Hikmah Berwakaf

Sekedar sharing saja. Ceritanya, sekitar 5 bulan lalu, saat kunjungan Syaikh Adnan, Syaikh Muhammad Rajab dan Syaikh Mahmud ke Pekalongan dan Tazakka, seperti biasa Ustadz Anizar mengagendakan disela-sela acara utk mengunjungi pesantren / majelis / masjid lain yg ada di sekitar situ. Nah, diagendakanlah peletakan batu pertama mushola dan majelis ta'lim di Watusalam, Pekalongan.

Ternyata, tempatnya masuk gang sempit dan di sana masyarakatnya minus. Mushola yg dibangun disamping sebuah makam, luasnya hny sktr 100m persegi. Diawali Syaikh Muhammad Rajab, Syaikh Adnan, Syaikh Mahmud, Sayyid Umar, saya, Ustadz Anizar, Ustadz Bisri dll dimulailah peletakan batu pertama. Pekikan takbir dan shalawat serta doa menutup prosesi itu.

Singkat cerita, setelah itu Syaikh Adnan dan Syaikh Muhammad berbisik kepada saya akan ikut wakaf. Maka  rombongan para masayikh itupun akhirnya wakaf sejumlah sktr 700 USD. Oleh Syaikh Muhammad Rajab, wakaf diatasnamakan Almarhum Syaikh Rajab Deeb. Saya pun tak ketinggalan, waktu itu ikrar utk ikut wakaf keramik semuanya jika nnt sudah hampir jadi.

5 bulan setelah itu, panitia yg terdiri dari para kiai muda dari kampung sana menemui saya utk menagih keramik. Katanya bangunan sudah hampir jadi dua lantai, tinggal keramiknya saja. Saya tanya sudah berapa dana yg terserap, kata mereka sudah lebih dari Rp. 150 juta. "Min haitsu laa yahtasib" ujar mereka.

 Saya kaget, kok cepet sekali, padahal saat peletakan batu pertama benar-benar tidak ada modal dana sama sekali alias 0 rupiah. Saya bilang gerakkan orang kampung sini utk ikut nyengkuyung bangun mushola, tapi mereka bilang agak susah karena ekonomi lemah alias dhuafa. Awalnya mereka pesimis, apa bisa hny dengan modal USD 700 mau bangun mushola dua lantai. Sebelum berpisah, waktu itu saya kuatkan mereka: "BismilLaah, insyaAllah ada jalan, apalagi batu pertamanya diletakkan oleh tangan-tangan sholeh, ini yang mahal, insyaAllah dalam waktu dekat Allah dan Rasul-Nya pasti akan ikut 'turun tangan'," begitu kataku.

Pertama kali mereka datang, saya janjikan karena memang belum ada uangnya. Pas datang lagi, hari Senin (16/1) kemarin, saya pun sebetulnya blm ada slot utk itu. Tapi, tekad saya bismilLaah, saya pun kasih cek sejumlah Rp. 4jt. "Silahkan langsung dibelikan keramik, nnt sambil jalan dipasang saya carikan kekurangannya dalam beberapa hari ini".

Apa yang terjadi? Subhanallah, orangnya belum pulang tiba-tiba saya kedatangan tamu seorang pengusaha properti. Saya baru kali pertama bertatap muka, meskipun beliau katanya sdh sering ke pondok hny tdk ketemu saya. Setelah ngobrol santai sekitar 10 menit akhirnya dia ikrar utk ikut berzakat / bersedekah lewat program BKU utk 10 anak. Artinya, tiap bulan dia akan transfer sejumlah Rp. 7.500.000,- utk waktu yang tidak terbatas. "Ustadz, tolong saya diberi kesempatan utk ikut memberi beasiswa anak-anak di sini yg tidak mampu" begitu katanya.

Bukan cuma itu, beliau ini juga berniat akan membangunkan rumah dinas pimpinan pondok dan perumahan guru / gedung kelas. Katanya, niatnya itu sudah lama, dan baru disampaikan kpd saya hari itu. Subhanallah.

Hari berikutnya, Selasa (17/1), tiba-tiba ada tamu tidak jauh dari pondok, termasuk anshar Tazakka juga, dia membawa buliknya yg sudah sepuh menemui saya. Dengan tergopoh-gopoh lalu menyerahkan uang Rp. 10jt utk ikut wakaf. Saya pun langsung panggil staf Lazis utk mencatat dan memasukkannya ke rekening. AllahuAkbar.

Beberapa saat kemudian, isteri saya ditelpon orang dari Jakarta. Masih keluarga. Tiba-tiba saja mengatakan bahwa pondok butuh apa lagi. "Itu Ustadze Nanang (panggilan saya kecil) suruh membuat reng-rengan berapa yang mendesak dibutuhkan pondok saat ini" begitu katanya.

Aku cuma mbatin, Allah itu asyik banget, keren. Selalu saja membuat kejutan.

Maka, kunasehatkan pada diriku sendiri tentang dua hal:

1. Berbuat baik / bersedekah / berwakaf atau apapun namanya teruslah lalukan baik di kala kita lapang maupun sempit. Janganlah saat sempit menjadi alasan kita untuk menahan perbuatan baik dari diri kita.

Ayatnya berbunyi:

الذين ينفقون في السراء والضراء..

Yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit.

2. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. Begitu Hadis Rasul. Dan saya sangat mempercayainya.

Ya Rabb.... aku tidak tahu harus menjelaskan apa lagi. Rasanya dua pesan ayat da Hadis itu sudah cukup.

Dua pesan itulah yang selalu kami amalkan baik di tingkat individu-individu para anshar tazakka maupun di tingkat lembaga Yayasan / Pondok Modern Tazakka.

Teruslah berbuat baik dan menolong saudara di kala lapang maupun sempit

 @Anang Rikza Masyhadi

Cirebon, 18 Jan 2017