Alumni Haji 2012, Wakafkan Dua Toko

TAZAKKA - Pertemuan Alumni Jamaah Haji KBIH Muzdalifah angkatan 2012 yang digelar pada Ahad (4/2) di rumah Mantan Kepala Desa Tumbrep H. Sugeng terasa istimewa dikarenakan salah seorang diantara mereka, H. Syamsul Hadi dan isterinya, Hj. Erni, asal Tersono, menyerahkan wakaf 2 toko yang terletak di pinggir jalan raya Bawang.

Serah terima simbolik berupa kunci dua toko langsung diserahkan oleh Wakif kepada Tazakka sebagai nadzirnya yang diterima oleh Pimpinan Pondok, KH. Anizar Masyhadi.

Menurut Kiai Anizar, inilah wakaf produktif, dan inilah yang dicontohkan para sahabat Nabi dulu. Seperti halnya Usman bin Affan yang mewakafkan sumur di Madinah untuk memenuhi kebutuhan air seluruh warga Madinah; Abu Thalhah yang mewakafkan kebun kurma terbaiknya, dan Abdurrahman bin Auf yang mewakafkan toko-tokonya di pasar Madinah untuk perjuangan Islam.

"Jadi, hari ini kita saksikan ada sosok-sosok baru seperti Sayyidina Usman bin Affan, Sayyidina Abdurrahman bin Auf, Sayyidina Abu Thalhah, dan lain-lain" tuturnya.

H. Supriono selaku ketua angkatan mengingatkan kembali pentingnya pesan Kiai Anizar ketika di Makkah, yaitu menjaga haji mabrur dengan cara terus menerus menebar kebaikan.

"Kita ini kalau mengadakan pertemuan atau reunian jangan hanya sekedar bertemu, makan minum dan kemudian pulang, pertemuan harus menghasilkan sesuatu gerakan keummatan", kata H. Supriono yang mengutip pesan Kiai Anang.

Ustadz Subhi Mahmassani selaku Koordinator Wakaf Tazakka mengatakan bahwa acara ini digelar setiap tiga bulanan itu selalu dikemas dalam bentuk pengajian, cek kesehatan, diskusi keummatan dan gerakan wakaf serta zakat.

"Setiap reunian kami selalu hadir, karena alumni Muzdalifah 2012 ini selalu salurkan wakaf, zakat dan infaknya ke Tazakka" ujarnya.

Selain angkatan 2012, lanjut Subhi, juga angkatan-angkatan sebelum dan sesudahnya rutin pula menggelar reunian, dari angkatan 2006 hingga 2017. "Dan semuanya, setiap reunian pasti ada gerakan wakaf dan zakatnya, karena memang spirit dan mindset yang dibangun di KBIH Muzdalifah adalah wakaf sebagai lifestyle, sebagai gaya hidup" lanjut mahasiswa pascasarjana UIN Walisongo itu.

Hj. dr. Ida Susilaksmi selaku koordinator wakaf  angkatan menjelaskan bahwa selama ini angkatan 2012 sejak kembalinya dari tanah suci selalu terlibat dalam proses pembangunan Tazakka, dimulai dari wakaf ruang asrama, beasiswa kader umat, pembangunan kamar mandi, gedung TPQ, reservoir dan yang terakhir ini adalah penambahan pembangunan ruang kelas.

Contohnya, seperti yang dilakukan oleh H. Mulyono yang hadir dalam pertemuan itu yang menyerahkan tabung wakaf kepada tim Lazis Tazakka. "Saya sangat senang dan bahagia, karena dapat terlibat kontribusi dalam perkembangan Tazakka", kata Mbah Haji Mulyono.

"Wakafku berwujud bangunan, perluasan tanah dan lain-lain, ini menjadi bekal akhiratku" imbuh H. Mulyono.

Dalam tausiahnya Kiai  Anizar menjelaskan pentingnya istiqomah dalam kebaikan. "Jangan pernah bosan atau bahkan berhenti berbuat kebaikan", tutur Kiai Nizar.

Menurutnya bahwa Nabi menjelaskan dalam sabdanya: "Sebaik-baik perbuatan adalah yang langgeng, atau berkesinambungan. Manusia berhenti melakukan kebaikan jika dirinya meninggal, selama masih bernyawa, lakukan kebaikan, berpikir positif dan produktif.

"Silahkan siapkan hidup di dunia dengan baik, tapi jangan lupa bahwa harus menyiapkan untuk akhiratnya yang lebih baik lagi", tegas Kiai Nizar

Di akhir closing statementnya, Kiai Anizar mengutip Hadist Rasul bahwa diantara amalan yang pahalanya terus mengalir adalah: sodaqoh jariyah (wakaf), ilmu bermanfaat, anak sholeh yang mendoakan. @subhimahmassani (media-center)