Semangat Santri Tazakka Menghadapi Ujian Awal Tahun

TAZAKKA - "Ujian untuk belajar bukan belajar untuk ujian", begitulah bunyi semboyan yang selalu didengarkan oleh para santri dan guru di Pondok Modern Tazakka. Maka slogan ini bukan sekedar slogan/motto, tetapi ini adalah prinsip, konsep, dan pola. (4/11)

Prinsip ini dipahami dan diterapkan oleh KMI menjadi beberapa kegiatan. Ada kegiatan belajar malam, belajar pagi, dll. Wali kelas selalu membimbing dan mengawasi belajar para santrinya mulai dari pagi hari hingga larut malam. Maka inilah yang dinamakan belajar terbimbing.

Kiai Anang menyampaikan dalam pidatonya "Semua yang ada di Pondok ini sakral. Sakral itu sesuatu yang suci. Kegiatan sehari-hari, peraturan, dan kostum di Pondok ini sakral. Maka jangan sekali-kali melanggar kesakralan. Ikuti apa yang telah ditentukan oleh Pondok."

"Di Pondok Modern Tazakka tidak ada istilah multiple choice dalam ujian. Yang ada adalah soal berbentuk essay. Soal ujian essay itu membuat para santri harus mengarang, mengisi, menulis serta memahami konteks soal tersebut. Sehingga santri dituntut belajar dengan giat dan sungguh sungguh." Tegas Kiai Anang dalam pidatonya. Dalam memahami soal, santri membutuhkan effort. Karena soal ujian disini berbahasa arab dan bahasa inggris. Kalau saja anak itu tidak paham, maka ia tidak akan bisa menjawab.

Semua orang hidup itu pasti diuji. Di Pondok Tazakka ada 3 hal yang diuji : 1. Diuji otaknya, 2. Diuji fisiknya, 3. Diuji hatinya.

Tidak ada kata katrol di Pondok ini. Semuanya murni. Nilai para santri murni sesuai dengan usaha mereka. Dapat nilai 5 ya 5. Tidak ada tambahan yang tadinya 5, di rapot bisa jadi 7 apalagi 8.

Semoga ujian tulis awal tahun kali ini menjadi awal yang baik untuk setiap santri dalam meniti langkah menghadapi ujian yang akan datang.

www.tazakka.or.id