JADILAH BENTENG PERADABAN ISLAM; Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA.

Alhamdulillah, sebuah kesyukuran bagi kita pada malam ini masih bisa bersilaturrahim dan bermuhasabah bersama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Pertemuan yang sangat mengesankan yang tidak mudah bagi saya untuk melupakan. Karena yang hadir di hadapan saya ini adalah orang-orang hebat, calon-calon pemimpin masa depan.

Anak-anakku sekalian, ada sebuah pertanyaan bagi kalian. Apa yang kalian rasakan di pondok selama ini? dan apakah kalian ingin belajar di pondok ini sampai tamat nanti?

Sebenarnya yang kalian rasakan selama di pondok ini adalah pendidikan. Semua kehidupan di pondok ini memang sudah didesain untuk mendidik dan mengajari kalian. Maka, di pondok ini kalian akan belajar tentang kehidupan dan kemasyarakatan, karena pondok adalah miniatur kehidupan dan masyarakat yang nantinya kalian akan kembali.

Hidup di pondok selama empat sampi enam tahun adalah waktu yang tidak main-main, karena selama waktu tersebut kalian harus merasakan sesuatu yang bisa merubah diri kalian menjadi manusia yang baik, benar dan berkarakter. Maka, selama kalian belajar di pondok ini, kalian harus bisa menjadi manusia yang seutuhnya ketika lulus nanti.

Perlu kiranya kita mengingat nasehat guru kita, KH. Ahmad Sahal lewat sebuah falsafah hidupnya yang dahsyat yaitu “Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja, hidup sekali hiduplah yang berarti”. Falsafah tersebut sama artinya dengan berani menang tak takut kalah, takut kalah jangan menang, takut menang kalah saja. Sekali menang, menanglah terus untuk menghadapi dunia. Boleh saja orang melihat kita sebelah mata, tetapi kita buktikan bahwa kita mampu hidup, kita mampu bersaing dan kita mampu mengalahkan mereka.

Tazakka ini seperti Gontor, sistem dan ajarannya sama seperti Gontor. Walaupun usianya masih muda, tapi apa yang saya alami di Gontor ternyata bisa saya lihat di Tazakka ini, meskipun masih muda belia saya sangat bangga. Di pondok ini tidak hanya mengajarkan agama Islam atau tidak hanya mengajarkan ilmu penge­tahuan Islam, tetapi disini juga mengajarkan kehidupan yaitu kehidupan yang Islami. Disinilah lembaga yang mengintegralkan pendidikan rumah, sekolah dan masyarakat di satu tempat yaitu Pondok Modern Tazakka.

Jika Tazakka itu ibarat samudra yang luas, maka kalian semua harus menjadi karang yang kuat lagi menjulang tinggi ke matahari. Artinya, kalian harus menjadi orang yang kuat yang mampu memberikan kehidupan bagi orang lain di sekitarmu, seperti karang yang melindungi biota laut dan burung-burung laut di atasnya. Bukan menjadi kapal yang menabrak karang tersebut lalu hancur. Maka, sampai kapanpun kalian akan tetap menjadi bagian dari samudra Tazakka yang luas dan damai ini.

Sekarang mungkin hanya ada satu Tazakka. Tetapi, sepuluh dua puluh tahun yang akan datang, akan ada 400 Tazakka di Indonesia ini, bahkan di dunia. Dan kalian bukan hanya menjadi pemimpin, duta besar, menteri, bupati dan lainnya, tetapi kalian akan menjadi orang yang mempertahankan peradaban Islam terakhir di dunia, Pemimpin-pemimpin umat masa depan.

Kalaulah di Aceh ada tsunami yang hanya meninggalkan sampah dan bangkai, maka sebenarnya di depan kita ada tsunami yang lebih besar dan lebih dahsyat. Tsunami yang bisa menghancurkan masa depan kita yaitu tsunami peradaban. Tsunami peradaban ini terangkum dalam 4M yaitu; Musik dan Mode, Makanan dan Minuman, Macintosh, dan Making Love.

Saat ini generasi muda sudah diracuni dengan musik dan mode yang berbau pornografi dan pornoaksi. begitu juga dengan racun makanan dan minuman yang sudah menjamur di sekitar kita, sehingga mereka tidak lagi mau makan minum yang lebih alami, namun lebih suka yang serba instant. Ada pula Macintosh yang merupakan anak teknologi yang sekarang sudah menjelma menjadi mesin berbahaya jika digunakan tanpa aturan seperti HP, internet, android dan lain sebagainya. Dan yang terakhir adalah Making Love yang sudah menyebar di kawasan muda-mudi yang tak lagi dibatasi norma serta akhlaq.

Maka, kalian harus mampu menjadi benteng dari tsunami peradaban tersebut, supaya generasi Islam tetap terlahir seperti fitrahnya yang suci, tidak terkontaminasi dengan keempat penyakit peradaban tersebut. Jangan sampai nantinya generasi Islam menjadi sampah dan bangkai kehidupan yang tergerus oleh tsunami peradaban yang sangat dahsyat ini. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, dalami dan tadabburi Al-Quran, pelajari hadits dan amalkan serta jaga ajaran-ajaran Islam.

Maka, Tazakka adalah salah satu mercusuar yang tetap mengajarkan karakter dan akhlaq. Selain itu, di Tazakka ini harus menjadi tempat berkumpulnya orang-orang berkarakter dan berakhlaq mulia yang mau mewakafkan harta dan jiwanya untuk membangun benteng peradaban Islam yang terakhir tersebut. Semoga Tazakka kelak melahirkan generasi muslim yang akan membangun dan mempertahankan benteng peradaban Islam yang terakhir di dunia ini. Jangan takut, kita akan berjuang bersama.

Transkip Tausiyah Dr. H. Husnan Bey Fannanie, MA pada Muhasabah Akhir Tahun 2015 di Masjid Az-Zaky Pondok Modern Tazakka, Kamis Malam, 31 Desember 2015.