Manasik Perdana Muzdalifah Di Masjid Az-Zaky Pondok Modern Tazakka

Tazakka,- Majelis Ta’lim Muzdalifah (MTM), Sabtu (24/12) menyelenggarakan manasik haji perdana di Masjid Pondok Modern Tazakka. Menurut Ketua MTM, H. Anta Masyhadi, manasik akan diikuti oleh 154 calon jamaah haji 2012 dari wilayah Kab. Batang. Mereka berasal dari hampir seluruh kecamatan di Kab. Batang yang ingin bergabung dengan MTM dalam hal pembimbingan manasik haji, baik secara teoritis di tanah air maupun amaliyah ibadah haji ketika di Tanah Suci nantinya.

Manasik perdana yang dipandu oleh Ustadz Oyong Shufyan itu mengambil menampilkan pembicara utama Ustadz  Anang Rikza Masyhadi dan Ustadz Anizar Masyhadi lebih banyak membahas tentang hakekat ibadah haji, tujuan, manfaat dan fungsinya dalam kehidupan seorang mukmin.

“Seperti biasa, di awal selalu kita jelaskan dulu hakekat ibadah haji itu sendiri, kemudian kita ingin menemukan jawaban yang benar dari pertanyaan: mengapa kita harus berhaji, untuk apa, dan bagaimana” kata Ustadz Anizar.  Menurutnya, pada manasik kedua dan seterusnya baru memasuki materi haji berkaitan dengan keutamaan-keutamaan kedua Kota Suci (Mekah dan Madinah), syarat dan rukun haji umrah, wajib-wajib, sunnah-sunnah, dan hal-hal lain terutama yang ada kaitannya dengan ibadah selama di Tanah Suci.

Menurut Ustadz Anang Rikza, manasik haji rencananya akan diselenggarakan selama 8 kali: 4 kali dalam bentuk kuliah umum, 2 kali dalam bentuk manasik per zona atau kelompok kecil dan 2 kali berupa praktek manasik yang biasanya diselenggarakan di Miniatur Ka’bah, yang berada di Pondok Modern Al-Quran, Buaran, Pekalongan.

Ustadz Anang juga menambahkan bahwa mengapa manasik perdana ditempatkan di Masjid Pondok yang belum jadi, menurutnya hal itu semata-mata untuk menggapai rahmat dan barokah dari Allah SWT. “Majelis ilmu itu kata Rasulullah SAW akan dinaungi oleh malaikat sampai ke langit, nah saya berharap dengan manasik ini diadakan di Pondok yang belum jadi dan masih dalam tahap pembangunan ini, maka Pondok ini akan dinaungi oleh para malaikat, sehingga mengundang rahmat dan barokah Allah SWT”, tegasnya.

Khusus untuk manasik per zona, jamaah akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil antara 10 sampai 15 orang yang domisilinya berdekatan, dan nanti tim pembimbing akan datang untuk memberikan pembelajaran manasik secara intensif. Kata Ustadz Oyong, “Kalau berpikir enaknya, tentu manasik zona tidak enak, karena harus keliling mendatangi kelompok-kelompok kecil tersebut, capai, sementara kalau kuliah umum kan tinggal dipanggil saja mereka akan datang, akan tetapi kita lihat baiknya, yaitu supaya lebih intensif dan betul-betul membekas di hati dan pikiran jamaah.”

H. Anta menambahkan bahwa MTM bersifat terbuka untuk semua golongan. “Prinsipnya, kami itu cuma ingin melayani dan memberikan pengabdian terbaik kepada umat, khususnya yang mau berhaji, agar mereka memahami syariatnya, dengan demikian bisa mengantarkan mereka menjadi haji mabrur.”

Ustadz Oyong juga menyinggung tentang pentingnya kekompakan selama menjalani ibadah haji, saling tolong-menolong dalam kebaikan. Sementara Kasi Garahajum Kantor Kementerian Agama Kab. Batang, Drs. H. Darwanto dalam sambutannya menyebutkan bahwa untuk tahun 2012, terdata sebanyak 713 orang calon jamaah haji dari Kab. Batang.