Memperbaiki Dan Menata Niat

Menjadi seorang pemimpin haruslah mampu menata totalitas kehidupannya. Maka, hal pertama yang harus disiapkan adalah penataan niat agar selalu tepat di samping perlu adanya keterampilan, kesungguhan, kecerdasan dan kerja keras dalam mengelola potensi yang ada untuk mencapai kesuksesan dan hidup yang penuh prestasi.

Perlu kita ketahui bahwa niat seorang mukmin lebih baik dari amalnya. Karena setiap pekerjaan yang ia lakukan haruslah didahului dengan niat dan ia nantinya akan memperoleh hasil pekerjaan sesuai dengan niatnya. Artinya bahwa kunci segala amal perbuatan adalah niatnya, meskipun niat itu ada di dalam hati seseorang, namun demikian niatan tersebut dapat dilihat dan akan terlihat dalam proses dan hasil pekerjaan orang tersebut.

Begitu pula dengan membangun pesantren, dalam hal membangun pesantren harus ada niat yang baik. Apabila mendirikan pesantren hanya untuk mencari ketenaran, kekuasaan, kehormatan, penghargaan atau bahkan kekayaan semata. Maka, ia akan mendapati hasilnya seperti apa yang ia niatkan. Namun, pada prosesnya dan seiring berjalannya waktu, dengan ketenaran, penghargaan dan kekayaan yang diinginkan, pondok tidak akan pernah maju dan berkembang. Karena sejatinya, pondok adalah lapangan perjuangan, bukan lapangan penghidupan. Maka, niatkan dalam mengelola pondok adalah untuk berjuang meninggikan agama Allah SWT.

Dalam proses berjuang untuk pondok, perlu selalu memperbaiki dan memperbaharui serta menata niat atau motivasi diri, hendaknya juga diperjelas dan dipertegas secara detail niatan tersebut. Untuk apa mendirikan pesantren? Kalau untuk mencetak kader, lantas kader siapa? Umat, umat siapa? Umat yang mana? Umat Muhammad Rasulullah tentunya. Lantas untuk apa? Maka, batasan akhir dari pertanyaan tersebut tentunya adalah untuk meninggikan agama Allah serta mencari ridhoNya.

Adapun dalam hal pergerakan atau kegiatan, semuanya juga harus diawali dan ditata dengan niat yang baik. Apalah arti dari amal, pekerjaan, kegiatan ataupun segala aktivitas yang dilakukan jikalau itu didahului dengan niat yang salah. Maka, hendaknya seluruh kegiatan apapun yang dilakukan perlu diniati untuk ibadah dengan menjalankan ketaatan kepadaNya. Apabila ini menjadi pijakan dan dasar yang teguh dalam setiap pekerjaan kita, pastilah gerakan tersebut akan memberikan kemanfaatan dan keberkahan serta bisa menjadikan keistiqomahan dalam setiap gerakan yang dilakukan.

Bagi para guru dan pendidik serta keluarga pondok, niatkan kehadiran kalian sebagai langkah untuk berjuang membangun dan membesarkan pondok. Berjasalah, tapi jangan minta jasa. Berkorbanlah, tapi jangan jadi korban. Bejuanglah untuk pondok, hidup-hidupilah pondok, tetapi jangan mencari kehidupan di dalam pondok. Bondo, bahu, pikir lek perlu sak nyawane pisan. Hidup sekali, hiduplah yang berarti. Itulah beberapa nilai dan falsafah kehidupan yang selalu ditanamkan untuk menguatkan perjuangan dalam meninggikan kalimat Allah. Maka, niatkan dalam diri setiap guru untuk berjuang dan memperjuangkan pondok serta berjuang mendidik kader-kader pemimpin umat masa depan.

Sedangkan untuk para santri, penting kiranya ada setruman keihklasan. Keikhlasan merupakan jiwa utama pondok yang harus selalu mnaungi setiap kegiatan dan ajaran pondok. Kiai ikhlas memimpin, guru ikhlas mengajar dan mendidik. Maka, seluruh santri harus ikhlas dididik dan dibina untuk menjadi calon-calon pemimpin umat masa depan. Mereka juga harus diberi setruman kesungguhan supaya mereka menjadi orang yang selalu teguh dan bersungguh-sungguh dalam meniti cita-cita dan harapannya, menjadi manusia militan dan berkarakter, sehingga kelak mampu memberikan manfaat kepada keluarga dan masyarakatnya.

Itulah mengapa hal yang pertama ditanyakan kepada seluruh santri saat pertama kali masuk ke pondok adalah ungkapan “KE TAZAKKA APA YANG KAMU CARI”?. Ini adalah peringatan baki mereka sebagai santri pada khususnya dan semua keluarga pondok pada umumnya untuk selalu memperbaiki, memperbaharui serta menata niat kita di pondok yang mulia ini. Maka, marilah kita tata niat dan kita letakkan niat yang lebih mulia lagi terhormat di hadapan Allah dan manusia. Niatkan semua perjuangan kita di pondok ini sebagai ibadah dan ketaqwaan, karena itu adalah bekal terbaik untuk mendapatkan keridhoan Allah SWT.