AKBP WIDI ATMOKO, SIK; GALAKKAN PROGRAM ‘SENIN BERINFAK JUMAT BERAMAL’

User Rating:  / 1
PoorBest 

AKBP Widi Atmoko, SIK adalah sosok polisi yang kerap terlihat di acara-acara keagamaan. Beliau juga rutin Jumatan keliling ke kampung-kampung. Penampilannya sederhana, ramah dan murah senyum. Beliau berpendapat bahwa dalam menegakkan ketertiban dan keamanan, polisi harus bermitra dengan masyarakat. Tidak sebatas slogan, tapi harus benar-benar turun ke masyarakat dan terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan. Tanpa dukungan masyarakat mustahil keamanan dan ketertiban umum akan terwujud. Beliau berbagi pengalaman bersama redaktur KorMin Tazakka, Edi Buana dan Henri Nur Rahmad saat ditemui di Kantornya, Polres Batang, pada Selasa, 1 April 2014, berikut petikannya:

Bisa diceritakan kisah Bapak menjadi polisi?

Awalnya saya tidak berniat menjadi polisi, bahkan waktu kecil saya bercita-cita menjadi dokter, lalu menjadi insinyur. Namun, jalan hidup menuntun saya kepada profesi ini. Seperti kebanyakan orang awam, pilihan saya dulu adalah Akmil, AU dan AL, pilihan menjadi Akpol adalah pilihan terkakhir. Ini semua karena doa dan ridho orang tua terutama ibu. Islam mengajarkan bahwa ridho­ Allah itu tergantung pada ridhonya kedua orang tua dan murkanya Allah itu terletak pada murkanya kedua orang tua. Karena orang tua dulu hanya meridhoi saya menjadi polisi, akhirnya saya jadi polisi beneran.

Pernahkah Bapak mengalami masa-masa sulit dalam menjalankan profesi Bapak?

Alhamdulillah, perjalanan hidup saya kelihatannya lurus-lurus saja, jenjang karir yang mulus, itu semua perlu disyukuri. Namun, pasti setiap orang memiliki permasalahan masing-masing ya, itu biasa.

Sebagai Kapolres Batang, apa prioritas program yang Bapak canangkan?

Program yang saya canangkan adalah Keamanan­ Lingkungan. Kemanan ini kan menjadi cita-cita semua­ orang, termasuk masyarakat Batang. Nah, untuk mewujudkan cita-cita tersebut maka kepolisian harus mau terjun langsung ke lapangan untuk melihat setiap kondisi wilayahnya masing-masing. Melalui semboyan “Polisi sebagai penolong, sahabat dan pela­yan masyarakat”, kami mencoba mewujudkan cita-cita tersebut.

Selama ini citra polisi selalu negatif di mata ma­syarakat, untuk itu kami harus memiliki terobosan bagaimana cara memperbaiki citra tersebut. Padahal bukan polisinya yang negatif, akan tetapi oknum yang ada di dalamnya. Dan untuk memperbaiki hal itu semua, Polres Batang memiliki beberapa program unggul­an, salah satunya adalah dengan diadakannya “Senin Berinfaq Jum’at Beramal”. Saya sebagai Kapolres harus menanamkan karakter yang baik pada anggota polri. Saya ingin masyarakat itu memandang bahwa polisi itu baik, maka saya selalu berpesan kepada seluruh jajaran kepolisian Polres Batang: “kerja itu yang baik saja karena kerja itu ibadah”. Bukan hanya di polisi saja yang harus diperbaiki, masyarakat pun harus ikut mendukung program-program kepolisian.

Pantura ini kan jalur padat, maka sangat rawan kecelakaan. Bagaimana mengantisipasinya?

Tiga hal yang harus diperhatikan dalam hal ini: Pertama, semakin masyarakat itu sadar atas aturan­aturan maka semakin menurun suatu pelanggaran. Kedua, pencegahan melalui Dislantas dan rekayasa jalan, dan ketiga, pembangunan inspratruktur dengan reka­yasa lantas.

Judi, miras, narkoba, seks bebas, pencurian, perampokan adalah penyakit masyarakat. Bagaimana mena­nganinya?

Di masyarakat ini harus ada aturan yang mengikat karena kejahatanitu mengikuti perkembangan masyarakat, maka setiap permasalahan yang ada di masyarakat harus ada aturannya, diantara preventif, perfektif dan hukum mencegah dini.

Masyarakat juga dihimbau tentang bagaimana cara memelihara kamtibmas, karena kamtibmas sudah di­ben­­tuk di masyarakat, sedangkan Polri memelihara ber­sama dengan masyarakat itu sendiri. Pada Jumat Beramal tersebut, sebagian dari hasil Senin Berinfak diberikan (diamalkan) ke masjid untuk dikelola dengan baik. Dengan­ itu semoga masyarakat dan Polri bisa semakin dekat.

Harapan Bapak untuk masyarakat Batang?

Peran serta masyarakat untuk mendukung aturan-aturan yang ada sangat kita butuhkan, bagaimana aturan itu akan berjalan apabila masyarakatnya tidak mendukung. Masyrakat harus semakin cerdas dan melakukan segala sesuatu dengan kepala dingin apabila menghadapi masalah, serta mengedepankan hati dan akal. Masyarakat harus bisa memelihara keamanan dan ketertiban dengan baik.

Apa aktivitas di sela-sela kesibukan sebagai Kapolres?

Saya ini family man, saya lebih senang berkumpul dengan keluarga, anak dan istri, baik di rumah atau keluar refreshing. Namun, saya juga aktif dalam beberapa komunitas, setiap Sabtu pagi saya bersepeda dan Jumat saya main tenis.

Kalau boleh tahu, apa prinsip hidup yang Bapak jalani?

Saya meyakini bahwa hidup ini perlu keseimbangan, seimbang hubungan kita dengan Allah dan hubungan kita dengan sesama manusia. Oleh karenanya ada tiga prinsip yang saya pegang, pertama bahwa ridha Allah itu ada pada orang tua, maka berbakti kepada kedua orang tua itu adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa ditawar. Kedua, dalam hidup, kita tidak boleh sombong, karena saya ingat dalam Al-Quran diterangkan bahwa kita tidak boleh sombong, karena kita itu kecil di hadapan Allah. Terakhir, bahwasanya hidup itu adalah sebuah kesyukuran, maka saya harus pandai bersyukur. Itulah tiga prinsip hidup saya.

Apa pesan dan harapan Bapak kepada Tazakka?

Bagi saya, Pesantren merupakan sebuah paket lengkap pendidikan yang baik untuk bangsa ini. Teruslah mengabdi kepada bangsa ini dengan mendidik calon-calon pemimpin masa depan yang tidak hanya cakap keilmuan, namun juga memiliki akhlakul karimah.

Saya meyakini bahwa hidup ini perlu keseimbangan, seimbang hubungan kita dengan Allah danhubungan kita dengan sesama manusia.