Wakapolri Kunjungi Tazakka; Sinergi Pesantren-Polri

TAZAKKA - Pondok Modern Tazakka kembali dihadiri oleh tokoh nasional, kali ini adalah Wakapolri/Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Komjen Pol. Drs. Syafruddin, M.Si., Selasa pagi (17/4).

Dalam kunjungannya beliau didampingi oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Condro Kirono, MM, Karo Binkar SSDM Polri Brigjen Pol. Drs. Eko Indra Heri, Pengurus DMI Pusat dan perwira-perwira menengah Polda Jateng.

Wakapolri dan rombongan mengunjungi Tazakka menggunakan dua helikopter yang mendarat di Lapangan Tazakka tepat pukul 08.55 wib.

Hadir dalam acara di Tazakka tersebut; Bupati Batang, Danrem 071/Wijayakusuma, Dandim, Kajari, Ketua Pengadilan, Ketua DPRD, Ketua MUI Batang, Muspika dan pejabat daerah lainnya.

"Alhamdulillah, Wakapolri berkenan hadir ke Tazakka, ini menunjukkan beliau mempunyai komitmen yang luar biasa untuk sinergi dengan pesantren" tutur Kiai Anizar. 

Acara sangat meriah dan khidmat penyambutan khas Tazakka menambah rasa penghormatan terhadap tamunya.

"Persiapan menyambut Wakapolri kurang dari satu pekan, tapi alhamdulillah lancar berkat taufik dan inayah Allah, disamping itu santri Tazakka sudah terlatih bekerja cepat tepat diwaktu yang sempit" tutur Kiai Nizar sebagai penanggungjawab acara.

Di Tazakka, Wakapolri menghadiri dua acara; "Dialog dan Silaturahim dengan Pengasuh-Pengasuh Pondok Pesantren" dan "Silaturahim Kebangsaan; Peran Masjid dalam Memakmurkan Masyarakat".

Di hadapan para Kiai Pengasuh Pondok Pesantren, Wakapolri menyampaikan kesyukurannya dapat mengunjungi Tazakka.

"Bapak Wapres Jusuf Kalla (2013) setelah berkunjung ke Tazakka, selalu menceritakan kebaikan-kebaikan Tazakka", tukas Wakapolri.

"Pak JK sangat terkesan disini, Tazakka adalah pilot project pesantren modern masa depan, saya disarankan untuk berkunjung ke Tazakka, dan alhamdulillah terlaksana", imbuhnya.

Para kiai yang merupakan perwakilan dari perkumpulan organisasi pesantren di Indonesia sangat antusias dengan diskusi membahas prospek kerjasama antara Polri dan Pesantren.

Pantauan tim media, Kiai-kiai yang hadir mewakili organisasinya antara lain; Dr. KH. L. Zulkifli Muhadli, S.H., MM (Ketua Umum Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor yang membawahi sekitar 400an pesantren se-Indonesia), KH. Dr. Tata Taufik, MA (Presiden Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia yg membawahi sekitar 200an kiai pengasuh pesantren), KH. Yunus Muhammadi (Ketua Umum ITMAM, Ikatan Pondok Pesantren Muhammadiyah se-Indonesia membawahi 225an pesantren), KH. Drs. Sulaeman Ma'ruf (Pengurus Forum Komunikasi Pondok Modern se-Banten), KH. Akhomadhien Sofa (Ketua Forum Silaturahim Kiai-Kiai Muda (FSKM) Jawa Tengah), dan nampak juga kiai - kiai yang hadir dari Madura, Sidoarjo, Jombang, Solo, Semarang, Pekalongan, Tasikmalaya, Banten, Jakarta, NTB, Medan dlsbnya.

KH. Abdul Ghofar Rozin, (Ketua Pengurus Pusat RMI NU membawahi pesantren NU se-Indonesia) yang sedianya akan rawuh batal karena ada kurang sehat, jelas Kiai Tata dari Kuningan.

KH. Dr. Zulkifli Muhadli menyatakan kesyukurannya atas kunjungan Wakapolri ke Tazakka.

"Kunjungan Wakapolri, Kapolda Jateng dan Karo Binkar SSDM  menunjukkan bahwa Polri meresponi baik aspirasi pesantren," ujarnya.

KH. Yunus Muhammadi berharap jika Polri-Pesantren bersinergi dgn baik, maka 5 tahun lagi, tak mustahil ada lulusan Akpol yang bergelar Al-Hafiz (penghafal Al-Qurab), ujar Kiai Yunus.

Dalam kesempatan itu Jenderal Syafruddin menegaskan bahwa Polri menyambut baik lulusan pesantren yang ingin masuk Akpol dan sekolah Bintara.

"Sudah menjadi kebijakan Polri menerima alumni pesantren masuk Akpol dan sekolah Bintara, kita perintahkan Kapolda-Kapolda untuk menjemput bola ke pesantren-pesantren, yang sudah memenuhi persyaratan, silahkan," tegasnya.

