Marosim, Tradisi Menjaga Waktu di Tazakka

  • 19 Februari 2020
  • 302 views
Marosim, Tradisi Menjaga Waktu di Tazakka

Kegiatan di Pondok Modern Tazakka tidak pernah berhenti, selalu bersambung dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya secara dinamis.

Kegiatan padat dan melibatkan ratusan anak remaja ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat bukan perkara mudah mengatur anak usia remaja.

Menyiasati hal tersebut Pondok Modern Tazakka mempunyai suatu tradisi unik dan menarik yang dapat menggerakkan para santri dari satu kegiatan ke kegiatan lain secara efisien.

Tradisi tersebut akrab disapa Tabkir atau Marosim. Secara bahasa Tabkir merupakan kata dasar dari kata kerja bahasa Arab yaitu Baakaro yang berarti pagi-pagi atau lebih dini, sehingga dapat disimpulkan Tabkir berarti menyegerakan kegiatan lebih dini. Adapun Marosim juga berasal dari bahasa Arab yang berarti Upacara (berbaris).

Mengapa dinamakan demikian? Disinilah letak keunikan tradisi ini. Para guru dari bagian KMI setiap pagi keliling untuk menggerakkan santri-santri supaya bergegas meninggalkan asrama menuju ke kelas-kelas. Bagi yang terlambat akan diberdirikan (berbaris) dan namanya akan dicatat di buku pelanggaran disiplin masuk kelas. Inilah yg dinamakan dengan Marosim.

Marosim juga berlaku pada kegiatan lain di luar kegiatan belajar mengajar (KBM). Pada setiap kegiatan, santri-santri senior pengurus organisasi santri (OPPM) dan pengurus asrama atau yang biasa dipanggil Mudabbir cukup berdiri tegak, maka seluruh santri akan mempercepat langkah mereka bahkan berlari sekencang mungkin karena takut terlambat.

Tradisi unik ini tetap dipertahankan hingga kini karena terbukti dapat menjaga kualitas efisiensi waktu di Pondok Modern Tazakka.

Dari tradisi Marosim atau Tabkir ini santri juga belajar bertanggung jawab dan berani menerima resiko. Apabila santri terlambat, apapun alasannya mereka harus siap menerima sanksi dari petugas Tabkir tersebut, walaupun dengan alibi dipanggil wali kelas atau baru rapat dengan guru sekalipun, petugas Marosim tak segan memberi hukuman sebijaksana mungkin berdasarkan tingkat kepentingan kegiatan.

Apabila terlambat masuk kelas maka santri akan dimasukkan namanya dalam daftar pelanggaran, namun lain halnya jika santri terlambat Shalat berjamaah, boleh jadi rambut akan segera menghilang.

Pondok Modern Tazakka yang menerapkan 2 bahasa resmi dalam pergaulan sehari hari santri, yaitu bahasa Inggris dan Arab saja secara bergantian, mengharuskan seluruh yang bertugas Marosim juga menyesuaikan instruksi mereka dengan bahasa yang sedang diterapkan.

Efektifitas waktu memang sangat penting, tak hanya di pondok saja tetapi di seluruh lini kehidupan, maka Pondok Modern Tazakka telah ditata sedemikian rupa agar santri benar-benar menghargai waktu, dan mengelolanya dengan baik. Sebagaimana pepatah Arab mengatakan: ‘al waktu ka assaifi, in lam taqtho’hu qotoaka’, waktu bagaikan pedang, jika engkau tidak menggunakannya dengan baik, maka ia yang akan memotongmu. [@rich]

Ditulis oleh: Tazakka
Admin Official Website Pondok Modern Tazakka, Batang, Indonesia.

Konten Terkait