Wasiat Kehidupan; As-Syaikh Al-Allamah Dr. Rajab Dib

Kepada santri-santri Pondok Modern Tazakka, 5 Wasiatku untuk bekal kehidupan kalian semua nanti, maka camkanlah:

1. Menghafal Al-Quran.

Setiap santri harus mulai menghafal Al-Quran setiap hari minimal setengah halaman. 

Andai kata setiap hari menghafal setengah halaman, maka dalam sebulan akan hafal satu juz, dan dalam dua setengah tahun sudah dapat menghafal seluruh Al-Quran atau 30 juz.

Maka, tidak ada alasan bagi seluruh santri untuk tidak mengikuti wasiat yang satu ini. Karena santri yang tidak menghafalkan Al-Quran, maka ilmunya tidak akan bermanfaat dan kelak juga tidak bisa bermanfaat bagi masyarakat dan umatnya. Dengan apa kalian akan berdakwah jika bukan dengan Al-Quran?

2. Menghafal 2 Hadits Setiap hari.

Selain menghafal Al-Quran, setiap santri hendaknya juga harus menghafal Hadits minimal dua Hadits setiap hari. Nantinya hadits-hadits tersebut akan ditulis oleh KH. Anang Rikza Masyhadi, MA dan setiap santri harus menyalin dan menulis di bukunya masing-masing untuk kemudian dihafalkan. Insya Allah, dua hadits tersebut apabila ditulis tidak akan melebihi setengah halaman.

Dari Ibnu Abbas RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Siapa di antara umatku yang menghafal empat puluh hadits, maka kelak aku akan memberinya syafaat di hari kiamat”.

3. Bersungguh-sungguh dalam Me­nuntut Ilmu.

Sebagai seorang santri atau orang yang menuntut ilmu, bersungguh-sungguh dalam belajar dan menjaga ilmunya adalah sebuah keharusan. Barangsiapa yang tidak bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, maka ia tidak akan diberikan kesuksesan dan kemuliaan. Barang siapa yang ingin mendapatkan kemuliaan di dunia, hendaklah ia menjaga ilmunya.

Imam Syafi’i berkata; "Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia, maka ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehidup­an akhirat maka itupun harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka itupun harus dengan ilmu”

4. Memperbanyak Dzikir dan Doa

Ada sebuah pertanyaan, apabila ada seseorang yang sudah memiliki segalanya, harta dan tahta ia punya, daerahnya adalah kekuasaannya, namun ia tidak memiliki akal yang sehat, apakah dia akan bermanfaat bagi orang lain? Jelas tidak. Karena dengan akal, seseorang yang kaya dan berkedudukan tinggi dapat berfikir sehat dan memberikan manfaat bagi dirinya, keluarganya dan juga umatnya.

Sama halnya dengan diri kita, apabila kita hafal Al-Quran, hafal ratusan bahkan ribuan hadits, memiliki ilmu yang luas, tapi tidak pernah berdoa dan berdzikir kepada Allah, maka sama halnya dengan orang yang tidak mempunyai akal. Dan apakah itu semuanya akan bermanfaat? Jawabannya tentu tidak. Karena orang yang tidak pernah berdzikir, ia tidak pernah ingat akan keagungan Allah Yang Maha Memiliki Segalanya. Sehingga dzikir mengingat keagungan Allah adalah kewajiban setiap individu.

Ingatlah, bahwa dzikir merupakan­ kehidupan bagi hati manusia, dengan­ dzikir hati manusia akan hidup dan tenang. Tetapi sebaliknya, orang yang tidak pernah berdzikir, maka hatinya­ akan tertutup dan mati. Barang siapa ingin mendapatkan kebaik­an dan kemu­dahan, hendaklah ia se­lalu ber­­dzikir dan memperbanyak dzi­kir­nya.­­­ "Hai orang-orang yang beriman,­ berdzikirlah kepada Allah de­ngan dzikir yang sebanyak-banyaknya"
(Qs. Al-Ahzab [33:41)

5. Menghormati Guru

Wasiat yang kelima ini adalah wasiat yang paling penting bagi seorang santri yaitu selalu mencintai guru. Santri yang tidak mencintai gurunya, maka ilmunya tidak akan pernah bermanfaat. Banyak orang berilmu tinggi, bahkan mendapatkan derajat doktor atau profesor,
namun banyak diantara mereka yang tidak bermanfaat ilmunya, karena tidak adanya rasa kecintaan terhadap gurunya, bahkan mereka lupa akan jasa guru-guru mereka.

Guru adalah orang yang mengajarkan kita ilmu, dan dengan ilmu tersebut derajat seorang murid diangkat dari dunia ke langit atau ke derajat yang lebih tinggi.

Demikianlah wasiatku kepada para santri. Adapun kepada seluruh jamaah yang hadir, saya wasiatkan dua hal:

1. Membaca Surat Al-Ikhlas Setiap Hari Sebanyak 10 Kali

Hendaknya setiap orang membaca Surat Al-Ikhlas setiap hari tidak kurang dari 10 kali, karena dengan membaca surat tersebut sebanyak 10 kali, seakan-akan kita telah mengkhatamkan Al-Quran sebanyak tiga kali.

2. Menghadiri Majelis Tafsir dan Belajar Al-Quran

Sebagaimana yang sudah saya wasiatkan kepada Syaikh Anang Rikza Masyhadi untuk mengadakan kajian Tafsir Al-Quran, maka kepada jamaah saya wasiatkan untuk menghadiri kajian tafsir tersebut. Kewajiban seorang muslim bukan hanya sekedar membaca Al-Quran,  akan tetapi membaca dan mempelajari seluruh isi kandu-ngan Al-Quran, karena Al-Quran adalah petunjuk bagi kehidupan manusia.

Transkrip Tausiyah Syaikh Dr. Rajab Dib pada Tabligh Akbar di Masjid Az-Zaky, Selasa (3/11)