Ziarah Ke Makam Sayyidina Zaid Bin Haritsah RA, Anak Angkat Rasul SAW

Ziarah Ke Makam Sayyidina Zaid Bin Haritsah RA, Anak Angkat Rasul SAW

Zaid bin Haritsah RA lahir tahun 47 sebelum hijrah dan wafat 8 H dalam usia 55 tahun. Sayyidina Zaid adalah sahabat Nabi Muhammad SAW dan di antara pemeluk Islam yang paling awal. Ia mengikuti hijrah ke Madinah serta mengikuti setiap pertempuran dalam membela Islam.

Zaid bin Haritsah RA adalah salah seorang dari tiga Panglima Perang Mu’tah, selain Jafar bin Abi Thalib RA dan Abdullah bin Rowahah RA. Ketiganya gugur dalam Perang Mu’tah dan dimakamkan berdekatan di kota Karak, Yordania.

Sayyidina Zaid adalah salah seorang budak yang dimerdekakan oleh Rasulullah SAW. Sayyidina Zaid pada awal Islam mendapat nisbah nama kepada Nabi, sehingga dia menamai dirinya Zaid bin Muhammad. Namun, Allah di kemudian hari menurunkan wahyu-Nya berupa Surah Al-Ahzab ayat 5 yang menerangkan bahwa anak-anak angkat tetap harus dipanggil dengan nama ayah kandung mereka, bukan ayah angkatnya.

“Dan Dia (Allah) tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu sendiri. Yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja. Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).” (4)

Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan memakai nama bapak-bapak mereka; itulah yang adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu jika kamu khilaf tentang itu, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab [33]: 4-5)

Setelah itu, Zaid mengatakan, “Aku adalah Zaid bin Haritsah.” Hal ini dianggap menurunkan Zaid dari derajat mulia yang disandangnya sebelumnya. Oleh karena itu, Allah memuliakan Zaid dengan menurunkan ayat di atas yang secara eksplisit menyebutkan namanya.

Sayyidina Zaid bin Haritsah RA adalah satu-satunya sahabat Nabi yang disebutkan dalam Al-Quran secara eksplisit, yaitu di surat Al-Ahzab: 37. Dulunya beliau dinikahkan oleh Nabi SAW dengan Zainab binti Jahsy. Setelah beberapa lama, beliau menceraikan isterinya.

Kemudian, berselang beberapa lama setelah perceraian itu, atas perintah Allah SAW, Rasulullah SAW menikahi Zainab binti Jahsy. Hal itu dimaksudkan untuk membatalkan tradisi adopsi anak, sehingga anak angkat tetap tidak memiliki hubungan mahrom dengan bapak angkatnya.

Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan engkau dengan dia (Zainab) agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (menikahi) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya terhadap istrinya. Dan ketetapan Allah itu pasti terjadi.” (Qs. Al-Ahzab [33]: 37)

Sayyidina Zaid bin Haritsah RA adalah sosok sahabat yang sangat mencintai Rasulullah SAW dan demikian pula Rasul sangat mencintainya. Kegigihan dan loyalitasnya dalam membela agama Allah dan Rasul-Nya telah ia buktikan dengan mengikuti semua pertempuran, hingga akhirnya beliau wafat sebagai syahid di Perang Mu’tah. Semoga kita bisa meneladaninya.

@anangrikza
Yordania, 10 Desember 2019