TAZAKKA TERIMA WAKAF SAHAM GAIDO

SURABAYA - Di sela-sela acara ISEF (International Shariah Economy Festival) ke-5 di Grand City Convention, Surabaya, Pondok Modern Tazakka menerima wakaf sebagian saham PT. Gaido Azza Darussalam Indonesia, Rabu (12/12). Ikrar wakaf ditandatangi oleh H. Muhammad Hasan selaku Founder dan CEO Gaido Grup sebagai wakif dan KH. Anang Rikza Masyhadi, MA selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazakka selaku nadzirnya.

Penandatangan dilakukan di tengah-tengah talkshow sharing wakaf produktif yang disaksikan oleh para pengurus pusat Badan Wakaf Indonesia, para ketua lembaga nadzir wakaf uang, para pimpinan pesantren dari Forum Pondok Alumni Gontor dan ratusan hadirin yang memadati ruang Crystal di lantai III Grand City Convention. Hadir pula dalam pertemuan itu Ketua Badan Pelaksana BWI Prof. Dr. M. Nuh, DEA yang juga merupakan mantan Mendikbud.

CEO Gaido Grup Haji Hasan menyampaikan bahwa saham yang diwakafkan ke Pondok Modern Tazakka adalah senilai Rp. 1,5 Miliar. "Nilai saham itu setara dengan 15% saham PT. Gaido Azza Darussalam Indonesia, dan InsyaAllah, tahun depan Gaido akan menjadi perusahaan go public sehingga mudah-mudahan nilai wakafnya pun bisa berkembang" ungkapnya.

"Jika dihitung dengan total nilai perusahaan sekarang, maka mungkin setara Rp. 15 M" lanjutnya. Hasan juga mengatakan bahwa niatnya wakaf didorong oleh seruan dan pencerahan ayat dalam surat Ali Imran 92 yang sering kali dan secara berulang-ulang disampaikan oleh Kiai Anang.

"Kiai Anang selalu bilang makna ayat itu beramal shaleh dengan sesuatu yang dicintainya, maka itu jangan dengan sisa-sisa, maka saya wakafkan saham perusahaan, bukan CSR atau keuntungan perusahaan karena itu artinya sisa, yang saya wakafkan ini adalah modal perusahaan dan nilai aset supaya produktif" paparnya saat didaulat menjadi pembicara sebagai wakif inspiratif oleh BWI di forum itu.

Haji Hasan juga mengatakan bahwa konsep dan pemikiran wakaf produktif selalu disampaikan dengan sangat gamblang oleh Kiai Anang kepada dirinya dan beberapa grup pengusaha muda di Jakarta dan sekitarnya.

Sehingga, ia dan rekan-rekan pengusaha itu akhirnya bukan saja memahami tentang pentingnya wakaf produktif sebagai instrumen pembangunan peradaban baru masa depan, tetapi juga terdorong untuk menjadikan wakaf sebagai gaya hidup mereka. "Istilah yang sering disampaikan Kiai Anang itu kan wakaf sebagai lifestyle" serunya.

Gaido Grup, kata Hasan, saat ini telah memiliki sekitar 10 perusahaan.  Diantaranya adalah usaha tour and travel khususnya haji plus dan umrah PT. Gaido Azza Darussalam Indonesia yang didirikannya sejak kurang lebih 15 tahun lalu yang hari ini sebagian sahamnya diwakafkan kepada Tazakka.

Sejak mengenal Kiai Anang pada 2010, Haji Hasan mengaku intens mengikuti pemikiran serta visinya dalam membangun umat melalui jalur pendidikan pesantren Tazakka. "Maka saya percaya sepenuhnya, dan karenanya saya mempercayakan jariyah saya ini melalui lembaga yang dipimpinnya" tandasnya.

"Masa depan itu bagi saya bukan sekedar dunia, tapi akhirat juga masa depan, apalagi ada Hadis Rasul tentang tiga amalan yang tidak akan terputus, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakan, maka saya merasa jika saya bergabung dalam gerakan Tazakka ini, apalagi ini untuk pesantren, mendidik santri, mendidik calon pemimpin masa depan, maka kita bisa mendapatkan ketiga amalan yang tak terputus itu, insyaAllah" terangnya.

Badan Wakaf Indonesia melalui salah seorang pengurus terasnya, Dr. KH. Fakhrurrozi, Lc., MA menghimbau agar model-model wakaf produktif seperti yang dilakukan Haji Hasan dengan mewakafkan sebagian saham perusahaannya itu bisa menjadi salah satu model pengembangan wakaf produktif, dan bisa menginspirasi umat untuk berwakaf serupa.

Selain wakaf aset seperti tanah, Tazakka juga mengembangkan berbagai ragam wakaf yang lain, yaitu: wakaf uang, wakaf melalui uang, wakaf manfaat, wakaf profesi dan wakaf pengalihan hak. "Wakaf saham bisa dikategorikan sebagai wakaf uang karena sifatnya produktif" papar Ustadz Subhi Mahmassani, S.H.I, Direktur Wakaf Tazakka.

Kandidat master dalam bidang wakaf dari UIN Walisongo itu lebih lanjut menjelaskan diversitas wakaf-wakaf produktif lainnya yang dikelolanya di Yayasan Tazakka, seperti wakaf keuntungan satu selang pertalite di sebuah SPBU di Batang, Jateng, dan wakaf 20% keuntungan dua rumah makan franchaise di Semarang.  

Sementara itu, Kiai Anang sendiri saat ditanya mengungkapkan kesyukurannya pada Allah SWT. "Kita sebagai manusia, dalam berjuang ini hanya bisa berikhtiar dan bertawakal, ikhlas lilLaah, insyaAllah nanti Allah yang akan memberi jalan keluar dan menolong perjuangan ini, kan begitu janjinya dalam Al-Quran" ungkapnya. @glen

(www.tazakka.or.id)