Sedekah Bisa Dengan Berbagai Cara

Pengajian Kliwonan ini kita mulai, karena sudah sangat lama gagasannya, sejak beberapa tahun lalu. Banyak anshar dan jamaah yang ingin diadakan Ngaji Kliwonan ini. Silaturahim dan ngaji. Alhamdulillah, hari ini terlaksana.

Ngaji Kliwonan ini khusus Hadis saja, dan untuk tahap awal kita akan syarah (jelaskan) beberapa Hadis dalam Kitab Al-Jami' dari Kitab Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani.

Kita bahas Hadis-hadis tentang sedekah.

وَعَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قَالَ: قاَلَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : “كُلُّ مَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ.” أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ

Dari Jābir radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu, dia berkata: Rasūlullāh Shallallāhu Alayhi Wasallam bersabda: “Seluruh perbuatan baik merupakan sedekah.” (HR Imām Al Bukhari)

Setiap perbuatan baik adalah sedekah. Sedekah hakikatnya adalah berbagi kebahagiaan.

Sedekah bisa dalam berbagai bentuk, baik materi dan non materi. Yang bersifat materi biasanya disebut infak. Tetapi, infak ini bisa digunakan untuk di jalan Allah maupun di jalan maksiat.

Sedekah bisa dalam bentuk yang beragam. Ada yang bersedekah melalui hartanya; ada yang melalui tenaganya, ada yang melalui pikirannya, dan ada pula yang melalui doa-doanya.

Ada sebuah lembaga minta contoh proposal bantuan, padahal kita sendiri hampir tidak pernah buat proposal. Tapi, tetap kita bantu. Singkat cerita, proposal tersebut diajukan ke pihak lain dan turun bantuan. Nah, ini salah satu bentuk sedekah pikiran.

Andaikata kita memiliki keinginan untuk bersedekah, namun tidak bisa dengan harta, tidak bisa pula dengan tenaga, tidak bisa dengan pikiran, bahkan dengan doa pun tidak bisa, maka kita masih bisa sedekah dengan senyuman.

تبسمك في وجه أخيك لك صدقة. الترمذي

"Senyummu  di depan saudaramu adalah sedekahmu"

Kenapa senyum dikategorikan sebagai sedekah? Karena sedekah itu hakikatnya adalah memberikan kebahagiaan.

Maka, dari hadis ini, kita dapat simpulkan, sebenarnya umat muslim ini dibukakan kesempatan untuk berbuat baik bukan hanya pada satu pintu, tapi sangat banyak pintu. Banyak jalan untuk berbuat baik. Jangan mati gaya sehingga selalu merasa tidak bisa melakukan kebaikan apapun.

Maka dari itu, Rasulullah SAW berpesan agar jangan meremehkan perbuatan baik sekecil apapun, meskipun perbuatan baik itu berupa senyum saat berpapasan dengan saudaramu.

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : “لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَيْئاً، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ.” أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abū Dzarr Radhiyallāhu ‘anhu ia berkata: Rasūlullāh Shallallāhu Alayhi Wasallam bersabda: “Janganlah kamu meremehkan kebaikan apapun, meskipun kau bertemu dengan saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (Hadits shahīh diriwayatkan oleh Imām Muslim).

Kalimat laa tahqiranna, artinya sekali-kali jangan remehkan.  Terkadang kita meremahkan kebaikan orang lain. Apalagi kebaikan yang nampak sederhana, kebaikan yang besar saja sering kita remehkan.

Orang yang suka meremehkan dan mencibir kebaikan orang lain biasanya karena ia tidak mampu melakukannya. Tetapi , karena hatinya kotor, pikirannya negatif, maka bukannya malah mendukung, yang ada justru sakit hati. Iya, sakit hati karena kebaikan yang dilakukan orang lain: aneh!

Di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, ada pemandangan orang yang bersedekah dengan cara mengambilkan air minum zamzam dan membagikannya kepada jamaah yang ada di Masjidil Haram. Ada juga yang bersedekah dengan membawa beberapa kotak tisu, kemudian dia berdiri di tempat thawaf sembari menawarkan tisu kepada jamaah yang sedang thawaf untuk menghapus keringat mereka, kemudian disamping orang yang menawari tisu itu ada juga yang membawa kantong plastik, maksudnya agar setelah mengusap keringat dengan tisu, kemudian dibuang ke dalam kantong plastik.

Meskipun mereka hanya melakukan perbuatan sederhana, namun di dalam kesederhanaan itu terdapat kebaikan yang luar biasa

Kemudian, Rasulullah SAW mewasiatkan pada kita bahwa jika ada orang datang minta perlidungan karena Allah, lindungilah; jika ada orang meminta bantuan sesuatu kepadamu, berilah; jika ada yang datang kepadamu dengan kebaikannya, maka cukupilah, dan jika kalian tidak memiliki semua itu (memberikan apa yang diinginkan) maka doakanlah.

Artinya, mendoakan sama dengan memberi. Jangan sampai memberi tidak, mendoakan tidak, malah mencaci-maki.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من استعاذكم بالله فأعيذوه ومن سألكم بالله فأعطوه وقال سهل وعثمان ومن دعاكم فأجيبوه ثم اتفقوا ومن آتى إليكم معروفا فكافئوه قال مسدد وعثمان فإن لم تجدوا فادعوا الله له حتى تعلموا أن قد كافأتموه

Rasūlullāh Shallallāhu Alayhi Wasallam bersabda: "Jika ada yang meminta perlindungan kepadamu maka lindungilah; jika ada yang memibta sesuatu kepadamu maka berilah; jika ada yang datang kepadamu dengan kebaikannya, maka cukupilah; jika engkau tidak memiliki maka doakanlah." (HR. Baihaqi)

 
Intisari Ngaji Kliwonan bersama, Jumat, 14 Juli 2017
ditranskrip oleh:
Hilmi Ghifaria (Sekpim)