Peningkatan Kapasitas Ala Tazakka

Salah satu kriteria pendidik yang dicanangkan di Pondok Modern Tazakka adalah memiliki integritas, loyalitas, totalitas dan kapasitas. Disingkat menjadi 4 TAS.

Kapasitas sebagai salah satu kriteria mengandung arti bahwa guru dituntut memiliki kemampuan, kompetensi dan pengetahuan yang memadai.

Kapasitas adalah kemampuan personal setiap pendidik. Bagi pendidik kemampuan harus selalu meningkat untuk menghadapi permasalahan yang terus berkembang. Sebab, sebagaimana dalam ungkapan­ mahfudzat santri: “seseorang yang tidak memiliki sesuatu tidak dapat memberi.” Maka, sebelum membekali santri agar berwawasan luas, mestilah dimulai dari guru.

Dengan kata lain seorang guru tidak boleh berhenti belajar, dan harus selalu menambah wawasan,  serta keterampilannya, khususnya­ keterampilan sesuai disiplin ilmu­nya,­ termasuk keterampilan me­nge­­­lola kelas dan keterampilan kon­seling.­

Pimpinan Pondok selalu menekankan bahwa menjadi pendidik atau guru di PM Tazakka harus dinamis dan selalu berkembang mengikuti tuntutan profesinya sebagai seorang pendidik. Setidaknya, sebagaimana dimaksud dalam arah­an Pimpinan Pondok, kapasitas personal guru di Tazakka meliputi kapasitas keilmuan, keterampilan, dan kepribadian.

Meskipun guru di Pondok Modern Tazakka rata-rata sudah menempuh pendidikan S1 dan S2, bahkan beberapa diantaranya sedang menempuh pendidikan S3, namun tidak ada salahnya untuk terus mengadakan kegiatan-kegiatan­ yang berorientasi pada peningkatan kapasitas tersebut. Karena dalam kamus pendidikan Tazakka, air yang tidak mengalir sangat berbahaya. Demikian juga dengan kemampuan yang mandek, dan tidak meningkat juga berbahaya terlebih dalam mendidik calon pemimpin masa depan.

Kegiatan-kegiatan dalam rangka peningkatan kapasitas guru antara lain seperti kursus-kursus keahlian bagi guru, penataran, seminar, lokakarya, bedah buku, dan halaqoh ilmiah. Atau dengan cara mengikutsertakan guru dalam berbagai seminar di dalam dan luar negeri, termasuk diantaranya adalah mengikutsertakan mereka dalam program shortcourse keilmuan.

Penataran guru, misalnya, dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru sebagai pembekalan dasar-dasar kependidikan sebagai upaya persamaan persepsi guru tentang tugas mendidik di PM Tazakka.

Sedangkan ta’hil atau pengayaan materi pelajaran adalah semacam forum kursus; yaitu wadah diskusi mingguan bagi guru-guru yang mengajarkan materi yang sama yang dimentori oleh seorang master­ teacher.

Adapula kursus-kursus pengembangan keterampilan, seperti kursus terjemah Arab-Indonesia, jurnalistik, public speaking, broadcasting, internet marketing, desain grafis, dan lain sebagainya.

Seminar dan lokakarya juga terus diadakan di pondok, untuk menambah wawasan keilmuan dan pengetahuan guru pada tema-tema tertentu, misalnya: Konseling, Metode Efektif Pembelajaran dan Penghafalan Al-Quran, Seminar SDM, Ekonomi Syariah, Hukum Islam, dan lain sebagainya. Untuk narasumber seminar biasanya dengan menghadirkan narasumber berkompeten baik dari dalam negeri­ maupun luar negeri.

Pada setiap akhir seminar, para guru menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sesuai dengan materi yang disampaikan untuk dijadikan program kerja dalam rangka me-ningkatkan mutu pendidikan di PM Tazakka.

Termasuk dalam peningkatan kapasitas guru adalah short course; yaitu mengirimkan guru untuk mengikuti short course di dalam maupun di luar negeri. Dalam hal ini, selain untuk mendapatkan pengalaman ke luar negeri, juga dalam rangka menjalin jaringan kerja pondok.

Ada pula yang melalui beasiswa studi dari Lazis Tazakka sebagai salah satu program kaderisasi pondok, yaitu dengan mendorong dan memfasilitasi para guru untuk melanjutkan studinya ke jenjang S2 dan S3, di beberapa perguruan terbaik di dalam maupun luar negeri. Sejak tahun 2013, Pimpinan Pondok­ telah menugaskan lima orang guru untuk melanjutkan studi jenjang S2, dan insyaAllah pada awal 2015 ini akan ada yang ditugaskan untuk ke jenjang S3.

Demikian pula dengan cara melengkapi koleksi buku di perpustakaan guru untuk memperkaya bahan rujukan, baik dalam bidang materi pelajaran atau materi lainnya. Agar guru PM Tazakka mene-mukan referensi yang akurat, khususnya terkait mata pelajaran yang diampunya.

Demikianlah beberapa upaya Pondok Modern Tazakka dalam me­ning­katkan kapasitas guru.

Sejak tahun 2012, Pimpinan Pondok telah menugaskan lima orang guru untuk melanjutkan studi jenjang S2, dan insyaAllah pada awal 2015 ini akan ada yang ditugaskan untuk ke jenjang S3.