Strategi Penghimpunan Zakat

Tak dipungkiri zakat memerlukan strategi dalam hal penghimpunannya. Lazis Tazakka membaginya menjadi tiga tahapan: marketing, fundraising dan pembinaan wakif.

1. Strategi Marketing.

Strategi marketing dimaksudkan sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi zakat kepada umat. Apabila masyarakat telah teredukasi pemahamannya tentang keutamaan zakat berikut cara-cara teknis fiqh tentang penyaluran zakat, maka selanjutnya akan mudah untuk dilakukan mobilisasi gerakan zakat. Bahkan, zakat harus menjadi bagian dari mindset umat untuk membangun kembali ke jayaan peradabannya.

Strategi Marketing zakat dilakukan melalui pemaparan program-program pendidikan, kesehatan, dakwah dan sosial masyarakat. Program tersebut dibuat dalam tahapan-tahapan, kemudian dalam bentuk aktivitas, sehingga para mustahikd dapat merasakan mafaatnya.

Adapun media marketing biasanya melalui leaflet, brosur, koran mini bulanan Tazakka dengan oplah 3000 eks tiap edisi, dan media cetak maupun elektronik lainnya. Termasuk situs resmi Yayasan Tazakka (www.tazakka.or.id) dan media sosial lainnya; twitter; @PondokTazakka; instagram: @PondokTazakka, fanpage: Tazakka, dan lain-lain.

Setiap Ramadhan, Lazis Tazakka menerbitkan Laztaz News, sebuah buletin tahunan yang berisi laporan kegiatan dan capaian Lazis Tazakka Selama satu tahun. Dan rencana Lazis Tazakka selama satu tahun kedepan.

Selain itu ada layanan SMS Masking, yaitu sms yang diprogram dengan Sender-ID atas nama ‘TAZAKKA’ sehingga jamaah faham, jika mendapatkan sms dengan sender tersebut berarti resmi berasal dari admin Tazakka. Layanan sms masking ini selain digunakan untuk informasi penting tentang kegiatan pondok, juga digunakan sebagai media marketing produk-produk wakaf dan zakat Tazakka. Saat ini anggotanya telah mencapai 2000 orang tersebar di seantero Indonesia.

Penjelasan tentang visi, cita-cita dan tahapan-tahapan program Lazis Tazakka sebagai bagian dari strategi marketing zakat disampaikan pula melalui forum-forum pengajian ataupun pertemuan khusus dengan para muzakki yang rutin digelar di beberapa kota: Batang, Pekalongan, Kendal, Semarang, dan Jabodetabek.

Strategi marketing lain adalah dengan menyediakan Konter Zakat dan Wakaf di serambi Masjid Az-Zaky, Pondok Modern Tazakka. Hal ini untuk memudahkan para wakif dan muhsinin (donatur) dalam menyalurkan wakaf tunainya mengingat intensitas kegiat an keumatan di Masjid Az-Zaky sangat tinggi. Selain berfungsi layaknya ‘teller’ untuk setoran wakaf tunai, konter ini berfungsi pula sebagai tempat konsultasi wakaf dan zakat.

2. Strategi Fundraising

Strategi fundraising ialah upaya penghimpunan dana zakat dari umat yang dilakukan melalui beberapa pendekatan dan cara:

Identifikasi calon muzakki. Identifikasi calon muzakki meliputi daerah dan asumsi potensi besaran zakat. Proses ini menjadi penting untuk pemetaan, selanjutnya pola pembinaan dan edukasi zakat menjadi tepat sasaran.

Strategi Jemput bola. Yaitu dengan memberikan layanan jemput zakat (Jazaka) bagi jamaah yang belum dapat mengantarkannya sendiri ke Tazakka ataupun belum dapat menggunakan layanan wakaf lain seperti transfer rekening atau autodebet. Layanan jemput bola ini adalah layanan 24 jam sehari, dibuka setiap hari, termasuk hari libur dan tanggal merah tetap melayani.

Autokat (Autodebet zakat). Yaitu pelayanan dari bank mitra yang memfasilitasi nasabah untuk pemindahbukuan rekeningnya secara otomatis ke rekening Lazis Tazakka. Program autodebet zakat ini menjadi salah satu propgram unggulan. Program autodebet zakat ini berslogan: “Cicilan rumah dan mobil aja bisa diprogram, saatnya cicilan rumah di surga pun diprogram.”

Layanan cash zakat. Dalam hal ini Tazakka membuka konter layanan zakat di serambi Masjid Az-Zaky maupun­ di Kantor Lazis Tazakka di komplek Pondok Modern Tazakka.­ Selain itu membuka pula konter layanan cash zakat di beberapa outlet pengajian yang diselenggarakan oleh Yayasan Tazakka atau yang penyelenggaraannya bekerjasama dengan pihak lain.

Layanan transfer zakat melalui rekening-rekening Lazis Tazakka. Sosialisasi rekening tersebut baik melalui media cetak internal Tazakka maupun media elektronik lainnya.

Layanan zakat kolektif. Yaitu adanya sekelompok Muzakki­ yang secara kolektif bersepakat untuk zakat, baik tunai maupun non tunai (memilih salah satu dari program zakat yang disediakan). Biasanya muzakki ikut serta untuk suatu produk zakat tertentu, misalnya sekelompok Alumni Jamaah Haji Muzdalifah secara kolektif berkomitmen untuk membiayai tiga santri yatim yang sedang melaksanakan studi di Pondok Modern Tazakka. atau sekelompok ibu-ibu yang secara kolektif bersedia membiayai dana asuransi kesehatan bagi imam dan  guru ngaji, dan contoh-contoh lain yang serupa.

3. Strategi Pembinaan Muzakki

Disamping melalukan strategi marketing dan fundraising, tidak kalah pentingnya adalah melakukan pembinaan yang berkesinambungan kepada para muzakki. Agar komitmen keislaman dan perjuangan mereka untuk umat serta loyalitasnya kepada Tazakka terpelihara dan semakin meningkat.

Pembinaan para muzakki biasanya dilakukan melalui forum-forum pengajian maupun pertemuan-pertemuan informal. Meskipun materi- materi pengajian bersifat umum (tidak selalu terkait zakat), namun pada sesi tanya jawab atau ramah tamah setelah pengajian biasanya disediakan ruang untuk para wakif berkonsultasi dan mendiskusikan berbagai hal mengenai wakaf dan perkembangan kondisi keumatan terkini, selain tentu saja, menginformasikan progres perkembangan pembangunan pondok.

Pembinaan kepada para wakif penting sebagai wujud akuntabilitas pengelolaan wakaf yang selama ini mereka salurkan kepada Tazakka. Maka dari itu, Lazis Tazakka menyelenggarakan agenda tahunan berupa Gathering Wakaf dan Zakat di beberapa kota: Batang, Pekalongan, Kendal dan Ja karta. Forum ini digunakan untuk melaporkan progress pembangunan pondok sekaligus melaporkan pengelolaan wakaf dan zakat se lama setahun.