahal perjalanan jauh, maka jasa baik beliau ini tidak bisa diukur lagi oleh kita" ungkap Kiai Anang.

"Ini bukti cinta dan kasih sayang seorang guru pada muridnya, orang tua pada anaknya, rasa cinta itulah yang membuat beliau berada di sini, melihat jejak tangan beliau pada peletakan batu pertama tujuh tahun lalu, melihat dan mendoakan kalian dan pondok ini agar bisa menjadi jawaban bagi masa depan umat" tukas kandidat doktor dari Suez Canal University ini.

Dalam kunjungan ini, Syaikh Bizm juga berfoto bersama para santri dan santriwati TPQ Al-Asyraf Tazakka dan sempat mendengarkan hafalan surat Al-Muzzammil dari salah seorang santriwati.

Beliau juga ditunjukkan contoh-contoh soal-soal ujian akhir untuk pelajaran Mustolah Hadis, Tafsir, Fiqh, Ushul Fiqh dan Tarikh Adab Lughah. "Tadi setelah mencermati satu per satu contoh-contoh soal ujian akhir kelas VI, beliau berkomentar, 'ini sudah benar, standarnya sudah nyaris sama dengan Al-Azhar Kairo maupun Damaskus, saya yakin lulusan sini jika ingin melanjutkan ke universitas Al-Azhar atau lainnya tidak akan mengalami hambatan dari sisi kualitas akademik'" ujar Kiai Anang menirukan.

Semoga beliau diberi kesehatan dan panjang umur. @ghifaria