Strategi Pondok ModernTazakka: Membangun Jaringan Kerja

Strategi Pondok ModernTazakka: Membangun Jaringan Kerja

Sembari terus mengembangkan bangunan fisik berupa pergedungan pondok dan berinvestasi dalam sumber daya manusia, strategi ketiga Pondok Modern Tazakka adalah membangun jaringan kerja (networking). Ketiganya tidak bisa dipisahkan dan dilakukan secara simultan dengan penuh dedikasi, inisiatif dan keikhlasan yang tinggi.

 

Pondok Modern Tazakka menyadari sepenuhnya bahwa membangun jaringan kerja membutuhkan waktu, tenaga dan materiil yang tidak sedikit. Oleh karenanya, meskipun bangunan fisik pondok belum jadi sepenuhnya, namun rintisan kerjasama dan kemitraan dengan pihak-pihak lain telah digalakkan.

Kunjungan tamu-tamu penting ke Pondok Modern Tazakka, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri disadari  besar sekali pengaruhnya dalam konteks pengembangan jaringan kerja ke depan. Alhamdulillah, hampir setiap bulan pondok selalu dikunjungi oleh tamu-tamu tersebut, dan semakin banyak deretan nama-nama tamu penting itu, maka selain akan membuka prospek jaringan kerja, tentu saja akan bermakna meningkatkan kredibilitas dan wibawa Pondok Modern Tazakka.

Telah banyak tokoh-tokoh dari dunia pendidikan yang pernah berkunjung ke Pondok Modern Tazakka, dan tidak mungkin disebutkan satu per satu di sini, namun beberapa diantaranya yang penting adalah: Prof. Dr. Ja’far Abdus Salam, Sekjen Islamic Universities League (Liga Perguruan Tinggi Islam se-Dunia), Prof. Dr. Husamuddin Farfur (Pendiri dan Guru Besar pada Al-Fatah Al-Islamy Institute, Damaskus, Suriah), Prof. Dr. Abdul Fattah Bizm (Mufti Damaskus, Suriah), Prof. Dr. Hamidullah (Guru Besar Islamic Studies, Punjab University, Pakistan), Prof. Dr. Shaleh Zarrah (Guru Besar Islamic Studies, Ibnu Tufail University, Morocco), Dr. Mustafa Dasuki Kasbah (Shaleh Kameel Center for Islamic Economics, Al-Azhar University), Dr. Yaman Ustuwani (Mantan Kepala Perpustakaan Nasional, Uni Emirat Arab) dan Prof. Dr. Mohamed Emam Dawood (Guru Besar Linguistik Arab dari Canal Suez University, Mesir).

Dari tanah air ada nama Prof. Dr. Sangidu, M.Hum (Guru Besar Kajian Timur Tengah, UGM; Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo), Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, MA (Wakil Rektor Institut Studi Islam Darussalam Gontor), Dr. Fairuz Subakir Ahmad, MA (dosen ISID Gontor), KH. Masyhudi Sobari, MA (Direktur KMI Gontor), dan KH. Drs. Akrim Mariyat, Dipl. Ed (Ketua Umum IKPM Pusat), dan lain-lain.

Sementara dari tokoh dakwah dan keagamaan, seperti : Asy-Syeikh Dr. Rajab Ad-Dibb (Penasehat Utama Tarekat Naqsabandi Internasional, Damaskus, Suriah). Sementara dari dalam negeri: KH. Munir Abdullah (Sesepuh Majelis Al-Khidmah), Habib Baqir Al-Attas dari Pekalongan yang sangat kharismatik, KH. Asnawi Latief dari Jakarta, KH. Akrom Sofwan dari Pekalongan, dan lain sebagainya.

Sedangkan dari dunia pesantren: KH. Dr. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA dan KH. Hasan Abdullah Sahal (keduanya Pimpinan Pondok Modern Gontor), KH. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, MA (Pengasuh Gontor Putri). Rombongan dari Gontor bahkan hadir ke PM Tazakka secara fullteam sekitar 35 Orang Kiai yang hampirseluruhnya merupakan Para Ketua Lembaga di PM Gontor.

Dari kalangan birokrasi: Mantan Menteri Agama RI, Dr. Maftuh Basyuni, Mantan Duta Besar RI untuk Suriah, KH. Muzammil Basyuni, Mantan Sekretaris Dirjen Haji Kementerian Agama RI, Drs. H. Abdul Ghafur Djawahir, MM, dan mantan anggota BIN, Husni Sutikno dari Jakarta.

Selain jaringan kerja ke luar daerah, kami juga menjalin hubungan baik dengan para pihak di daerah; Bupati dan Wakil Bupati Batang, Bapak Yoyok Riyo Sudibyo dan Bapak H. Sutadi, SH., MM pernah berkenan hadir ke sebuah acara Pondok Modern Tazakka secara bersama; suatu moment yang amat jarang terjadi. Demikian pula dengan Wakil Walikota Pekalongan, H. Alf Arslan Djunaid yang sudah sangat sering hadir di Tazakka. Kapolres, Dandim, para pejabat di lingkungan Pemda Batang, Pemkot Pekalongan, dan lain-lain pun kerap menghadiri undangan Tazakka.

Jaringan kerja dengan dunia pesantren tak ketinggalan, dan menurut kami ini menjadi perhatian yang sangat penting. Sebab, ke depan perlu komunikasi dan sharing informasi antar pesantren untuk mewujudkan kerjasama yang mutualistis dan saling menopang kepada kemajuan.  Melalui kunjungan mereka itulah kami berharap dapat membangun jaringan kerja dan kemitraan, baik dalam konteks pendidikan, dakwah maupun sosial.

Selain kunjungan para tamu ke Pondok Modern Tazakka, kami pun tidak jarang mengadakan kunjungan dan silaturahim ke berbagai lembaga; pesantren, pendidikan, pemerintah, militer, kepolisian, perbankan, organisasi kemasyarakatan, dan lain-lain yang menurut kami memiliki nilai strategis untuk pengembangan jaringan kerja. Tidak jarang pula kunjungan hanya berupa silaturahim, ramah tamah dan diskusi menyamakan persepsi mengenai penyelesaian problematika keumatan.