Jadilah Rahmat Dan Hidayah Bagi Orang Lain; Shaikh Dr. Muhammad Rajab Deeb

Sebuah kesyukuran yang luar biasa, kita semua bisa dipertemukan dalam majelis yang mulia ini. Saya berdoa semoga Allah memberkahi kalian, semoga kalian semuanya yaang hadir dalam mejelis ini menjadi permata hati Rasulullah SAW.

Saya sangat senang bisa berkunjung ke Indonesia khususnya bisa berkunjung ke Tazakka. Selama ini betapa saya ingin sekali berkunjung untuk mendampingi Almarhum Syaikh Rajab­ yang telah beberapa kali ke sini.

Namun, setiap kali Syaikh pergi saya justru diamanati beliau untuk menggantikannya mengajar di majelis-majelis beliau.

Salah satu wasiat Syaikh Rajab yang terpenting adalah untuk memperhatikan dakwah di Indonesia khususnya pondok Tazakka.

Kalian mengingatkan saya dengan apa yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Said Al-Khudri, ia berkata bahwa pencari ilmu adalah wasiat Rasulullah SAW. Hal itu pula lah yang ditekankan dan diwasiatkan Syaikh Rajab.

Jangan sampai kalian masuk pondok­ dengan motif mencari ijazah saja. Barangsiapa yang masuk pondok mengejar ijazah saja, maka lebih baik sekolah di tempat yang lain saja. Luruskanlah niat kalian. Tujuan puncak dari mencari ilmu adalah manfaat. Maka, niatkanlah agar ilmumu bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Targetnya jangan hanya lulus tetapi harus unggul dan berprestasi.

Pertama adalah unggul dalam menun­tut ilmu, lalu sisanya adalah amal sebagai bentuk konsekuensi dari ilmu yang dituntut. Rasulullah SAW bersabda bahwa diantara orang yang azabnya paling berat adalah yang belajar tapi ilmunya tidak bermanfaat; punya­ ilmu tetapi tidak mengamalkannya.

Poin penting lain adalah mengajarkan apa yang telah kita pelajari kepada orang lain, baik kepada muslim maupun non muslim. Rasullullah bersabda: "Tidaklah aku diutus keculai untuk rahmat bagi sekalian alam." Bukan hanya kepada orang muslim saja.

Yang dimaksud dengan 'alamin' (semesta alam) di sini adalah jagat raya. Ada alam manusia, alam tumbuhan, alam hewan, bahkan alam malaikat dan alam jin; Rasulullah diutus membawa rahmat kepada semua alam-alam itu. Maka semua santri, kalian harus bisa menjadi rahmat  serta hidayah bagi orang lain.

Untuk bisa menjadi hidayah tidak hanya dengan ilmu saja, tapi juga harus dengan dzikir kepada Allah. Maka Allah­ menyeru di dalam Al-Quran "Wahai orang-orang mukmin, berdzirirlah kepada­ Allah dengan dzikir yang banyak".

Allah tidak pernah mengatakan shalatlah yang banyak, bukan pula puasalah yang banyak, tapi dzikirlah yang banyak. Haji yang wajib hanya sekali seumur hidup;  puasa wajib hanya sebulan dalam setahun, shalat pun hanya 5 kali dalam sehari, zakat nisabnya hanya 2,5%, tapi dalam konteks dzikir kepada Allah dikatakan "dzikrlah yang banyak".   Tidak ada batasan untuk berdzikir

Maka, berdzikirlah setiap saat, di dalam shalat maupun di luar shalat, saat luang maupun sibuk, pagi, siang, sore, petang, malam dan seterusnya. Berdzikirlah yang banyak! Allah berfirman: "Beruntunglah orang yang ­mensucikan dirinya, yaitu yang menyebut (berdzikir) dengan nama Tuhannya dan mendirikan shalat".

Kalian belum disebut sebagai santri yang hakiki, jika kalian tidak hafal Al-Quran dan hafal minimal 1000 Hadits. Bahkan, Syaikh Rajab selalu menekankan, seorang ulama baru bisa dise­but ulama yang sesungguhnya jika dia telah menghafal minimal 25 ribu Hadis Nabi. Berusahalah untuk menghafal Al-Quran dan Hadits karena itu adalah sumber segala ilmu dan akhlakul karimah.  

Jika kalian tidak menguasai Al-Quran, Hadis Nabi dan Sunnah-sunnah­nya, tidak pula mengetahui amalan para sahabat Nabi yang mulia, dan tidak pula meniru amalan para ulama terdahulu yang saleh, lalu dengan apa kalian akan memberi fatwa kepada manusia dan dengan apa kalian akan menjawab persoalan-persoalan umat hari ini?

Saya ingat dengan wasiat Syiakh Rajab, beliau mengatakan: "Wahai anakku wujudkanlah dua huruf "ha". Ha pertama adalah  "hadaf" (tujuan). Ha kedua adalah "himmah" (keingginan kuat untuk mewujudkan tujuan). Kalian akan sukses jika memiliki prinsip dua 'ha' ini.

Jadilah orang yang bermanfaat untuk­ manusia dan untuk negerimu ini. Di pundak kalianlah masa depan umat ini bergantung, di pundak kalianlah negeri­ dan bangsa ini berharap. Semoga kalian semua menjadi orang yang kuat memikul amanah ilmu dan mengamalkan serta memperjuangkannya untuk kemasla­hatan seluruh manusia.

*Transkrip Tausiyah Shaikh Dr. ­Muhammad Rahab Deeb pada Tausiyah Kebangsaan di Masjid Az-Zaky PM Tazakka,­ Senin Siang, 1 Agustus 2016.

"Untuk bisa menjadi hidayah tidak hanya dengan ilmu saja, tapi juga harus dengan dzikir kepada Allah."