Wakapolri mengakui memang masih ada aturan-aturan kependidikan yang  mengganjal lulusan pesantren untuk masuk Akpol.

Wakapolri berjanji akan mengubah beberapa aturan yang mengganjal bagi alumni pesantren yang ingin masuk Polri.

"Kita akan benahi aturan Diknas dan Polri, setelah undang-undang diubah, maka insyaAllah tahun depan, santri sudah bisa diterima dengan baik, semua aturan bisa diamandemen, yang tidak bisa diubah hanya   Al-Quran,", tukasnya.

Ditempat terpisah didalam Pondok Modern Tazakka setelah selesai acara bersama para Kiai, Wakapolri menghadiri Silaturahim Kebangsaan, nampak hadir para kiai, santri, ulama, tokoh masyarakat, ormas, ketua-ketua DMI se-Eks Kars pekalongan, Ketua dan Pengurus Takmir Masjid se-Kabupaten Batang, FKPPI, Kokam, Banser, FPI, Pemuda Pancasila, Srikandi, Pagar Nusa Pencak Silat NU, Gojukai, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), GMBI, Lindu Aji, Barisan Roban, Veteran, PGRI, Kwarcab, Kepala-kepala Desa se-Kecamatan Bandar, Perwira Polres dan Kodim Batang serta para walisantri yang datang mewakili dari 21 provinsi, tak ketinggalan beberapa club motor BMB dan mobil 4x4 juga hadir.

Dalam sambutannya, Kiai Anang menegaskan bahwa hubungan Pesantren-Polri sangat penting karena kedua institusi itu merupakan satu kesatuan.

Kiai Anang  mengingatkan untuk menjaga nilai nilai kebangsaan, hubungan Pesantren-Polri harus saling melengkapi dan saling membutuhkan.

Pesantren-Polri seperti dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan untuk Indonesia ke depan.

"Maka, pesantren akan terus mendidik santri dengan akhlak dan ilmu serta kecakapan leadership, supaya santri-santri ini bisa menjadi pemimpin bangsa di masa depan dalam mengisi kemerdekaan, maka menjadilah santri yang jenderal, jenderal yang santri" imbuhnya.

Dihadapan lebih dari 2500 hadirin, Jenderal Syafruddin menegaskan komitmen Polri untuk bersinergi dengan institusi pendidikan Islam.

Beliau mencontohkan bahwa Kapolda Jawa Tengah sudah merekrut  santri yg hafal al-Quran untuk masuk ke Akpol dan sekolah Bintara.

"Polri sudah  membuat kebijakan bahwa lulusan pesantren bisa ikut pendidikan di Akpol dan sekolah Bintara, saya perintahkan Polda-Polda untuk rekrutmen ke pesantren-pesantren, yang memenuhi persyaratan dan lulus bisa diterima," tegasnya kembali.

Wakapolri menguji hafalan Quran seoranf santri Tazakka yang ingin menjadi polisi, lalu Wakapolri berujar pada Kapolda Jawa Tengah; "Pak Condro catat, dia mau masuk Akpol.".

Wakil Ketua Umun Dewan Masjid itu menyampaikan di depan hadirin, bahwa DMI sedang terus bekerja merealisasikan rencana membuat pusat pendidikan 1 juta peghafal Al-Quran.

Para penghafal itu nantinya akan bertugas menjadi imam di seluruh mesjid di Indonesia.

Di akhir ceramahnya, Wakapolri berpesan agar semua santri dan semua pelajar terus ikuti semua aktifitas pendidikan di lembaganya dan memiliki cita-cita besar memajukan agama negerinya.

"Saya yakin nanti di ruangan ini akan lahir seorang pemimpin, akan lahir seorang ulama, akan lahir seorang dokter ternama penemu obat bagi penyakit yang belum ditemukan obatnya, akan lahir seorang muslim terkaya dlsbnya." ujarnya.

Kiai Anang Rikza Masyhadi dalam closing remarknya mengatakan bahwa kunjungan Wakapolri ke Tazakka membuat umat Islam di Batang bahkan di Indonesia bersatupadu, berkolaborasi dalam kebaikan memajukan Indonesia.

"Di sini semua elemen umat berkumpul bersatu. Sudah tidak zamannya lagi umat pecah karena khilafiyah fiqhiyah.

Disini Kita bersinergi berpikir keras memajukan bangsa. Kalau umat Islam di mana-mana seperti ini, maka akan sangat maju.

Kiai Anang mengajak kepada hadirin untuk selalu bersatu, bersinergi dan menjaga akhlakul karimah, menjadi yang terbaik dan bermanfaat.

Dalam jumpa pers sesaat setelah menunaikan sholat, Wakapolri menegaskan kembali komitmen Polri yang mendukung alumni pesantren yang masuk ke Akpol dan Bintara.

Wakapolri juga berkomitmen akan memberantas miras.

@aminudin. media-center-tazakka