Pimpinan Tazakka Ikut Hadiri Penandatanganan MoM UNNES Dan Suez Canal

SEMARANG - Pimpinan Pondok Modern Tazakka KH. Anizar Masyhadi ikut hadir pada pertemuan antara Wakil Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan Suez Canal Universty, Mesir, pada Senin (5/2) di Gedung Rektorat UNNES, Semarang. Dari pertemuan tersebut lahir sejumlah MoM (Minutes of Meeting) antara kedua pihak.

Wakil Rektor Suez Canal Prof. Dr. Atef Abu El Nur yang didampingi oleh Direktur Pusat Studi Indonesia Prof. Dr. Hassan Abdel Alim Yousuf mengajak kerjasama pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen dan profesor, joint research, serta kerjasama dalam pelaksanaan simposium, seminar dan konferensi internasional.

Ajakan tersebut disambut hangat oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama UNNES Prof. YL. Sukestiyarno, M.S., Ph.D  didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Rustono, para dekan dan ketua-ketua lembaga di lingkungan UNNES.

Pertemuan yang sangat produktif itu juga disaksikan oleh Mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum yang juga merupakan Guru Besar Sastra Arab FIB UGM. Didampingi oleh Dr. Masrukhi, M.Hum dari FIB UGM, Dr. Subhan Jailani dari perwakilan Atdikbud KBRI Kairo dan KH. Oyong Shufyan, Lc., MA Wakil Pengasuh PM Tazakka.

Prof. Dr. Atef Abu El Nur menyampaikan kebahagiaannya dengan kesepakatan kedua belah pihak itu. "Semoga dengan kesepakatan ini mampu melahirkan ribuan sarjana muslim yang berpengatahuan luas, terkhusus di bidang sains, teknologi, kesenian dan budaya" ungkapnya

Kesepakatan antara UNNES dengan Suez Canal ditandai dengan Penandatanganan lembar kesepakat yang disebut Minutes of Meeting (MoM) oleh Prof. Dr Atef Abu El Nur dan Prof. YL Sukestiyarno, M.S., Ph.D mewakili Rektor UNNES.

Acara dilanjut dengan diskusi hangat  membahas program bersama, visi dan misi kedua belah pihak, termasuk kerjasama peningkatan mutu di berbagai fakultas, seperti Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Teknik, Perdagangan, Perhotelan, dan Olahraga.

Di sesi terakhir, Wakil Rektor Suez Canal Prof. Dr. Atef Abu El Nur dan Direktur Pusat Studi Indonesia Suez Canal Prof. Dr. Hassan Abdel Alim Yousuf, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum dan beberapa dekan fakultas di UNNES mengunjungi kampus fakultas kesenian dan budaya.

Kiai Anizar menjelaskan bahwa Tazakka seringkali dilibatkan atau melibatkan diri dalam setiap momentum penting seperti ini, apalagi ini bentuknya kerjasama peningkatan mutu akademik antar kedua universitas negeri dari dua negara seperti ini.

Menurutnya, baik UNNES maupun Suez Canal sama-sama perguruan tinggi negeri, dan punya reputasi kelembagaan serta akademik yang tinggi di negerinya masing-masing.

"Jadi, kerjasama ini sangat strategis untuk kedua belah pihak, alhamdulillah Tazakka seringkalinya diajak dalam mediasi kerjasama-kerjasama internasional seperti ini, tentu ini sebuah kehormatan bagi Tazakka" ujarnya.

Kiai Anizar lalu menyinggung pula tentang kerjasama UGM dan Mesir. "Termasuk dulu tahun 2005 Kiai Anang dan Prof. Sangidu dan Prof. Syamsul Hadi yang merintis kerjasama UGM dengan Mesir, dan hingga kini berjalan, dan program kerjasamanya sekarang sudah banyak ada join research, visiting professor, dual degree, program arabic in country untuk mahasiswa S1, fellowship, dan lain sebagainya" tandasnya.

Hal serupa ditekankan lagi oleh Prof. Dr. Sangidu, M.Hum bahwa Pimpinan Tazakka adalah termasuk peletak dasar rintisan kerjasama internasional antara beberapa perguruan tinggi di Indonesia dengan Mesir.

"Ya, saya tahu sejak awal tahun 2005, Kiai Anang dan Kiai Nizar bersama Kiai Oyong, ketiganya gigih sekali membantu memuluskan kerjasama-kerjasama itu dengan ikhlas dan penuh dedikasi" tuturnya.

Prof. Sangidu menambahkan bahwa saat ini ketika Tazakka telah berdiri, apalagi telah dideklarasikan rintisan perguruan tingginya, buah dari perjuangan dan keikhlasan pimpinannya dalam membantu orang lain kala itu kini mulai berbuah juga bagi Tazakka.

"Jadi, ibarat sebuah arus, Tazakka ini sudah ada di pusaran kerjasama internasional itu, sekarang tinggal SDMnya yang mulai dimantapkan, para pimpinan dan guru-gurunya harus didorong untuk cepat doktornya biar semakin mantap" pungkasnya. @Ghifaria